Marketing Plan MLM dan Asuransi, mana yang lebih aman ?

  Compensation Plan MLM dengan Asuransi

Spirit dari perusahaan MLM adalah compensation plan atau marketing plan. 

Semakin menarik dan menguntungkan marketing plan bagi distributor semakin banyak yang bergabung otomatis semakin banyak yang membeli produk.

Motivasi terbesar distributor MLM pada level profesional adalah income yang besar. 

Level profesional artinya telah memiliki pengalaman dan skill yang cukup mumpuni untuk menggerakkan orang dalam organisasinya serta telah memiliki puluhan, ratusan bahkan ribuan pendukung yang siap gabung kapan saja dan dimana saja. Tim para profesional ini memiliki loyalitas dan militansi cukup tinggi walau harus hidup nomaden berpindah-pindah perusahaan MLM. 

Masalahnya adalah owner perusahaan MLM mengabaikan faktor resiko jika perusahaannya mengalami gagal bayar karena over pay, selama di masa tertentu tujuan profit telah tercapai. 

Sebelum mengalami decline perusahaan hrus cepat tutup, cirinya dengan merubah marketing plan atau tiba-tiba berhenti kegiatan operasionalnya.

Perusahaan MLM yang saya maksud adalah yang tidak dalam pengawasan negara atau lembaga APLI, jadi tidak semua MLM seperti ini.

Salah satu syarat sebuah perusahaan MLM bisa beroperasi secara resmi adalah mempresentasikan konsep pembagian keuntungannya dan tidak boleh melebihi 55% payout agar perusahaan tidak berhenti di tengah jalan. Syarat lainnya adalah memiliki 3 jenis produk yang bisa dipasarkan. Produk tersebut harus memperoleh ijin Balai POM atau sertifikasi yg lebih rendah sebagai produk IRT (industri rumah tangga)

Mekanisme yang rumit inilah yang tidak disukai oleh para owner MLM karena jika payoutnya hanya 55% tidak cukup diminati oleh para leader yang haus dengan bonus besar. Kalau perlu payoutnya mencapai 95% agar aliran dana bisa masuk. 

Bagaimana Menyiasati payout tinggi, tetapi tetap untung? 

Tidak ada lain adalah menggelembungkan / membully harga produk hingga angka yang fantastis. Contoh saja produk herbal dengan harga dasar Rp 100.000/ paket dibandrol harga jual Rp 1.500.000/paket. Atau produk alat kesehatan dengn harga dasar Rp 20.000/ biji dijual harga Rp 600.000/biji.

Strategi kuno tetapi tetap ampuh.

Itulah sebabnya jika produk MLM laris manis terjual itu bukan karena mutu yang bagus tetapi lebih disebabkan kemampuan perusahaan dan para leadernya untuk memberikan “tambahan citra” agar nampak nyata.

Kembali kepada topik Marketing Plan MLM dan asuransi,

Selama 20 tahunan saya menekuni perusahaan MLM, pihak perusahaan bisa secara langsung merubah berkali kali marketing plannya tanpa harus melaporkan terlebih dahulu kepada lembaga resmi negara. Tentu saja, karena mereka tidak terdaftar di dalam lingkup APLI (asosiasi penjualan langsung indonesia) 

Kondisi ini berbeda dengan perusahaan asuransi.

Tidak mudah bagi perusahaan yang bergerak di bidang keuangan seperti asuransi untuk merubah semaunya tanpa sertifikasi lembaga pengawas keuangan sebelumnya.

Itulah sebabnya porsi pembagian komisi para agen asuransi dimanapun tidak jauh berbeda, hanya cara membagi prosentasenya saja yang berbeda untuk setiap level keagenan. 

Perubahan marketing plan perusahaan asuransi cenderung STATIS sejak tahun 90-an hingga sekarang yang tetap itu-itu saja.

Tetapi justru inilah yang mulai diminati oleh para profesional jaringan. Mereka lelah dipermainkan oleh perusahaan MLM gadungan, karena alasan di atas. 

Believe para pelaku jaringan untuk mencari Pasive Income akan rontok jika marketing plannya berubah terlalu sering. 

Karena setiap perubahan marketing plan akan menimbulkan gejolak yang masif dan berpotensi meluluh lantakan sendi kepercayaan orang-orang dalam grupnya. Mereka bisa pergi berombongan dan tidak pernah kembali hanya menyisakan kekecewaan terhadap leader yang pernah mengajaknya karena perusahaan tidak memiliki KOMITMEN yang benar.

Marketing Plan Asuransi

Dalam asuransi dikenal yang namanya lembaga aktuaria. 

Lembaga ini memegang peranan sangat penting sebelum perusahaan asuransi melaunching sebuah produk dan marketing plan bagi para agennya. 

Karena setiap produk yang dilaunching mengandung nilai resiko atas dana yang dikelola, maka desain konsep marketing plan juga penting untuk diawasi.

Apa itu Aktuaria ? 

Aktuaria adalah ilmu yang mengaplikasikan metode matematika dan ilmu statistika untuk menaksir risiko dalam industri asuransi dan keuangan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 426/KMK.06/2003 BAB III Pasal 16, perusahaan asuransi jiwa harus mengangkat seorang aktuaris sebagai aktuaris perusahaan yang memiliki kualifikasi sebagai aktuaris dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) atau asosiasi sejenis dari luar negeri yang terdaftar sebagai anggota penuh International Association of Actuaries (http://id.wikipedia.org/wiki/Aktuaris).

Fungsi Aktuaria dalam perusahaan asuransi adalah sebagai berikut:

  • 
Seorang aktuaria harus memastikan customer / nasabah membayar premi sesuai dengan risikonya.
  • Seorang aktuaria harus memastikan premi yang terkumpul cukup untuk membayar klaim yang terjadi dan menutupi biaya operasional perusahaan.
  • Seorang aktuaria harus memastikan premi yang terkumpul harus wajar dan bersaing.

Dari segi pekerjaan fungsi yang dilakukan oleh seorang aktuaria atau aktuaris di setiap perusahaan asuransi, adalah :

  1. Membuat dan menetapkan sebuah harga Produk asuransi dengan menggunakan Tingkat Mortalita; Morbidita
, Tingkat Investasi
, Skala Penjualan
, Skala Biaya
, Klasifikasi Risiko
  2. Membuat estimasi / Cadangan atas Risiko yang akan/telah dijamin
, Menjaga Kesehatan keuangan
, Memastikan kecukupan kewajiban
  3. Membuat proyeksi dan analisis teknis perkembangan perusahaan
, Membuat analisis kecukupan Pemasukan dan kewajiban
, Meninjau ulang kecukupan tingkat mortalita; morbidita
, Meninjau ulang kecukupan tingkat Investasi
, Meninjau ulang kecukupan dan kewajaran biaya-biaya
, Meninjau ulang risiko yang ada dengan kewajarannya
, Meninjau Ulang harga atas penjualan dengan volume penjualan

Menurut anda, jika anda menginginkan memiliki pasive income atau penghasilan pasif atas kinerja anda mana yang lebih anda pilih menyandarkan marketing plan MLM atau asuransi ?

Saya memilih memiliki income yang pasti dan stabil. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: