Sumber Kekuatan Support System

Sebagian dari pelaku industri Network Marketing tentu tidak asing dengan istilah Support System.

Semua yang berhungan dengan pertumbuhan cabang bisnis seperti Franchise dengan produk real atau jasa tidak mungkin berjalan lancar tanpa dukungan sistem pendukung, untuk kesuksesan bisnis mereka. Begitu pula industri MLM.

2014 Allianz Indonesia menjadi Pioneer untuk merubah Platform konsep kerjasamanya dari pola kuno menjadi lebih modern.

Allianz mengusung konsep barunya yaitu “Business System” untuk mendongkrak jumlah man power agennya. Bagaimana hasilnya ? Di tahun 2017 ini terbukti mampu mengerek jumlah agen hingga 100% hanya dlm waktu 3 tahun saja.

Padahal, sebelumnya untuk mencapai jumlah agen 10.000 orang saja (data 2012) Allianz butuh waktu lebih dari 10-15 tahun. Bahkan 2017 ini Allianz Indonesia mampu mengalahkan jumlah man power Allianz Asia Pasific.

SUPPORT SYSTEM DALAM ASURANSI

Pertumbuhan jumlah agen dan nasabah dalam industri asuransi masih didominasi oleh kekuatan selling dan recruiting para agennya, kontribusinya mencapai 70% sisanya melalui saluran portal lainnya seperti iklan, jalur pemasaran konvensional dan aspek lainnya.

Hal ini sangat berbeda dengan industri networking Multi Level Marketing, kontribusinya hampir 100% berasal dari para distributornya. Itulah sebabnya iklan tidak cukup relevan dlm MLM untuk mendongkrak pertumbuhan nasabah karena motif customer membeli produk MLM cukup unik dibandingkan industri asuransi.

Support System dalam MLM menjadi sangat populer bahkan tergolong Wajib jika ingin membangun duplikasi sempurna agar bisa  bertahan – sustainable. Tanpa support system dalam jangka pendek dan jangka panjang menimbulkan banyak masalah.

MLM yang saya maksud sangat membutuhkan support system adalah yang dikembangkan dengan pola break away – matahari, sedangkan konsep marketing plan yang menggunakan sistem binary kanan kiri seimbang, trinary atau quard matrix hampir tidak ada support system. Itulah sebabnya sistem selain break away, life time nya hanya mampu bertahan maksimum 5 tahun saja. Sangat sedikit yg mampu tahan lebih dari 15 tahun !

Jadi, industri jaringan yang tidak dirancang untuk jangka panjang tidak membutuhkan support system. Mereka hanya perlu memahami kapan timing tepat untuk masuk dan segera keluar dari jaringannya sebelum bencana datang.

Bagaimana dengan industri asuransi ?

Faktanya, banyak sekali perusahaan asuransi berusia 100 tahun ke atas seperti Allianz berdiri 1890 tetap tegar bertahan 127 tahun, hingga saat ini.

Mengapa mereka bisa bertahan begitu lama? Apakah karena ada support system?

Jelas tidak, karena support system baru dikenal di dunia sejak 1972. Di Indonesia baru muncul 1993.

Analisa saya, support system dalam asuransi bukan membuat industrinya dapat berusia panjang tetapi hanya akan menyebabkan pertumbuhan agen asuransinya berjalan statis dan melambat.

Mengapa demikian? Karena karakter produk asuransi sebagai proteksi finansial seumur hidup sudah cukup membuatnya wajib bertahan ratusan hingga ribuan tahun mendatang.

Lantas, jika demikian apakah dibutuhkan Support System dalam asuransi ?

Jika tujuannya hanya rekrut agen dan nasabah, tentu saja tidak dibutuhkan support system. Tetapi jika menginginkan membangun mesin rekrut agen yang dapat bekerja otomatis, jumlahnya terus meningkat dalam gulungan yang besar maka support system menjadi perlu.

Kebutuhan membangun support system pada umumnya diprakarsai oleh para Leader Agen Asuransi Senior SETELAH memiliki income besar stabil dan memiliki jumlah agen cukup besar.

Mengapa baru muncul belakangan?

Ada beberapa kondisi yang mendesak mereka mempertimbangkan segera membentuknya, diantaranya :

  • Group tidak juga bertambah secara otomatis sebesar yang seharusnya.
  • Group mulai sulit dikontrol, mereka menggunakan cara yang berbeda beda sehingga potensi munculnya masalah2 baru tidak dapat diprediksi.
  • Jika mereka tidak dapat dikontrol, sulit untuk meraih tujuan besar bersama2
  • Muncul raja raja kecil dalam kerajaan besar. Persaingan dan pertempuran terselubung tidak dapat diredam, seperti menyimpan api dalam sekam. Semakin besar groupnya semakin besar apinya tinggal tunggu waktunya saja
  • Jumlah optimum yang mampu dicapai leader asuransi di Indonesia tidak lebih dari kisaran 15.000- 30.000 orang agen militan. Hal ini berbeda dengan MLM mampu mencetak jutaan distributor militan. Bagaimana dengan perusahaan asuransi yang memiliki total jumlah agen 150.000 orang? Mereka adalah kerajaan besar dengan banyak raja2 kecil

Dapatkah Leader Asuransi membangun support system ?

Harusnya bisa, karena komponen yang mereka miliki telah tersedia.

  1. Para leader memiliki dukungan finansial yang cukup besar tidak sulit untuk membuat organisasi support system. Tapi pahamilah support system bukan event organizer
  2. Pengetahuan dan skill mereka cukup memadai bahkan banyak sekali yang menorehkan prestasi sebagai Top Producer, COT, TOT, MDRT, dan kategori lainnya. Mereka sudah melalui 10.000 jam terbang !
  3. Sikap mereka pun juga begitu memukau. Rata2 agen asuransi sukses sikapnya menyenangkan ramah dan profesional. Lalu performance, body language dan gestur nya pun juga meyakinkan
  4. Pengalaman mengenali segmentasi pasarnya pun sudah teruji hingga belasan tahun, kurang apa lagi?
  5. Dukungan perusahaan asuransi terhadap inovasi dan penetrasi pasar para leader asuransi pun juga tidak kurang bahkan cukup melimpah. Tidak ada industri sehebat asuransi dalam memberikan reward trip, bandingkan dengan MLM. Dengan omset yang sama jauh alokasinya karena MLM ada komponen biaya produk, gudang, biaya import, pajak, kemasan, biaya pengiriman tidak murah. Sehingga membatasi para distributornya untuk mendapat reward lebih.
  6. Banyak pula agen asuransi yang sebelumnya telah memiliki latar belakang fonder MLM, Leader Support System bahkan konseptor support system.

Harusnya bisa, tapi mengapa faktanya belum ada ? Di Allianz Indonesia saya baru menjumpai 2 saja, salah satunya UNIVISION. Bagaimana yang lainnya? Bagi saya mereka adalah group selling, komunitas, group gang atau hanya paguyupan saja. Semoga saya salah.

Apakah UNIVISION sebuah support system ?

Saya cukup lama dan sudah karatan di bisnis MLM sejak 1993, 20 tahunan – dengan mengikuti berbagai mazhab support system.

Menurut saya Univision adalah support system. Saya sangat yakin itu benar-benar support system bukan komunitas BONEK

Apakah perusahaan asuransi membutuhkan support system ?

Tergantung, bisa iya bisa tidak. Semua tergantung dari motivasi para pelaku di dalamnya. Beberapa perusahaan yang menginginkan omset besar tentu saja membutuhkan dukungan man power agen yang besar pula. Hanya saja masalahnya selalu klasik

Semua perusahaan asuransi setuju dengan memiliki agen banyak bisnisnya akan semakin kuat, tetapi masalah umum semua perusahaan asuransi adalah selalu kekurangan jumlah agen.

Masalahnya, area pengembangan jumlah agen bukan 100% menjadi tanggung jawab perusahaan, terutama pada Agency System yang menyerahkan seluruh urusan pemasaran pada Leader masing-masing atau pemiliki waralaba perusahaan asuransi tersebut. Kecuali, pada Branch System model kuno yang mengandalkan semua proses produksi dan pemasarannya pada jajaran para eksekutif nya. Mulai dari recruiting, budget seleksi, training hingga reward dan jenjang karier para agennya.

Anehnya, meskipun semua perusahaan asuransi setuju mengenai hal di atas, tetapi faktanya marketing plannya sama sekali tidak mendukung. Suatu saat nanti akan saya bahas mengapa demikian.

Bagaimana dengan Allianz ?

Sejak berubah menjadi Business System yang mengedepankan pertumbuhan man power dalam jumlah besar, maka strategi untuk pertumbuhan dan pertambahan agen menjadi isu sentral.

Suatu hari nanti, Allianz akan berisi puluhan Support System dengan berbagai macam strategi yang menarik sehingga akan membuat Peluang Bisnis menjadi Agen Asuransi menjadi semakin melejit.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: