Menikahi Inul Kayatin pakai kancing

“Kenapa belum menikah? Kapan menikahnya?”

“Mei pak, meibi yes meibi no”

Mengapa Jomblo terlalu lama tidak menikah dikuatirkan akan ngoyot ngakar dan ngakik? Apa masalahnya ?

Sekarang, siapa yang sudah menikah ? Mengapa mereka tidak menikah padahal anda sudah memberi contoh? Atau anda perlu menikah lagi biar, si Jomblo berani menikah?

Rupanya, problem jomblowers bukan tidak pernah bertemu wanita cantik, tapi masalahnya bingung menentukan mana yang akan dinikahi. 

Bagaimana caranya memilih jodoh

Bagi anda yang sudah kawin bagaimana cara menentukan jodoh yang tepat buat anda?

Jika diijinkan memilih, mana yang anda pilih sebagai calon istri, Inul, Raisa, Dian Sastro atau Bunga ?

Kalau Inul rasanya akan hot atau Raisa yang cantik, atau Dian yang paling anggun atau sebaiknya Bunga yang menggemaskan?

Apakah anda akan menikahi mereka cukup hanya dari mengetahui namanya?

Apakah masuk akal sehat anda, memilih hanya dari namanya saja. Tidakkah anda sebaiknya melihat dahulu orangnya, mengajaknya bertemu, berbicara dan menjalani hari bersama? Bukan asal comot saja? Atau mengandalkan kancing baju diberi nama masing-masing diatas pada kancing baju anda sambil membaca mantra Bonda Bandi ketiban dadi ! 

Dikancing mana mantranya berhenti diucapkan itulah nama istri yang dipilih. 

Jika urusan pasangan hidup adalah hal penting maka siapapun tidak akan gegabah dalam menetapkan pilihan dan membuat keputusan. Salah pilih bisa senang sebentar dan kemudia menyesal selamanya.

Bagaimana jika nama yang dimaksud bukan Inul Daratista artis dangdut ternama, tapi Inul Kayatin penjual pangsit mie di pinggiran trotoar? Atau Raisatuni janda 50 tahun tukang urut bayi? Tahu gak posturnya? Memang dia tidak tinggi tapi bodinya seukuran kulkas 2 pintu tanpa lekuk tubuh aduhai sama sekali. Masih minat ?

Asuransi bukan seperti menikahi Inul Kayatin

Kebanyakan masyarakat langsung menolak penawaran agen asuransi, sebelum dia mempelajarinya? Bagaimana mereka bisa menolak atau tidak setuju sedangkan belum pernah aama sekali melihat isi kontrak perjanjian dengan perusahaan asuransi ?

Tapi, yang seperti ini cukup banyak di kota tinggal saya, Surabaya.

Artinya, jika mereka konsisten dengan cara mengambil keputusan dengan hanya mendengar namanya harusnya dia boleh menikahi siapa saja tanpa harus melihatnya, faktanya tidak demikian, bukan?

Jadi menentukan keputusan memiliki polis asuransi bukan seperti seperti menikahi inul kayatin yang dikira inul daratista.

90% orang Indonesia tidak pernah membaca isi kontrak polis, jika saja membaca juga tidak mengerti maksudnya

Kebanyakan orang menolak asuransi karena TIDAK PAHAM.

Pastikan anda lebih bijak dalam memutuskan, karena sudah ribuan orang menyesal TIDAK BISA memiliki asuransi saat sudah sakit dan sebentar lagi akan menjalani operasi berbiaya besar atau karena sudah terlalu tua untuk memulainya.

Jadi, jangan terburu menolaknya sebelum anda mempelajarinya. Karena kadang banyak orang lupa melihat ulang ketika banyak orang membicarakan asuransi. 

Apa yang banyak dibicarakan orang tentang asuransi tidak seluruhnya benar dan salah, jadi anda perlu meneliti ulang.

Siapa yang akan menolak memperoleh Dana Cash Milyaran Rupiah secara Cuma-cuma dari Allianz jika kita sakit kritis atau tutup usia. 

Dapatkah anda memberikan uang pinjaman puluhan atau ratusan juta kepada seseorang setelah dia mengatakan tidak tahu pasti kapan mengembalikannya?

Jika masih sehat saja tidak mudah dipinjami uang, apakah justru lebih mudah menerima pinjaman saat anda sakit keras dan tidak bisa dipastikan mampu bekerja lagi atau tidak?

Mana yang lebih MUDAH bagi anda, Ansa mencari dana pinjaman SEKARANG sebesar Rp 2 milyar atau menyiapkan uang sekarang Rp 1.000.000 ? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: