Saya Kuatir Tidak Bisa Menabung Rutin ?

  
Saya Kuatir Tidak Bisa Menabung Rutin ?

Beberapa kasus lapangan yang cukup sering dijumpai business partner Allianz adalah kecemasan tidak ada uang yang bisa ditabungkan, kuatir di tengah jalan selama proses menabung tidak bisa melanjutkan sampai selesainya masa akhir kontrak.
Masalahnya kecemasan ini seringkali tidak diutarakan langsung sehingga menjadi kendala terselubung.

Rugi jika tidak bisa membayar hingga selesai”

Mereka memiliki asumsi keliru jika menabung di asuransi dan pada akhirnya nanti tidak mampu diteruskan maka dianggap sebuah kerugian, daripada terlanjur mengeluarkan uang lebih baik tidak usah ikut sekalian.
Menabung bagi masyarakat pada umumnya dianggap sebagai pengeluaran, diasumsikan sebagai bagian yang terpisah dari solusi menciptakan kemakmuran finansial.
Jika anda memperhatikan konsep penabungan Tapro hampir bisa dipastikan tidak ada komponen pengeluaran yang perlu ditanggung oleh penabung.
Komponen pembentuk Tabungan Proteksi (TaPro) diantaranya :

  1. Dana Derma (tabarru’) merupakan dana yang dialokasikan pada rekening terpisah yg disisihkan untuk membantu peserta lainnya pada saat mengalami musibah sakit kritis dan kematian. Anda tidak bisa menggunakannya jika tidak dalam kondisi darurat. Saya rasa memberikan derma bukanlah tergolong pengeluaran yang merugikan finansial anda, karena tidak ada orang menjadi miskin karena terlalu banyak memberikan derma, malah justru sebaliknya.
  2. Biaya administrasi Rp 26.500 per polis penabungan. Dana anda dikelola secara hati-hati dan profesional oleh manager investasi Allianz untuk 100% kepentingan anda, termasuk urusan tetek bengek seputar pengiriman, surat2 konfirmasi, pelayanan prima, dan urusan administrasi yang rumit agar menjadi mudah. Jika berfikir uang sekecil itu dianggap biaya besar rasanya tidak fair, karena belum tentu kita sanggup melakukannya sebaik Allianz jika dibayar 26.500 perbulan kecuali jika anda tergolong orang pait bin pelit yang meminta orang lain bekerja dan anda merasa rugi jika harus membayar keringatnya.
  3. Biaya akuisisi selama 5 tahun selama masa penabungan, itupun bukanlah sesuatu yg berarti mengingat di tahun ke 6 dan seterusnya terdapat pengembalian prosentasi 5,26% dari setiap saldo yg disetor. Jadi jika anda menyetor Rp 1 juta maka sama dengan menyetor Rp 1.052.600, Rp 10 juta sama dengan menyetor Rp 10.526.000 dan seterusnya

Tiga Pola Cara Memahami Uang
Robert T Kyosaki dalam berbagai bukunya memaparkan pola dan cara memahami masalah keuangan antara orang miskin, orang menengah dan orang kaya.

Uang adalah sumber masalah
Saya dipenjara terus menerus dengan persoalan keuangan

Uang adalah persoalan bagaimana saya menggunakan tenaga ahli dan kekuatan daya ungkit

Bagaimana penjelasannya ? Ikuti artikel selanjutnya

Kekuatiran tidak bisa menabung rutin adalah cermin mentalitas orang miskin.

Orang miskin menganggap bahwa sumber daya keuangan yang mereka miliki saat ini tidak bisa diperbarui dan percaya akan habis jika dipindahkan pada instrumen tabungan Tapro. Semakin mereka menggenggam uangnya disayang-sayang agar tidak keluar dari rekening tabungannya, tanpa disadari nilainya terus menyusut digerogoti oleh faktor inflasi dan potongan-potongan sana sini. Uangnya tercaik-cabik, nilainya semakin compang camping merosot dan habis.

Menghadapi prospek yang berfikir kuatir tidak bisa menabung rutin, berarti anda sedang berhadapan dengan mentalitas orang miskin walaupun uangnya bisa jadi lebih besar daripada tabungan milik anda.

Saya katakan pada kawan saya, saat saya memperkenalkan Tapro dan dia mengutarakan kecemasannya soal di atas, untungnya dia jujur dengan pikirannya : kuatir tidak bisa rutin menabung.

Saya katakan “mbak jangan seperti orang miskin begitu dong?” Setahuku kamu memiliki bisnis yang berjalan baik, tentunya kamu sebagai pebisnis memiliki keyakinan dan harapan besok akan lebih baik daripada kemarin, kan? Sambil dia menyetujui perkataan saya, pola pengelolaan dana Tapro serta penyediaan dana cash darurat saya perjelas kembali.

Mengapa kamu takut tidak bisa menabung? Justru yang harus dikhawatirkan adalah dampak yang terjadi jika tidak memiliki Tapro Allianz terlalu banyak yang akhirnya bangkrut dan jatuh miskin. Saya membandingkan hanya memiliki tabungan tanpa Tapro dengan memiliki Tapro Allianz tanpa memiliki tabungan.

Walaupun kondisi ideal adalah memiliki keduanya, tetapi fakta membuktikan bahwa justru jika berhenti menabung di bank tidak memberi dampak positif atau negatif yang lebih besar dibandingkan berhenti menabung di Tapro. 

Persoalannya bukan karena dananya akan sia-sia tetapi karena usia kita terus bertambah sehingga resiko pengeluaran tak terduga atas kesehatan diri kita bisa terjadi kapanpun dan kepada siapapun dalam anggota keluarganya.

Tiga Kasta

Ada 3 cara orang dalam menangani masalah keuangan

  1. Cara orang miskin mengatasi masalah keuangan. Mereka menganggap bahwa mereka adalah KORBAN UANG. Mereka menganggap, bahwa hanya dirinyalah satu-satunya di dunia ini yang mengalami masalah keuangan. Hanya dirinyalah yang begitu menderita dan perlu dikasihani karena problem uang. Mereka beranggapan, bahwa jika mereka memiliki banyak uang, masalah mereka akan teratasi. Sikap mereka terhadap uanglah yang menjadi sumber masalahnya. Sikap merekalah yang menciptakan masalah keuangan mereka sendiri. Ketidakmampuan mereka, atau tindakan menghindarinya hanya akan memperpanjang daftar masalah keuangan mereka, dan masalah akan semakin membesar. Seiring berjalannya waktu semakin bekerja keras bukannya tambah kaya malah semakin miskin, mereka mati merasa kekurangan uang di tengah-tengah peluang rezeki. 
  2. Cara kelas menengah mengatasi masalah keuangan. Sementara orang miskin menjadi korban uang, orang kelas menengah adalah TAWANAN UANG. Cara mengatasinya sangat unik, bukannya mencari solusi keuangan mereka malah menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak terlalu diperlukan. Menghabiskan uang untuk sekolah lagi supaya mendapatkan pekerjaan yang aman. Bukan sekolahnya yang jadi masalah tetapi tujuannya yang akan menjebak dirinya dalam fatamorgana. Mereka menghasilkan uang dan memiliki pekerjaan yang cukup aman, namun di lubuk hati mereka yang paling dalam mereka tahu bahwa sudah terjebak dalam masalah keuangan serta malas untuk belajar mengenai cara mencerdaskan dirinya dalam keuangan . Mereka lebih menghargai keamanan kerja daripada tantangan keuangan. Jangankan menjadi seorang pebisnis waktu dan tenaga mereka dialokasikan untuk bekerja pada seorang enterpreneur. Mereka harus memiliki bos atau atasan agar disebut sebagai sebuah pekerjaan. Lebih baik bekerja keras asal dapat gaji tetap walaupun untuk memiliki rumah mereka harus berhutang selama puluhan tahun daripada mencari jalan keluar alternatif membangun bisnis yang menawarkan penghasilan tanpa batas.
  3. Cara orang kaya mengatasi masalah keuangan. Dalam prosesnya, mereka tidak bekerja sendirian. Mereka bekerja secara tim dalam mengatasi persoalan. Mereka memiliki konsultan dan mentor yang ahli di bidang pengembangan aset dan keuangan. Mereka menjadi semakin cerdas walaupun kondisi keuangannya begitu penuh dinamika karena kondisi perekonomian makro yang dihadapi terus berubah tak menentu. Orang kaya tidak berhenti untuk belajar. Mereka bisa membedakan mana pengeluaran yang menjadi kebutuhan dengan pengeluaran yang didorong oleh keinginan. Mereka bisa membedakan keinginan konsumtif dengan keinginan produktif. Mereka begitu bergairah mencari sumber aset yang paling potensial untuk dikembangkan. 

Perbedaan Tabungan dengan Tapro 
Robert T Kyosaki menjelaskan mengapa seseorang tidak bisa kaya, apakah karena tidak bekerja keras ? Bahkan dengan dibantu hidup hematpun tetap tidak bisa kaya, hanya nampak kaya atau hanya setahun kaya tetapi tahun berikutnya, tidak tahu?

Ukuran kaya menurut saya adalah berapa lama anda mampu meninggalkan pekerjaan anda dan anda masih tetap menerima penghasilan anda. Jika anda seorang manajer tetap dibayar selama setahun walaupun anda tdk bekerja setahun maka anda adalah orang kaya satu tahun.

Jika anda tidak bekerja selamanya apakah masih memperoleh pendapatan ? Fakta yang sering saya jumpai mengabdi dan bekerja keras 10 tahun, begitu berhenti bekerja karena jatuh sakit selama sebulan atau bertemu keluarga seminggu lamanya langsung berhenti penghasilannya alias dipecat.

Disinilah pentingnya memiliki aset bagi siapa saja yang ingin hidup tenang tidak dikejar kejar dengan uang.

Mengapa seseorang tidak bisa kaya dan harus mengejar uang terus menerus? Karena salah memilih jenis atau kuadran pekerjaannya, kata Robert T Kyosaki.

Sumber penghasilan dari dua kuadran ( kiri dan kanan) amat berbeda, kuadran kiri berasal dari barter waktu dan skill.

Sumber penghasilan kuadran kanan adalah aset.Apakah yang dimaksud dengan aset itu ? Rumah ? Deposito ? Mobil ? Mesin ? Atau skill ? Menurut Kiyosaki, aset adalah sesuatu yang bisa menciptakan penghasilan. Sebuah rumah bukanlah suatu aset jika tidak menghasilkan uang bagi pemiliknya. Rumah yang kita tinggali adalah Liabilitas, sementara rumah yang kita sewakan adalah ASET karena memberikan kita penghasilan. Diri kita adalah aset, keterampilan kita juga aset, pegawai adalah aset, dan uang itu sendiri adalah aset. Suatu bisa dikatakan asset atau tidak ditentukan dari cara kita memanfaatkannya.

Nah, bagaimana dengan tabungan anda di bank? Apakah dia memiliki kemampuan menghasilkan uang? Jika iya maka itu aset jika tidak maka tidak tergolong aset bahkan bisa berarti semi hutang karena berapapun uang yang masuk langsung digerus nilainya karena potongan ini dan itu.

Tapro Aset atau Bukan ?

Memahami definisi aset di atas, maka jika Tapro mampu memberikan penghasilan bisa saya sebut sebagai aset yang layak ditingkatkan nilainya setiap tahunnya.

Pada saat memasukkan saldo yang disebut premi, maka pihak Allianz akan mengalokasikannya dalam beberapa instrumen keuangan yang terdiri dari saham, deposito, obligasi, pendapatan kas agar hasil investasinya dapat dipergunakan untuk membiayai dirinya sendiri. Maksudnya bagaimana? Setiap asuransi memiliki komponen dana tabarru’ (derma) atau cost of insurance yang harus tersedia setiap bulannya. 

Hasil pengelolaan investasi inilah yang membuat anda bisa berhenti memasukkan dana penabungan setelah 10 tahun anda menabung ya secara rutin. Seperti perumpamaan anda membiayai semua kebutuhan anak anda pada saat masih kecil begitu beranjak dewasa sang anak tidak perlu lagi dukungan keuangan dari anda karena sudah mampu mandiri secara finansial bahkan berganti membantu keuangan anda pada saat tua.

Tapro justru akan memberikan penghasilan bagi anda. Tapro bukan sekedar program proteksi keuangan anda, atau perlindungan atas aset berharga milik anda, Tapro adalah Aset yang bisa memberikan penghasilan untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: