Badai Allianz Indonesia – percikan di laut biru 2017

Sharing dari ibu Esra Jkt, salah satu agen senior yang berprestasi di Allianz Indonesia sekaligus penulis buku

Morning teman2 ASN 

“Ada pepatah cina mengatakan bahaya selalu datang bersama kesempatan”

Allianz skrg sedang dibicarakan seantero masyarakat indonesia. Ini saat bagus juga kita mempromosikan ASN kita. Saya ingin mengajak teman2 berfikir jernih dan berani. 

BERANI  karena kita semua tahu seperti apa perusahaan partner kita allianz. Selama saya di allianz 14 th semua claim yang benar dibayar. Jika ada claim tak dibayar sy tahu ada hal-hal yang tak benar didalam proses pengajuannya. Dan kita semua tahu allianz sgt comply. Jadi allianz tdk seperti yang diberitakan dengan opini beberapa orang saat ini. Kita punya banyak bukti tapi yang bereriak2 diluar hanya punya selembar surat dari allianz meminta tambahan data u proses claim. 

Jadi mari berani dan percaya diri bahwa allianz telah melakukan tugasnya dengan baik selama ini 

Mari kita tetap kompak di dalam. Jangan sampai kita sendiri meragukan diri kita, karena pihak2 lain dapat bermain di air keruh. Kita perlu menjaga percaya kita satu sama lain. 

Tetaplah percaya pada NIAT baik allianz dan diri kita sendiri 

Jernih dan pintar, 

Banyak sekali perusahaan besar menjadi besar karena masa sulit. 

Saya mengajak ASN untuk naik ke gelombang ini untuk membawa cerita kita ke pasar tentang apa itu ASN. Satu2 nya sistem di indonesia yang di design untuk menciptakan MDIT bagi Indonesia.  

Berapa banyak MDIT sudah dicetak, dan berapa banyak claim kita bayar. Ada ribuan claim yang sudah dibayar lewat ASN. Jika leader2  kita di ASN setuju, mari kita viralkan secara personal apa saja yang BAIK yang sudah kita alami dan lakukan di ASN. Masyarakat akan mendapat berita baru dari kita. Bahwa Allianz bayar claim. 

Jika ribuan ASN menunjukkan dukungan dan bukti baik secara verbal dan sosmed akan ada keseimbangan berita. Tapi sangat elegan kalau kita TIDAK MELAKUKAN karena membalas masalah yang dibicarakan oleh pihak lain. Biarlah Allianz menyelesaikannya. Kita hanya sharing TESTIMONY saja. Dan itu adalah bukti bahwa ALLIANZ Tetap the best untuk Masyarakat Indonesia. 

Mari kita terus sepakat berdoa untuk pertolongan Tuhan bagi allianz dan kita semua dan kita diberikan kecerdasan melewati semua ini dan keluar sebagai pemenang! Kitalah pemenang itu. Cheers

Allianz jadi tersangka ? Pfft…

ALLIANZ MENJADI TRENDING TOPIK 

Akhir akhir ini beredar berita negatif seputar pembayaran klaim Allianz hingga diproses pihak kepolisian oleh nasabah yang tidak puas melalui pengacara.

Dalam berita tersebut dicantumkan bukti lapor kepada pihak kepolisian dan menyatakan bahwa dua petinggi Allianz Indonesia telah ditetapkan sebagai tersangka dengan berbagai rincian penjelasan.

Saya hanya tertawa dalam hati jika ada agen saya  yang bingung mensikapi berita ini. 

Dalam pikiran saya, sepertinya anda orang baru ya di asuransi ?

Orang-orang yang sudah cukup senior pasti akan mengerti mengenai aturan klaim mana yang layak bayar dan klaim yang tidak layak bayar.

Tidak mungkin perusahaan sebesar Allianz mau berbuat kebodohan dengan tidak membayar klaim yang layak dibayar.

Belum lagi, berita yg dimuat baunya terasa tercium cukup politis dan sepihak saja, Sangat tendensius dan tanpa sadar mencatut/ mempromosikan merek Asuransi lain sebagai perusahaan yang lebih baik dari Allianz. Dan itu boleh-boleh saja, seperti yg anda baca di tulisan yang ada dan beredar luas di medsos atau broadcast whatssapp.

Dan, sehari setelah berita nya ditayangkan via online 25/9/2017 rupanya berita dalam situsnya langsung dihapus. Entah, apa alasannya tidak dijelaskan. Langsung kabur, seperti orang Ngentut saja.

Sayangnya beberapa orang yg termakan isu  ini kurang mengetahui bahwa Allianz adalah merek perusahaan Global Dunia No.1 dan berdiri kokoh sejak 1890 .

Tentu anda tidak perlu kuatir dengan masalah seperti itu. Sebagai agen perlu berfikir tenang dan tidak perlu turut menyulut polemik yang belum jelas siapa yang salah siapa yang benar.

Tugas kita adalah membantu keluarga prospek kita memahami pentingnya proteksi, tugas Allianz menjawab tuduhan mereka melalui proses yang ada.

Kita wajib menghormati setiap proses hukum karena semua memiliki hak yang sama di mata hukum. Biarlah proses berjalan dengan baik. 

Secara bisnis, ini promosi gratis bagi kita. 

Mari kita pahami satu prinsip ini bahqa Klaim yang memang layak dibayar, mau sebesar apa pun, pasti akan di bayar..

Bagi perusahaan sebesar Allianz, sudah punya prosedur baku dalam pembayaran klaim.

Klaim yang memang tidak layak dibayar, mau sekecil apa pun, pasti tidak akan dibayar….  mau cuma 1 rupiah pun pasti akan ditolak oleh Allianz, karena Allianz perusahaan yang diawasi ketat oleh OJK dalam proses pembayaran klaimnya.



Klaim yang Rp 10 Milyar saja dibayar barusan beberapa bulan lalu bahkan Nasabahnya tim Univision pun juga menyaksikan klaim terbayar lunas hingga Rp 1,25 M. Belum pula ribuan bukti klaim sebelumnya berupa foto, video yang telah dibayar lunas Allianz ga pakai ruwet.

Memang saya pahami, di Indonesia untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka perkara pidana atau perdata sangatlah mudah. Tahukah anda, hanya dengan lapor ke pihak kepolisian dan melampirkan satu bukti alat yang sah seseorang sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

Begitu ada kabar tersangka, berita langsung digoreng dengan mengabaikan asas praduga tidak bersalah, dan adab etika berujar melalui media online.

Lihat link di bawah :

http://m.hukumonline.com/berita/baca/lt54d88a1603478/problematika-penetapan-dan-penangkapan-tersangka-broleh-yuliana-rosalita-kurniawaty–sh-

Semoga pihak yang merasa klaimnya tidak dibayar, terhindar dari resiko bencana keuangan akibat terindikasi 49 sakit kritis. Dan, jangan diulangi lagi ya bu ! 

Sebelum Mengurus klaim sebaiknya hubungi agennya, atau tanya kantor Allianz. Jangan ngurus sendiri atau keburu emosi begitu, sebar berita sepihak. kalau ternyata anda yang terbukti tidak benar, bagaimana ?

Banyak minum Aqua ya bu kalau klaimnya sudah ditolak Asuransi. Mungkin tetangga mantan pacar anda bersedia jadi perusahaan asuransi buat anda sekeluarga. Semoga.

Seminar Bisnis Apa Efektif?

Seminar Bisnis ataukah Bisnis Seminar?

Mau cari income tambahan masih diminta datang seminar, kapan suksesnya?

Saya sudah sering datang, isinya gitu-gitu saja, tidak membuat perubahan apa-apa, justru malah keluar uang

Demikian konflik internal yang sering terjadi bagi para pemula industri jaringan, termasuk asuransi. Bukan hanya cuma seminar, malah trainingnya jumlahnya lebih banyak dibandingkan MLM.

Seringkali gara-gara keseringan ikut dan datang seminar yang diselenggarakan hingga larut malam, pasangan di rumah jadi ngambek dan protes.

Rekan-rekan, coba hitung berapa kali anda menghadiri seminar sejak dahulu hingga sekarang? Jika anda mengatakan jumlahnya banyak, coba hitung. Semakin jelas angkanya semakin mudah menganalisanya ” Apakah seminar bisnis masih efektif dan diperlukan untuk mencapai kesuksesan?”

Bahkan ada beberapa rekan leader MLM yang secara lugas menjelaskan sudah pada mental state bosan datang SEMINAR di bisnis asuransi karena selama di MLM tidak sesuai dengan komisinya.

Sekarang, Berapa kali anda menghadiri seminar tapi tidak merubah hidup anda ?

Sejak tahun 1993, saat saya mengawali karir di industri Network Marketing MLM mulailah saya mengenali keberadaan Seminar Bisnis dan Motivasi.

Jika saya menghitungnya, sejak 1993 sampai 2017  lebih dari 1000 kali seminar yang pernah saya hadiri termasuk yang saya selenggarakan sendiri termasuk pula seminar yang saya kelola sebagai panitia pelaksana.

Mengapa ada yang berubah dan ada yang tidak berubah setelah mengikuti seminar bisnis ?

Setidaknya terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebabnya dan hal ini terbukti terhadap saya dan rekan-rekan saya seperjuangan.

  1. Datang Tidak Datang : semua leader jaringan tahu pertemuan terpenting adalah yang tidak dihadiri. Jikalau datang tidak pernah sampai tuntas. Bagaimana bisa memahami intisari sebuah buku bacaan jika ada sebagian bab pada buku tidak dibaca secara sengaja karena hilang ? Apakah kesimpulannya sama dengan yang membacanya utuh dan lengkap? Seminar juga sama dengan membaca buku.
  2. Mereka datang tapi tidak hadir. Seminar bisnis membutuhkan minat dan keterlibatan emosi. Di jaman seperti sekarang gadget sudah secara meluas terkoneksi dengan dunia luar maka hal ini menyebabkan terlalu banyak gangguan selama mengikuti seminar. Sambil seminar masih mengoperasikan hp, sambil seminar menulis dan membaca status media sosial atau melihat tayangan video yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik seminar. Bagaimana mungkin memperoleh hasil yang maksimal? Jaman dahulu saat belum sesemarak sekarang mengenai gadget, karena biaya sms dan telepon masih mahal, gangguan nya bisa datang dari rumah atau pekerjaan. Atau sedang dirundung masalah. Dapatkah fokus menyimak esensi materi jika pikiran dan hatinya belum hadir ?
  3. Meresponnya berbeda. Meskipun sama-sama menyimak secara utuh, jika sikap mental pesertanya berbeda maka hasilnya juga berbeda. David J Swartz dalam bukunya Berfikir dan Berjiwa Besar menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki 2 tuan : Pertama, tuan bisa dan tuan tidak mungkin. Mana yang sering dihadirkan selama sesi seminar, itulah yang akan menjadi faktor pembedanya. Seorang pemenang bukanlah menerima hal yang berbeda tetapi mereka belajar untuk merespon secara berbeda dari setiap hal 
  4. Tidak mengambil keputusan apapun. Pahamilah bahwa hidup kita hari ini berasal dari keputusan yang diambil. Coba anda ingat kembali 2-3 tahun lalu keputusan apa yang anda sudah ambil? Jika tidak memutuskan sesuatu, itu sama dengan mengambil keputusan untuk tidak memutuskan apapun. Orang sukses membuat keputusan di setiap seminar. Sejak saya mengikuti bisnis jaringan saat itu saya memutuskan TIDAK AKAN BERHENTI jika tidak berhasil. Dan hasilnya, langkah saya menjadi lebih mudah. Tapi ada satu faktor lagi yang tidak boleh dilupakan pada point di bawah ini, karena keputusan saya tidak cukup untuk membuat saya sukses. Faktanya saya juga berhenti dari bisnis saya sebelumnya. Faktor apakah itu ?
  5. Tidak ada Burning Desire. Sukses membutuhkan semangat yang harus dijaga agar jangan sampai surut bahkan padam. Satu hal yang saya pelajari hingga hari ini,  soal mengikuti seminar bahwa “Saya menjadi gelisah jika ikut seminar, tapi tidak berhasil menemukan magic moment “. Apa tandanya ? Jika saat dan sesudah mengikuti seminar ada rasa berdebar, darah menggelegak, hati bergetar, ada perasaan serasa mau meledak itulah Burning Desire. Alasan kedua, dalam bisnis jaringan, manusia digerakkan oleh harapan dan keinginan bukan oleh data atau fakta. Contohnya, siapa yang tidak percaya bahwa olah raga menyehatkan badan ? Dan berapa banyak yang melakukannya? Jadi data saja tidak cukup. Sebelum memiliki keinginan yang kuat untuk berubah, maka melakukan sesuatu menjadi sesuatu yang mustahil. Jadi, anda harus memiliki energi panas yang cukup untuk bisa membakar orang lain. Membakar yang saya maksud adalah menggerakkan keyakinannya untuk melakukan sesuatu.
  6. Tidak fokus selama seminar. Poin ini serupa tapi tidak sama dengan penjelasan point di atas. Intinya, fokus berarti bukan hanya menggunakan satu indera tubuh anda saja. Mengikuti seminar bisnis atau seminar motivasi tidak cukup hanya menggunakan telinga dan mata saja. Tetapi pikiran, perasaan, kesehatan prima, memori masa lalu, ekspresi diri sendiri dan antusias orang lain yang menular menjadi sangat dibutuhkan. Bahkan ada pula hingga acara selesai sesama peserta saling memeluk, berjanji, meneteskan air mata dan teriakan semangat hanya ada di seminar motivasi industri jaringan. Sangat berbeda dengan seminar manajemen yang berisi penjelasan dan uraian penuh data tapi kosong dari makna dan harapan.

Masihkah Anda meragukan pentingnya seminar bisnis dan Motivasi untuk merubah diri anda?

Jika perasaan berubah lebih baik, pikiran akan mengikuti. Tindakan yang baik berasal dari pikiran yang jernih. Kebiasaan berasal dari tindakan yang dilakukan berulang-ulang. Nasib baik selalu menyertai siapa saja yang memiliki kebiasaan baik. Dan pada ujungnya seorang yang bernasib baik akan menemui takdir hidupnya yang penuh dengan kegemilangan dan kesuksesan.

Takdir anda dimulai dari seminar apa yang anda hadiri !

Sampai jumpa di seminar Univision : Live Today – The of Hope

 

Problem Leader Asuransi pada Business System Allianz

Setiap Konsep yang diperkenalkan memiliki potensi masalah yang berbeda-beda, begitu pula dalam industri Asuransi.

Apa masalah-masalah konsep Business System Allianz ?

Secara umum desain kerjasama antara pihak perusahaan Asuransi dengan pihak angkatan kerjanya terbagi atas tiga model :

  1. Branch System : model paling tradisional menempatkan para agen nya separuh karyawan separuhnya konsultan finansial. Karir mereka dipengaruhi keputusan manajemen yang lebih tinggi di atasnya. Mereka masuk kantor layaknya staf ada absensi, training wajib karena menerima tunjangan bulanan dan tunjangan operasional kerja yang dianggarkan kantor.
  2. Agency system : pola mayoritas perusahaan asuransi pada umumnya. Hampir 90 % masih berafiliasi Agency System. Para agen diberikan kebebasan mengelola sendiri manajemen pemasarannya, diberikan hak menggunakan nama perusahaan tetapi menyediakan secara mandiri dana operasional nya hingga kantor atau ruko harus disediakan sendiri. Agar biaya operasional dan administrasi dapat tercover maka dibuat peringkat karir dari 4-5 level ke atas. Tujuannya terdapat selisih alokasi dana yang cukup memadai untuk tetap berjalan dengan lancar.
  3. Business System . Model terkini saat ini yang diperkenalkan pertama kali oleh Allianz Indonesia. Hubungan antara perusahaan dengan para agen murni Partnership. Mereka ditempatkan sebagai partner bisnis dengan tujuan meningkatkan jumlah omset penjualan dan dapat mendongkrak jumlah man power dengan peringkat yang sama. Jika sistem agency berupaya menjaga adanya perbedaan peringkat, pada Business System justru sebaliknya mereka didorong sesegera mungkin meraih peringkat tertinggi dalam waktu yang singkat tanpa kehilangan resiko berkurang nya income nya. Semakin banyak jumlah Business Partner maka semakin besar pula penghasilan nya. Bayangkan sesama Business Partner level di atas nya hingga 5 generasi tetap memperoleh bonus 10% dari total akumulasi omset yang diterima selama 2 tahun! Sehingga jika dijumlahkan 10% x 5 generasi sama dengan 50 % dari total omset selama 2 tahun. Itu belum komisi dasar penjualan pribadi sebesar 61 % dari total akumulasi omset selama 5 tahun. Masih ditambah lagi dengan 15% dari total akumulasi omset jika terdapat selisih peringkat tanpa batas kedalaman. Di Allianz peringkat hanya ada dua saja : Business Executive dan Business Partner sebagai posisi tertinggi.

Apa masalah para Business Partner Allianz ?

90 % problematikanya seputar manajemen man power dan sisanya seputar regulasi perusahaan dan teknik dan strategi pemasaran serta maintenance nasabah khususnya menjaga persistency pembayaran premi nasabah selama masa proteksi.

MASALAH BUSINESS SYSTEM

1. Cepat Puas

Memiliki man power besar dengan peluang perolehan bonus tertinggi bisa jadi masalah jika mereka belum cukup matang dalam menekuni bisnis asuransi.

Mereka bisa menjadi cepat puas karena dengan jumlah omset yang tidak seberapa saja menerima bonus cukup fantastis selama 5 tahun. Sekali kerja dibayar 5 tahun atau 60 kali siapa yang tidak mau? Sedangkan di tempat lain bekerja 30 hari full time dibayar satu kali saja.

Bonus yang diberikan Allianz sepengetahuan saya adalah yang tertinggi dan terbesar dari perusahaan lainnya. 

Saya bukan sedang mengemukakan data kosong tanpa fakta. Sebagai tambahan reputasi yang saya raih adalah tahun 2016 menjadi delegasi Allianz mengikuti TAA AAJI Award di Medan dan terpilih sebagai Leader Top Recruiter Juara 2. Di tahun sebelumnya 2015 pada event bergengsi yang sama di Makassar Direct Agen saya Kurniawan Barus dinobatkan sebagai Leader Top Recruiter Juara 3. Dan yang paling membanggakan du tahun 2017 ini kembali Direct Agen saya Ali Azhari dinobatkan sebagai Leader Top Recruiter TAA AAJI Award Juara 1. Bahkan saya sangat yakin Direct Upline saya Medi Wendarta pada tahun 2014 adalah Leader Top Recruiter TAA AAJI pula hanya terganjal nama proxy. Medi Wendarta adalah Zainur Rofiq alias Jenik merupakan Presiden support system Univision.

2. Keterbatasan sumberdaya untuk Memimpin

Ketakutan para agen adalah mengelola banyak agen dan keinginan para agen adalah memiliki banyak agen. Aneh bukan ? Keinginan sekaligus kekuatiran. 

Banyak yang masih meyakini lebih mudah memiliki ratusan Nasabah daripada puluhan agen. Mengapa demikian ? Karena belum pernah mengalami indahnya memiliki ribuan bahkan puluhan ribu agen asuransi, itu saja !

Ibarat sama-sama mempunyai anak manis, mana yang lebih repot saat mereka masih balita atau sudah dewasa ? 

Kebutuhan untuk menjadi leader yang terus menerus belajar dan bertumbuh, tidak pernah berhenti memberikan teladan yang baik dengan tetap memasukkan orang baru, terus mensponsori 2-3 agen baru setiap minggunya, terus menjaga kebiasaan sebagai Core Person, terus menjaga harapan selama memimpin timnya, menjaga sikap mental positif dan merasa belum jadi siapa-siapa adalah kecerdasan yang sangat dibutuhkan.

3. Kekurangan dukungan dari sistem

Memiliki agen asuransi dalam jumlah ribuan atau puluhan ribu bukanlah urusan mudah jika menggunakan sistem kontrol manajemen tradisional dan manual. 

Superman saja butuh orang lain untuk membantu dirinya apalagi agen asuransi ?

Bisa mati berdiri jika semua urusan bertumpu pada satu orang saja. Mulai dari merekrut, melatih, mengawasi proses kerja bisa berjalan dengan benar, menjaga harapan dan semangat merwka yang sering kali naik turun tanpa sebab yang jelas, terutama agen asuransi yang masih pemula dan memiliki kesibukan yang lain di luar asuransi. Belum lagi jika ada yang mengalami gesekan persaingan, konflik internal yang mereka alami.

Menjadi agen asuransi yang berkualitas mulanya hanya mengurusi konsultasi seputar bisnis lama kelamaan bisa menjadi konsultan perkawinan !

4. Mentalitas Kekurangan

Memiliki grup besar dan income yang besar bisa membuat dirinya sendiri lupa kepada masa lalunya, lupa kepada mentornya, lupa kepada keluarganya,, bahkan bisa lupa kepada Tuhannya.

Itulah sebabnya hukum kepantasan selalu benar. Orang besar memiliki masalah besar tanpa perlu dibesar-besarkan !

5. Masalah Keuangan 

Aneh bukan? Itulah faktanya. Di sini saya tidak siap membahas hal ini sebelum saya membuktikan nya. 

Bukan masalah keuangan karena tidak ada uang buat beli makanan tetapi justru kelebihan uang yang menjadi sumber masalahnya. 

Itulah sebabnya Univision secara terencana menyelenggarakan acara gathering kepemimpinan seperti CORE LEADER WEEKEND untuk membekali mereka sebelum masalah datang.

Core Leader akan menghadirkan 19 materi penting bagi masa depan Bisnis anda dan saya.

Sampai jumpa di Core Leader Weekend !

Lagi…Klaim dibayar Allianz

Allianz selalu menepati janjinya..Syukur alhamdulilah claim nasabah dari tim organisasi kami sudah diterima beliau sebesar Rp 250.000.000
Nama : Bapak Ober Usia : 48 tahun Alamat : Wage Sidoarjo Jawa Timur Premi : Rp 800.000 tiap bulan Masa penabungan : Berjalan 8 bulan.

Mengajukan Klaim Kanker Kelopak Mata.

Proses klaim cepat dan mudah. Setelah melengkapi berkas data-data dari rumah sakit, seluruh file dikirim lewat email saja dan klaim sudah bisa cair dan di tranfer ke rekening nasabah.

Bersyukur juga atas ridho Allah SWT karena beliau saat ini masih sehat dan bisa melakukan aktifitas normal.

21317811_10210000729518051_3506342221153537524_n

 

 

Menangis Syukur karena Tapro Allianz

21731157_732109790328587_6289144172980484842_n

Anda kira istri tidak menangis bersyukur saat ditransfer Allianz ?
Meskipun tidak ada satupun pasangan yang berbahagia di saat mengalami bencana sakit kritis, tetapi Tapro Allianz sangat membantu menjaga masa depan finansial anak dan pasangan tercinta anda.

Jadi, masih butuh waktu untuk pikir-pikir?
Seingat saya, tidak ada yang mengatakan saya pikir-pikir dulu atau saya rundingkan dulu dengan si anu, si ani, atau si aceng jika ada dana cash Satu Milyar Cash dari perusahaan asuransi.

21731201_732109786995254_7084855842745625484_n

Menunda memutuskan hal baik karena alasan si anu atau si ani bisa bikin si al.

Siapa yang diprioritaskan saat Follow Up

Followup

Siapa yang anda cari saat anda membantu melakukan Follow Up prospek tim anda ?

Carilah yang Energik, Memiliki ambisi untuk berhasil, Telah meraih kesuksesan di bidang pekerjaannya, Mereka yang telah mapan secara finansial seakan-akan tidak membutuhkan usaha anda.

Penting sekali untuk memilih orang yang tepat saat akan membantu tim anda sebelum anda mulai melakukan Follow Up.

Mengapa follow up anda tidak membawa hasil ?

Setiap agen yang baru bergabung, tentu ingin sekali meraih keberhasilan dan dengan semangat yang menyala-nyala mereka menghubungi siapa saja yang bersedia untuk mendengarkan sesi presentasi produk proteksi Allianz dan peluang Business System Allianz. Uniknya, sedikit yang bergabung. Mengapa demikian ?

Agen baru secara alamiah akan mulai menghubungi prospek yang memiliki level yang lebih rendah daripada dirinya sendiri. Mereka berfikir bahwa cara ini akan membuat prospeknya bersedia bergabung, padahal faktanya tidak demikian.

Seorang prospek yang memiliki level energi, status sosial, intelektual dan sikap yang lebih rendah bahkan lebih buruk akan menunjukkan siapa dirinya, bagaimana dirinya merespon terhadap sebuah solusi baru sebagaimana level yang mampu dimilikinya. Seorang prospek yang memiliki kebiasaan suka mengabaikan peluang bagus, mencari-cari alasan untuk menolak sebuah perubahan, atau meyakinkan diri anda bahwa dirinya tidak memiliki sumber daya yang memadai akan cenderung menolak presentasi anda. Entah menolak dengan cara yang halus atau terang-terangan.

Apa dampaknya ?

Agen baru anda jika tidak dibekali dengan skill yang benar serta belum memiliki sikap mental yang kuat akan mudah menyerah sebelum impiannya terwujud. Bahkan bisa jadi di sesi presentasi pertama kali !

Itulah sebabnya anda sebagai mentor, perlu membantu agen baru anda untuk mengikuti saran terbaik anda untuk menuliskan semua daftar nama yang dikenal, selanjutnya melakukan klasifikasi melalui indikator yang anda tentukan demi menghindari resiko penolakan yang tidak perlu. Itulah sebabnya, anda yang memilih bukan agen baru anda. Biarkan agen baru anda yang menulis daftar namanya, namun anda yang menentukan kepada siapa saja produk dan peluang usaha ini diperkenalkan pertama kali.

Meskipun terdapat hukum yang disepakati di dalam industri jaringan untuk tidak menganalisa dan memilih-milih prospek , tetapi bukan berarti anda membiarkan agen baru anda bekerja secara serampangan. Karena yang mengalami kerugian adalah bukan anda melainkan agen baru anda.

Prospek yang tidak siap akan tetap menolak jika dia tidak membutuhkan. Prospek yang tepat akan mengambil apapun yang anda tawarkan manakala merasa memiliki kesadaran atas masalah yang dihadapinya dan mengetahui bahwa Allianz dapat menjadi solusi terbaiknya.

Minta agen baru anda menuliskannya dengan pena / ballpoint di beberapa lembar kertas, dan bukan mencetaknya melalui perangkat printer karena hasilnya akan berbeda. Selanjutnya anda berikan tanda mana yang harus didahulukan, mana yang ditunda untuk dikerjakan nanti dan mana yang perlu diabaikan untuk sementara.

Anda bisa mengatakan kepada agen baru anda seperti ini :

Setujukah anda, ibarat akan membuat tim sepak bola maka kita perlu memilih pemain yang terbaik ? Mengapa demikian ? Untuk meraih kesuksesan, bukan ?

Jika anda ingin membuat jaringan yang kuat maka kita akan mulai memilih orang-orang yang terbaik sehingga prospek terbaik anda akan segera mulai mengembangkan jaringan kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, nama yang lainnya bukan untuk kita abaikan tetapi untuk saat ini kita prioritaskan kepada orang-orang terbaik dahulu, setuju ?

Bagaimana jika ada nama prospek yang sebagian takut untuk dihubungi dan ada yang berani untuk ditemui ? berikan tanda pada daftar nama agen baru anda, agar kelak anda mudah mengelolanya.

Jika agen baru anda memiliki prospek yang takut untuk dihubungi, maka sarankan untuk meminjamkan beberapa alat bantu yang dimiliki Univision berupa buku, CD Epro, link video untuk diambil beberapa hari kemudian.

Jika mereka berani dan bersedia menghubungi maka anda dapat mengajak agen baru anda untuk melakukan presentasi One On One terhadap prospek terbaik yang mereka miliki. Akan lebih baik jika anda book presentasi sebanyak dua kali home meeeting di rumah agen baru anda dan beberapa kali One On One di cafe / rumah makan / tempat yang telah disepakati.

Bagaimana jika rumah agen baru anda tidak cukup layak atau memadai untuk mengundang daftar namanya ? maka minta agen baru anda untuk meminjamkan CD epro dan membuat janji ketemu di tempat cafe / rumah makan yang telah anda tentukan. Pada sesi table talk ini anda sebagai mentor dapat melibatkan beberapa agen baru lainnya untuk bersama-sama mengundang prospeknya di satu tempat.

Tapi pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak, karena menjadi tidak efektif. Karena meja cafe atau rumah makan kapasitasnya tentu tidak banyak. Jika anda mempresentasi prospek antar meja maka komunikasinya akan terbatas dan tidak jelas. Sehingga idealnya ada 1-3 prospek baru saja.

Ingat, Anda yang menentukan siapa yang akan dipresentasi bukan agen baru anda !

Saat anda melakukan presentasi, pastikan peran agen baru anda menjadi asisten yang efektif agar peka saat presentasi berlangsung. Buatlah kesepakatan dengan agen baru anda tentang :

  1. Apa yang harus disiapkan untuk dibawa dan dipinjamkan kepada prospeknya
  2. Apa yang nanti akan dibicarakan saat anda melibatkan agen baru anda sebelum dan sesudah presentasi berlangsung
  3. Jam dan tempat pelaksanaanya
  4. Tugas dan peran yang anda harapkan untuk dilakukan oleh agen baru anda.

SETELAH SESI PRESENTASI SELESAI

Setelah sesi presentasi standart yang anda sajikan selesai, maka penting sekali untuk mulai menetapkan jadwal follow up selanjutnya. Idealnya, dilakukan 2×24 jam kemudian.

Saat Follow Up berlangsung, pastikan anda ditemani oleh agen baru anda dan beranikan diri anda untuk mengajukan pertanyaan penting kepada prospek .

Pertanyaan apa saja yang perlu diajukan ?

  • Mana yang anda sukai, setelah dijelaskan 2 hari lalu mengenai produk proteksinya atau tentang peluang bisnisnya ?
  • Mana yang terasa sulit dipahami, adakah kesulitan yang mungkin terjadi di lapangan saat akan menjalani usaha ini ?
  • Mengapa anda tidak suka ?

Orang yang berhasil berani untuk meminta, karena kebanyakan orang enggan untuk melakukannya.

Saat follow up penting sekali bagi anda untuk mengajukan pertanyaan dan meminta prospek untuk menjelaskan apa yang mereka pikirkan, mereka rasakan atau apa yang mereka harapkan, apa yang tidak mereka harapkan.

 

Blog di WordPress.com.

Atas ↑