Allianz Business System : Network Marketing, Multi Level Marketing, Afiliate Marketing atau Direct Selling ?

  Sejak Januari 2014, Allianz menetapkan sebagai perusahaan asuransi yang menggunakan Business System dalam strategi pemasarannya, dan selang setahun mulai menunjukkan geliatnya di setiap sesi obrolan mempresentasikan Produk Tapro Allianz plus Business Systemnya, tidak di cafe, restoran, kantor bahkan di ruang tamu relasi yang dikunjungi membahas soal Allianz.

Saat ini Anda bisa menjumpai latar belakang agen Allianz dari para pebisnis & pengusaha, dokter, tentara, konsultan, pejabat, marketing profesional, leader MLM, staf karyawan, mahasiswa bahkan ibu rumah tangga dengan penuh antusias menceritakan siapa Allianz dan mengapa anda perlu bergabung di dalamnya.

Fenomena seperti ini pernah saya alami pada tahun 90-an ketika untuk pertama kali Indonesia mengenal bisnis Multi Level Marketing.
Masalah yang muncul dari beberapa orang yang setengah paham atau tidak paham sama sekali mengatakan bahwa Allianz sekarang di MLM kan, benarkah demikian ?

Istilah Network Marketing ?

Selama saya menekuni bisnis jaringan selama kurang lebih 20 tahunan, masih banyak kebingungan dan kerancuan dalam masyarakt ketika menggunakan istilah umum seperti Network Marketing dan kategori turunannya seperti Multi Level, Direct Selling, Member Get Member, Afilliate Marketing.
Beberapa industri malah secara sengaja menggunakan istilah Network Marketing ini untuk “mengaburkan” esensi bisnis yang sesungguhnya sebagai skema penipuan, selain tujuan lainnya sebagai alasan ingin tampil berbeda dari yang lain.

Menurut saya boleh-boleh saja menggunakan salah satu dari ragam terminologi ini (network marketing, multi level, direct selling, atau afiliate marketing ) untuk menjelaskan bisnisnya asalkan memahami konteks bisnisnya secara utuh. Tetapi tidak sedikit yang terjadi pelakunya sendiri juga bingung, apalagi prospeknya ?

Itulah sebabnya Allianz sebagai perusahaan Top Dunia yang telah terdaftar di Fortune 500 & Forbes, begitu menjaga reputasi mereknya untuk menghindari hal di atas.

Efek Bahaya yang bisa terjadi bagi para marketer jika tidak memahami pilihan terrminologi bahasa yang digunakan adalah berhubungan dengan penerapan strategi yang salah untuk mencapai tujuan bisnisnya bahkan bisa menimbulkan kerugian besar dan kehancuran dalam jangka panjang.
Untuk memulai sebuah bisnis yang sangat sukses anda memerlukan pemahaman yang jelas ( Clear Understanding) atas apa yang sedang anda geluti.

Peran dan Esensi Marketing 

Pahamilah bahwa pada dasarnya marketing merupakan sebuah upaya menyesuaikan antara produk atau jasa dengan kebutuhan dan keinginan dari target pasar dan segala tindakannya berkaitan dengan sebuah keuntungan / profit. 
Sehingga apapun istilah yang akan digunakan, peran seorang marketing adalah menjadi perhatian penting dari target pasar sehingga bisa “menjual” sesuatu.

Marketing berhubungan dengan segala hal yang bisa mentransfer sebuah produk atau jasa dari produsen kepada konsumen, seperti advertising, kemasan, public relation, dan komunikasi bisnis secara personal karena konsumennya adalah manusia. Marketing adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh pelanggan dan menjalin hubungan dalam jangka panjang.

Network Marketing

Istilah ini pertama kali dipopulerkan sejak 1982 oleh John Nesbit melalui buku fenomenalnya yaitu Megatrends 2000. Pada saat itu John Nesbit memprediksi kondisi dunia tahun 2000 dipenuhi dengan segala hal yang berbau canggih (high-tech), konsumen lebih banyak mengandalkan referensi pribadi untuk membuat keputusan dibandingkan mengandalkan informasi dari iklan, selebaran, brosur, dan media promosi lainnya.

Hal ini terjadi disebabkan para konsumen sudah mengalami titik kejenuhan informasi pemasaran yang mengharuskan menyaring setiap informasi lebih lanjut dari dunia di sekitar mereka. Kondisi ini akan mendorong pentingnya ketrampilan komunikasi personal dan sentuhan pribadi seperti teknologi mendengar konsumen, pemecahan masalah dan public speaking.

John Nesbit meramalkan seorang yang memiliki kecakapan di atas, akan meraih kesuksesan besar dalam bisnis jangka panjang di tahun 2000.

Prediksi ini menjadi terbukti, perhatikan bagaimana sebuah bisnis melambung disebabkan seseorang yang dipercaya menceritakan pengalamannya melalui jejaring sosial media yang berisi jutaan account personal, mereka saling berbicara, berkomentar terhadap produk itu. Lihat pula bagaimana kesuksesan Apple karena kehebatan komunikasi publik Steve Jobb dalam mempresentasikan produknya.

Mega Trend Network Marketing Bisnis Asuransi : Allianz

Inilah hebatnya Allianz yang mengusung konsep Business System
Allianz sudah meninggalkan pola lama yang masih dianut oleh perusahaan pesaingnya. Karena persaingan antara perusahaan asuransi sudah sedemikian padat tak bergerak, Allianz akhirnya menciptakan Genre Baru dalam mendistribusikan produknya kepada nasabahnya. 

Idealnya produk asuransi tidak lagi dijual oleh para agennya tetapi dibeli oleh para nasabahnya. 

Nasabah di masa depan bukan lagi menjadi buyer tetapi menjadi seller terhadap teman-temannya. Yang mengambil peran aktif untuk menjual berpindah dari lini agen menjadi antar nasabah. Karena itu Allianz menciptakan skema kerjasama yang mewadahi kebutuhan produk dan bisnis para nasabahnya.

Siapa Yang Memiliki Ketrampilan Bisnis Masa Depan ?

Melatih Ketrampilan berkomunikasi secara massal ( Presentasi Publik, Kepemimpinan Organisasi, Pemecahan Masalah, Seminar Motivasi dan Cara kerja yang dapat duplikasi ) dalam aplikasi bisnis hingga saat ini masih didominasi oleh Bisnis Multi Level Marketing karena alasan tertentu.

Sudah banyak bukti, para pelaku bisnis MLM latar belakang dahulunya bukan siapa-siapa, tidak mempunyai teman, takut berbicara, tidak pandai menjual setelah 2-5 tahun menggeluti bisnis MLM berubah 180 derajat. Tetapi tidak berarti semuanya berhasil di bisnis MLM nya jika tidak bersedia belajar dan berkorban. Uniknya walaupun masih menjadi leader tanggung tetapi saat ketrampilannya digunakan untuk bidang lain, mereka sangat cepat menapaki kesuksesan.

Merekrut Agen Asuransi atau Pebisnis Jaringan Agen Asuransi ?

Selama fokus sebuah perusahaan asuransi adalah merekrut seorang agen yang memiliki kepercayaan diri yang positif, semangat kerja tinggi dan skill penjualan penjualan yang hebat tetapi MENGABAIKAN untuk merekrut seseorang yang memiliki latar belakang Pebisnis Jaringan yang mengerti sistem maka ledakan jumlah pelaku bisnisnya tidak seperti pada MLM.

Kebanyakan perusahaan asuransi lebih suka mengejar agen elite yaitu :

  1. Menguasai segudang pengetahuan tentang penjualan dan produk asuransi 
  2. Memiliki relasi nasabah kakap atau premium class yang lebih kaya walaupun jumlahnya tidak banyak (jumlah premium class sebuah negara rata-rata 1-2% dari total penduduk).

Masalahnya karakter pebisnis jaringan tidak terlalu menyukai sebuah bisnis yang harus dikerjakan sendirian untuk memiliki penghasilan besar atau cukup dengan sedikit orang dalam sebuah tim. 

Leader MLM tidak seperti pasukan tempur elit, sedikit orang untuk menyelesaikan tugas. Leader MLM ibarat seseorang yang bisa menciptakan pasukan tempur milisi dalam jumlah banyak ( kelas menengah mencapai 60-70 % dari jumlah penduduk) dan endingnya mereka militan dengan apa yang diperjuangkan.

Jika Allianz sebagai perusahaan reputasi dunia dengan Produk Hebat seperti Tapro dan Allianz merekrut Leader seperti Anda (anda seorang pribadi yang dipercaya + memiliki Reputasi Memimpin + Skill Menjalin hubungan Personal + Skill Komunikasi Publik + mampu mengorganisir rapi langkah kerjanya + memiliki basis teman loyal dalam jumlah besar + sistemnya mampu menciptakan orang yang sama secara otomatis) maka bisa dipastikan hasilnya seperti apa lima tahun mendatang ?

Jadi menurut anda, siapa yang memiliki ketrampilan bisnis masa depan dalam asuransi ? Menurut saya yang jelas bukan seorang salesman atau profesional financial consultant.

Apakah Business System Allianz adalah Multi Level Marketing ?

Multi Level adalah istilah untuk menggambarkan struktur pemasaran dan kompensasi bonusnya dirancang untuk menciptakan tenaga penjualan melalui seorang sponsor. Seorang sponsor memperoleh bonus dari penjualan pribadi dan penjualan dari para sponsor di bawahnya.

Prinsip dasar dari MLM adalah mereka percaya bahwa struktur memberikan kompensasi berjenjang lebih efisien dan efektif daripada struktur penjualan tradisional. Semakin banyak mereka merekrut tenaga penjualan semakin sukses. 

Komponen utama kesuksesan organisasi MLM adalah menciptakan taktik pemasaran yang dapat diduplikasi. Hal ini membutuhkan metode pemasaran yang sederhana dan bisa dipelajari secara cepat agar produk cepat didistribusikan secara cepat dalam jumlah yang besar pula.

Leader MLM memfokuskan dirinya untuk memperbesar omset setiap peringkat level di bawahnya. MLM harus berhubungan dengan produk bukan jasa agar yang bisa dibeli berulang kali.

Allianz adalah perusahaan yang berhubungan dengan jasa proteksi keuangan jika terjadi sebuah bencana di masa depan. Kapan waktunya tidak ada yang bisa memastikan. Perusahaan asuransi menerima setoran dana / tabungan secara berkala dalam jangka waktu yang panjang yang dititipkan oleh para nasabah untuk dikelola melalui instrumen keuangan. 

Sekali sebuah account (polis) diotorisasi oleh Allianz dan pengelolaannya diawasi secara baik oleh lembaga keuangan resmi negara ( seperti OJK ) maka account tersebut oleh nasabah harus senantiasa aktif dipertahankan persistensi setoran dananya (penabungannya). 

Perusahaan asuransi mengutamakan persistensi setiap account sebagai upaya untuk mempertahankan kemampuannya membayar biaya asuransi sepanjang usia nasabahnya, terlebih lagi ketika nasabahnya mengajukan cuti premi.
MLM tidak butuh persistensi setiap account, dia hanya butuh omset baru yang persisten.

Untuk memahami konsep persistensi akan saya berikan contoh seperti ini. Sekali anda menikahi seorang wanita maka tugas anda membiayai tidak berhenti pada saat istri anda memiliki anak. Anda harus merawatnya hingga anak anda dewasa. Bahkan ketika dari anak anda memiliki keturunan anda sebagai kakeknya masih perlu memperhatikannya, karena semuanya adalah aset berharga anda.

MLM tidak butuh persistensi dalam satu account, ibaratnya saat anda bertemu wanita tugas anda untuk menafkahinya boleh berhenti ketika anda ketemu wanita lainnya. Asal anda bisa menafkahi sekali dari ribuan wanita itu tidak masalah. Mungkin contoh ini terlalu ekstrim saya kemukakan tetapi memang tidak mudah memberikan pemahaman pelaku MLM soal ini. Mereka lebih mudah memahami caranya menciptakan orang baru, ditinggal yang lama bukanlah persoalan besar karena ada sistem yang bisa merekrut orang baru.
Itulah sebabnya Allianz bukanlah Multi Level Marketing, sehingga tidak bisa diterapkan 100% copy paste di dalam Allianz.

Alasan lainnya adalah Allianz tidak bisa dibangun seperti bisnis MLM
Produk asuransi adalah murni Proteksi Keuangan atas sebuah bencana
Menjadi agen asuransi harus melalui sertifikasi dan tidak memungkinkan menjadi agen ganda pada perusahaan lain yang sejenis.

Alasan lainnya dapat anda pelajari pada sesi Basic Training yang diselenggarakan Univision.

Allianz adalah Network Marketing dan bukan MLM. Allianz adalah Network Marketing yang menerapkan Business System. Business System adalah genre baru. Itulah sebabnya anda memerlukan Univision untuk memahami konsep dan membangun bisnisnya.

Dalam kesempatan tulisan lainnya akan kami uraikan apa itu perbedaaanya dengan Direct Selling, Afiliate Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: