Apa yang sering direnungkan orang tua ?


APA YANG SERING DIRENUNGKAN ORANG TUA ANDA ?

Saya mengagumi beberapa orang yang begitu intens merawat Ayah atau ibunya begitu lama, meskipun mereka memiliki kesibukan bisnis yang begitu padat mereka tetap memprioritaskan Ayahnya, everytime.

Banyak anak yang tidak lagi memberi prioritas seperti itu.

Sebagai seorang ayah, saya kadang memandang anak-anak saya dan berpikir, apakah kelak mereka memprioritaskan saya dibandingkan istri, orang tua dan anak-anak mereka?

Tapi kemudian saya sadar bahwa bagaimana anak bersikap nanti adalah hasil dari bagaimana orang tua saat ini dalam mendidik dan membangun hubungan serta menurunkan warisan — LEGACY — kepada anak-anaknya.

Jadi, apa yang ditunjukkan oleh anda saat ini kepada anak-anak adalah wujud legacy sebagai seorang Ayah dan Ibu.

Masalahnya saat ini anda sedang bergerak kemana, apa yang mau anda wariskan? Rumah, harta atau nilai-nilai kemuliaan? Atau Rumah, harta dan nilai-nilai kemuliaan? Atau bahkan cuma harta saja yang nilainya tidak seberapa?

wp-image--1679922284

Legacy lebih besar daripada Estate — arti dari ‘estate’ adalah ‘segala harta yang dimiliki’. Mungkin bagi kita selama ini, hal-hal tentang warisan lebih banyak dipenuhi urusan bagaimana meneruskan harta. Malah saya pernah ketemu kasus ada orang yg enggan mewariskan harta karena “ah nanti dipakai buat kawin lagi”. Memangnya harta mau dibawa ke liang kubur? Barangkali, bangsa ini belum serius memikirkan tentang warisan.

Ini ada tulisan yang menarik dari sahabat pena saya tentang hal ini :

Saya dulu punya agen, yang sebenarnya punya kakek dari ayah yang kaya di Bogor. Tapi, sang ayah ini selingkuh sehingga bercerai dengan ibunya. Ketika sang Kakek meninggal, hartanya dibagi habis. Agen saya, cucu perempuan, tidak kebagian apa-apa dan hanya disuruh asal masuk pondok pesantren…. walau sang Kakek itu kaya, tapi ia tidak memikirkan apa legacy nya. Ia punya beberapa istri, anaknya sendiri berselingkuh, dan cucu perempuannya harus berjuang bersama kalangan bawah.

Kesadaran tentang legacy itu penting, bukan melulu soal harta melainkan tentang apa yang bernilai dan bermartabat, yang diturunkan dari Kakek ke Anak ke Cucu dan seterusnya.

Harta hanyalah pendamping, karena bagi keturunan yang memperoleh warisan martabat yang mulia, selayaknya juga memiliki harta yang cukup untuk menjadi besar di tengah masyarakat.

wp-image--920871946

Saya saat ini sedang berdoa untuk ayah saya KH Agus Arifin dan anak-anak saya – Amirullah Izzan Ghafara, Arjuna Rangga Kiswara dan Aftalitha Alam Hubbina– Semoga Tuhan mengampuni kesalahan saya terhadap mereka dan mengijinkan saya memiliki keturunan yang memiliki budi pekerti yang mulia, tangguh menghadapi kehidupan, bersedia mengorbankan kesenangan demi sesuatu yang lebih besar dan berharga, serta selalu dekat dengan Tuhan Nya – Tuhan kita semua, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: