Sukses karena anumu gagal karena anuku

  
Apakah anda ingin sukses? 

Kalimat ini terasa klise, sebagai kalimat oratoris yang tidak memerlukan jawaban. Semua orang tentu ingin berhasil.

Jika semua orang ingin berhasil, mengapa sedikit saja mereka yang bisa berhasil? Apakah karena tidak cukup kerja keras? Faktanya orang gagal banyak yang lebih bekerja keras dibandingkan mereka yang sukses.

Kerja keras lah anda akan sukses…saya sering mendengar ini saat saya masih bekerja di kantor sebagai staff.

Kerja keras sebagai sebab utama kesuksesan menurut saya adalah sebuah kebohongan. Anda perlu mempelajari mengapa mereka yang bekerja keras, membarter waktunya – hingga hidupnya tidak lagi seimbang terhadap diri dan keluarganya, mengambil seluruh peluang kerja lembur jika masih ada endingnya hidupnya tetap miskin?

Referensi yang sangat penting adalah yang menjelaskan Sebab mereka tidak sukses walau kerja keras adalah buku Robert T Kyosaki The Cash Flow Quadrant. Walaupun banyak yang sudah mendengar, tetapi saya yakin banyak yang belum membacanya. Jika sudah hanya sekali membaca tidak berulang-ulang membacanya.

Robert Kyosaki mengatakan bahwa sebab orang gagal dan tetap miskin bukan karena tidak bekerja keras, tetapi SALAH MEMILIH KUADRAN PEKERJAANNYA.

Menjadi sukses berarti bersedia untuk berubah.

Merubah segalanya secara radikal, akan memberikan hasil yang bisa terukur. 

Kebanyakan dari kita tidak bersedia berubah. Mereka menginginkan yang berubah adalah di luar dirinya. Orang lain yang harus berubah terhadap kita, perusahaannya yang harus berubah, support systemnya yang harus berubah, cara kerjanya yang harus berubah.

Jika mau berubah itupun akan berubah tetapi yang SEDIKIT saja. 

Berubah membuat diri kita menjadi tidak nyaman. 

Untuk menjadi sukses di bidang apapun, kita perlu melakukan penyesuaian yang berhubungan dengan komponen yang membuat sukses.

Perubahan dalam segala lini, perubahan luar dan dalam.

Tidak Berubah sama dengan Tidak Sukses.

Sebuah konferensi kesehatan tingkat dunia beberapa puluh tahun silam, seluruh pakar kesehatan dikumpulkan dalam satu forum untuk menemukan salah satu cara agar penyakit epidemi bisa sirna. Anda tahu kesimpulannya ?

80% kontributor paling besar timbulnya segala penyakit yang dahulunya tidak ada serta sirnanya segala macam penyakit adalah kebiasaan manusia itu sendiri. Jika manusia di dunia bersedia memperbaiki kebiasaan hidupnya menjadi lebih sehat maka tidak akan ada kerumitan dunia medis seperti saat ini. 

Sakit kritis seperti serangan jantung, stroke, diabetes, kanker diawali dari pola hidup dan kebiasaan tidak sehat yang dilakukan secara berulang. Seperti tidak berolah raga, mengkonsumsi makanan lemak jenuh, pikiran stress, dan lain-lain adalah persoalan kebiasaan.

Pernah diadakan sebuah survey yang mendalam dari ratusan orang dan hasilnya mengejutkan : Jika seorang dokter pribadi anda mengatakan tidak berolah raga maka anda akan mati, mengkonsumsi makanan tidak sehat maka anda mati, berfikir stress maka anda mati

10 dari 9 orang tetap melakukan kebiasaannya walaupun dokter pribadinya mengatakan hal diatas.

Alasan kematian tidak juga membuat kebiasaan manusia berubah.

Itulah sebabnya saya sangat menghormati sebuah komunitas bisnis dan komunitas sosial yang mampu merubah kebiasaan anggotanya menjadi lebih baik, karena hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Tetapi dampaknya akan sangat besar bagi peradaban manusia.

Industri support system perusahaan multi level marketing banyak memberikan perhatian mengenai hal ini. Itulah sebabnya lulusan support system sebuah perusahaan mlm jika ditempatkan pada bidang yang lain mereka cenderung lebih cepat berhasil karena mampu mengajarkan prinsip perubahan dan adaptasi menuju kesuksesan.

Ingin sukses atau ingin alasan ?

Karena berubah pada dasarnya membuat hidup seseorang menjadi tidak nyaman, maka jalan yang paling pendek untuk menghindari konsekuensi sebuah perubahan adalah dengan mengajukan berbagai alasan yang “masuk akal” mengapa dirinya tidak bisa.

Saya ingin sukses pak, tapi kondisi ekonomi saya tidak memungkinkan untuk menjalankan bisnis sampingan…

Saya tahu caranya lebih sukses di bisnis, tetapi kesehatan sayalah yang menjadi kendala utamanya..

Saya ingin sukes pak, tapi karena anu… Sehingga mana bisa saya melangkah?

Anu pak..masalahnya saya masih ada anu pak…

Sukses tidak membutuhkan alasan, gagalpun tidak membutuhkan alasan..

Kata David J Schwartz 1000 alasan bisa anda kemukakan mengapa anda gagal, tetapi hanya satu alasan mengapa anda berhasil ” Tidak banyak alasan”

Bagaimana anda bisa berubah? Lihat di Live Today Univision

4 respons untuk ‘Sukses karena anumu gagal karena anuku

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: