Mana yang lebih untung : Investasi atau Asuransi ?

  
Hinggga saat ini masyarakat Indonesia masih meyakini bahwa cara memperoleh keuntungan adalah melalui investasi bukan asuransi. 

Mengingat Kebutuhan memiliki kehidupan layak adalah lebih utama maka segala upaya yang bisa mendatangkan profit besar menjadi prioritas utama.

Di waktu saya masih remaja, pernah mendapatkan pemahaman dari sebuah artikel bahwa setelah anda memiliki penghasilan tetap, barulah anda mulai menabung, setelah itu milikilah program deposito. Selanjutnya jika sudah memiliki aset berupa tanah atau investasi saham atau emas, barulah perlu memiliki Asuransi. 

Sehingga kesimpulan saya Asuransi adalah yang paling akhir itupun jika masih ada sisa uangnya.

Agen Asuransi Jamin Keuntungan

Karena persaingan bisnis begitu padat dan ketat, maka industri perbankan, lembaga keuangan dan investasi saling berebut pengaruh mana yang harus didahulukan.

Mereka para marketer dengan berbagai macam pendekatan personal dan dasar logika yang berbeda2 mencoba meyakinkan para calon nasabah yang sudah kalap dengan kebutuhan pengeluaran lainnya yang tidak terlalu mendesak dan penting. Dari pihak bank karena ingin jangka waktu simpanannya panjang menawarkan program deposito 7 tahun dapat gadget android, yang perusahaan investasi sambil trading dapat bunga tetap seperti deposito uniknya bunganya di bayar di depan !

Kembali, agen asuransi mengambil posisi tidak ingin kehilangan peluang! Selama masih ada celah, mereka segera masuki entah nampak mustahil atau tidak yang penting di coba dulu. 

Sehingga yang terjadi adalah perusahaan asuransi melalui agen-agennya mencari peruntungan di pasar yang abu-abu ini, menyakinkan calon nasabah yang ingin dapat profit besar resiko kecil kalau perlu dengan dana yang kecil bukan menggelontor dana besar sekaligus.

Beberapa perusahaan asuransi melalui agennya “berani” menggaransi bahwa saat harga saham mengalami penurunan, nilai investasinya tidak akan turun atau habis karena memiliki strategi ajaib, sehingga nasabah menyimpulkan bahwa profitnya pasti aman. Dalam bahasa lain “garansi untung dah”. 

Jika dilihat dari penjelasannya sekilas nampak menarik dan masuk akal, tetapi hal ini adalah penyimpangan retorika dalam presentasi. 

Jika harga saham turun tentu segalanya juga berubah, termasuk nilai investasi dan profitnya. 

Menggaransi cara mengelola dana investasi tidak berarti menggaransi hasilnya. Hanya caranya yang digaransi bukan hasilnya. Seperti contohnya, jika anda naik mobil ketika ada tembok menghalangi mobil digaransi supirnya akan berbelok arah,mtetapi tidak digaransi tidak akan terjadi kecelakaan!

Investasi ataukah asuransi ?

Semuanya tergantung kondisi diri anda saat ini serta tujuan anda sendiri.

Kondisi seperti apa yang perlu anda pertimbangkan untuk mengambil keputusan mana yang harus didahulukan :

  1. Apakah uang itu milik anda atau orang lain ? Jika bukan milik anda, untuk apa anda harus bingung menetapkan keputusannya, misalnya dana nyasar karena anda memiliki jabatan atau dana pinjaman 
  2. Dapatkah anda menggaransi kesejahteraan finansial keluarga anda antara 3 bulan hingga 40 tahun mendatang ?
  3. Apakah anda yakin usia anda bisa bertahan sampai 100 tahun dan pada saat itu keluarga anda sudah benar- benar mandiri secara finansial tanpa peran serta anda ?
  4. Apakah anda yakin kesehatan anda akan tetap prima hingga usia 100 tahun tanpa sakit yang tergolong serius seperti sakit kritis? 

Jika anda tidak bisa memastikan point nomor 2 – 3 maka anda perlu asuransi, untuk point nomor 4 jika anda tidak bisa memastikan saat sakit tanpa mengeluarkan biaya (selama masa perawatan hingga masa pasca penyembuhan) serta kondisi finansial anda tetap meningkat tidak dipengaruhi oleh kondisi fisik yang sudah melemah maka anda butuh asuransi.

Program Investasi tidak akan menarik jika ke empat poin di atas jawabannya tidak bisa bisa dipastikan. Bisa jadi asuransi dulu baru memikirkan investasi. Bahkan program penabungan adalah step kedua setelah anda memiliki asuransi, mengapa demikian ? Karena dana simpanan / tabungan anda tidak akan memberikan dukungan financial tambahan selain saldo yang tersedia. Bank tidak akan memberikan tambahan tunjangan saat anda sakit, walaupun anda nasabah setianya selama 20 tahun!

Fungsi utama asuransi khususnya Tapro Allianz adalah melindungi kondisi finansial anda adari resiko kebangkrutan karena sakit kritis, memberikan perlindungan finansial jika anda memiliki kredit / pinjaman atas kepemilikan aset. Maksudnya ketika mengalami sakit kritis tentu angsuran kredit tidak secara otomatis berhenti/ libur kan? Tapro Allianz akan mencegah aset anda disita pihak bank hanya karena dana pribadi anda terpaksa terkuras untuk urusan yang lebih mendesak yaitu kesehatan anda.

Menariknya Tapro Allianz tidak ada hubungannya dengan biaya rawat inap. Anda tetap memperoleh dana cash walaupun anda tidak menghendaki opname di rumah sakit.

Terlebih lagi saat sang pengusaha ‘Tiada” tentu cara mengelola perusahaannya akan sangat berbeda berubah 180 derajat sehingga dalam banyak kasus seiring dengan wafatnya pengusaha, perusahaannya turut tenggelam pula, kecuali bisnis yang dibangun dengan dukungan sistem yang kokoh.

Jadi mana yang lebih menguntungkan : Investasi atau Asuransi ?

Menurut anda mana yang harus didahulukan Investasi atau Asuransi ?

Bagaimana mungkin bisa untung jika kedahuluan buntung, gara-gara mengabaikan proteksi asuransi ?

Semua terserah kepada anda, pilihan mana yang paling menguntungkan tanpa mengabaikan keamanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: