Biaya Sakit Kritis : Problem Masyarakat yang belum terpecahkan

tapro

Hasil Penelitian Badan Kesehatan Dunia – WHO

Berikut ini hasil penelitian Badan Kesehatan Dunia WHO :

  • 90% penduduk Indonesia meninggal diawali dengan sakit kritis, hanya 10% meninggal secara alami.
  • 7 dari 10 orang penduduk dunia berpotensi mengalami serangan jantung, diabetes atau kanker.
  • Jumlah Penderita Sakit Kritis penduduk Indonesia mencapai 12 juta orang (2011).
  • Penderita jantung, stroke dan kanker di Indonesia masing-masing sebanyak 230 ribu orang.
  • 20% masyarakat kelas menengah dan atas jatuh miskin akibat sakit kritis.
  • Urutan pertama sakit kritis di Indonesia adalah jantung, kanker dan tumor, serta hipertensi.

Biaya & Problem Masyarakat

Golongan Sakit Kritis di atas dikategorikan sebagai jenis penyakit yang mematikan dengan biaya pengobatan sangat mahal dan berpotensi besar atas hilangnya karir pekerjaan/ bisnis, sedangkan Program Jaminan Kesehatan/ Asuransi Kesehatan yang telah tersedia memberikan plafon proteksi yang kurang memadai, mengingat biaya obat dan perawatan Rumah Sakit semakin hari semakin melambung.

Tahukah Anda berapa biaya yang harus Anda siapkan pada awal bulan saat anggota keluarga mengalami sakit kritis / Critical Illness ?

Data yang diambil dari beberapa rumah sakit di Jakarta menunjukkan bahwa berapapun saldo tabungan yang telah Anda kumpulkan dengan susah payah dalam hitungan bulan akan ludes, bila tidak cukup asset rumah/ mobil/tanah yang Anda miliki akan terjual, itupun jika tidak cukup maka hutang adalah pilihan terakhir yang tidak menyenangkan bagi kesehatan mental pasangan Anda, termasuk Anda.

STROKE

Data Yayasan Stroke Indonesia (www.yastroki.or.id) angka kejadian stroke mencapai 63,52 per 100.000 pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Secara kasar, setiap hari dua orang Indonesia terkena stroke.

KANKER

Kanker ternyata menjadi penyakit urutan pertama yang membuat pasiennya menjadi “kantong kering” alias bangkrut. Dalam konferensi Global para ahli kanker di China, penyakit kanker adalah penyebab utama kematian di China (sumber: Kompas.com, Selasa 12 Agst 2010)

Laporan American Cancer Society bahwa kanker mengurangi produktifitas penderitanya lebih besar dibandingkan AIDS.

Data Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Jakarta dari 400 pasien baru/tahun yang mengalami kematian akibat kanker leher rahim mencapai 66%.

BIAYA BULAN PERTAMA & BIAYA PENGOBATAN

 STROKE 200 Juta Kanker 500 Juta
 Serangan Jantung 270 Juta  Parkinson 900 Juta
  Paru Paru 200 Juta
 Gagal Ginjal 80 Juta selamanya

Sumber data dari RS Jantung Harapan Kita, RS Siloam Kebun Jeruk, RS PIK, RS Darmais, Hasil Diskusi Simposium Breast Cancer Update RS Royal Taruma, hasil diskusi para dokter spesialis Bedah Tumor Onkology (2012)

Menurut Rachel Nugent dari Center for Global Development, penyakit kronis seperti Kanker, Penyakit Jantung dan Diabetes menyebabkan 60 persen kematian di seluruh dunia, namun dana yang diperuntukkan untuk menanggulanginya tidak sampai 3 persen.

Mahalnya biaya pengobatan membuat seseorang pasrah karena tidak punya jaminan kesehatan.

Dr. Ulfana memberikan contoh dari 1.200 pasien leukemia atau kanker darah yang disantuni YKI hanya 10-15 persen saja yang ditanggung oleh Jamkesmas dan 20 persen oleh Askes.

Sekitar 60-70% harus bayar sendiri. (sumber : Solusi Keuangan Oke, 22 Nov 2012)

SOLUSI KEUNGGULAN TAPRO

Menurut Direktur Operasional Allianz Life Indonesia, Todd Swihart bahwa jumlah klaim yang dibayarkan terkait penyakit kritis di Allianz mencapai 500-600 klaim per tahun. Data Allianz 5 penyakit kritis yang paling banyak diklaim dua tahun terakhir adalah kanker, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan tumor otak jinak. (Majalah Swa, 4 Juli 2013).

Hingga akhir tahun 2013 Total Klaim yang dibayarkan Allianz Indonesia adalah sebesar Rp 600 Milyar lebih, hal ini menunjukkan kecenderungan tingginya kebutuhan masyarakat untuk melindungi aset keluarga terhadap kemungkinan resiko sakit kritis

Keunggulan TAPRO

  1. TAPRO Allianz adalah satu-satunya Tabungan Investasi Bergaransi dengan biaya (sakit kritis dan klaim meninggal) paling murah, contohnya di usia 30 tahun dengan menabung 1 Juta/bulan mendapatkan cover Rp 1 Milyard untuk sakit kritis + Rp 1 Milyard untuk aset keluarga + Nilai Saldo Investasi Rp 2.2 Milyard di usia 65 tahun.
  2. Pengajuan Klaim tanpa harus melalui proses rawat inap.
  3. Klaim dibayarkan tunai sesuai dengan kontrak perjanjian, tidak berdasarkan nota / kuitansi tagihan rumah sakit.
  4. Satu satunya yang memproteksi resiko sakit kritis hingga 49 jenis penyakit (khusus untuk C100 hingga 100 jenis kondisi penyakit kritis).
  5. Nasabah memperoleh proteksi sakit Kritis hingga usia 70 tahun dan proteksi meninggal hingga usia 99 tahun.
  6. Klaim dibayarkan pada masa tunggu 90 hari sejak polis disetujui tanpa harus menunggu 1-2 tahun seperti asuransi lainnya.

 

Satu respons untuk “Biaya Sakit Kritis : Problem Masyarakat yang belum terpecahkan

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: