Siapa yang diprioritaskan saat Follow Up

Followup

Siapa yang anda cari saat anda membantu melakukan Follow Up prospek tim anda ?

Carilah yang Energik, Memiliki ambisi untuk berhasil, Telah meraih kesuksesan di bidang pekerjaannya, Mereka yang telah mapan secara finansial seakan-akan tidak membutuhkan usaha anda.

Penting sekali untuk memilih orang yang tepat saat akan membantu tim anda sebelum anda mulai melakukan Follow Up.

Mengapa follow up anda tidak membawa hasil ?

Setiap agen yang baru bergabung, tentu ingin sekali meraih keberhasilan dan dengan semangat yang menyala-nyala mereka menghubungi siapa saja yang bersedia untuk mendengarkan sesi presentasi produk proteksi Allianz dan peluang Business System Allianz. Uniknya, sedikit yang bergabung. Mengapa demikian ?

Agen baru secara alamiah akan mulai menghubungi prospek yang memiliki level yang lebih rendah daripada dirinya sendiri. Mereka berfikir bahwa cara ini akan membuat prospeknya bersedia bergabung, padahal faktanya tidak demikian.

Seorang prospek yang memiliki level energi, status sosial, intelektual dan sikap yang lebih rendah bahkan lebih buruk akan menunjukkan siapa dirinya, bagaimana dirinya merespon terhadap sebuah solusi baru sebagaimana level yang mampu dimilikinya. Seorang prospek yang memiliki kebiasaan suka mengabaikan peluang bagus, mencari-cari alasan untuk menolak sebuah perubahan, atau meyakinkan diri anda bahwa dirinya tidak memiliki sumber daya yang memadai akan cenderung menolak presentasi anda. Entah menolak dengan cara yang halus atau terang-terangan.

Apa dampaknya ?

Agen baru anda jika tidak dibekali dengan skill yang benar serta belum memiliki sikap mental yang kuat akan mudah menyerah sebelum impiannya terwujud. Bahkan bisa jadi di sesi presentasi pertama kali !

Itulah sebabnya anda sebagai mentor, perlu membantu agen baru anda untuk mengikuti saran terbaik anda untuk menuliskan semua daftar nama yang dikenal, selanjutnya melakukan klasifikasi melalui indikator yang anda tentukan demi menghindari resiko penolakan yang tidak perlu. Itulah sebabnya, anda yang memilih bukan agen baru anda. Biarkan agen baru anda yang menulis daftar namanya, namun anda yang menentukan kepada siapa saja produk dan peluang usaha ini diperkenalkan pertama kali.

Meskipun terdapat hukum yang disepakati di dalam industri jaringan untuk tidak menganalisa dan memilih-milih prospek , tetapi bukan berarti anda membiarkan agen baru anda bekerja secara serampangan. Karena yang mengalami kerugian adalah bukan anda melainkan agen baru anda.

Prospek yang tidak siap akan tetap menolak jika dia tidak membutuhkan. Prospek yang tepat akan mengambil apapun yang anda tawarkan manakala merasa memiliki kesadaran atas masalah yang dihadapinya dan mengetahui bahwa Allianz dapat menjadi solusi terbaiknya.

Minta agen baru anda menuliskannya dengan pena / ballpoint di beberapa lembar kertas, dan bukan mencetaknya melalui perangkat printer karena hasilnya akan berbeda. Selanjutnya anda berikan tanda mana yang harus didahulukan, mana yang ditunda untuk dikerjakan nanti dan mana yang perlu diabaikan untuk sementara.

Anda bisa mengatakan kepada agen baru anda seperti ini :

Setujukah anda, ibarat akan membuat tim sepak bola maka kita perlu memilih pemain yang terbaik ? Mengapa demikian ? Untuk meraih kesuksesan, bukan ?

Jika anda ingin membuat jaringan yang kuat maka kita akan mulai memilih orang-orang yang terbaik sehingga prospek terbaik anda akan segera mulai mengembangkan jaringan kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, nama yang lainnya bukan untuk kita abaikan tetapi untuk saat ini kita prioritaskan kepada orang-orang terbaik dahulu, setuju ?

Bagaimana jika ada nama prospek yang sebagian takut untuk dihubungi dan ada yang berani untuk ditemui ? berikan tanda pada daftar nama agen baru anda, agar kelak anda mudah mengelolanya.

Jika agen baru anda memiliki prospek yang takut untuk dihubungi, maka sarankan untuk meminjamkan beberapa alat bantu yang dimiliki Univision berupa buku, CD Epro, link video untuk diambil beberapa hari kemudian.

Jika mereka berani dan bersedia menghubungi maka anda dapat mengajak agen baru anda untuk melakukan presentasi One On One terhadap prospek terbaik yang mereka miliki. Akan lebih baik jika anda book presentasi sebanyak dua kali home meeeting di rumah agen baru anda dan beberapa kali One On One di cafe / rumah makan / tempat yang telah disepakati.

Bagaimana jika rumah agen baru anda tidak cukup layak atau memadai untuk mengundang daftar namanya ? maka minta agen baru anda untuk meminjamkan CD epro dan membuat janji ketemu di tempat cafe / rumah makan yang telah anda tentukan. Pada sesi table talk ini anda sebagai mentor dapat melibatkan beberapa agen baru lainnya untuk bersama-sama mengundang prospeknya di satu tempat.

Tapi pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak, karena menjadi tidak efektif. Karena meja cafe atau rumah makan kapasitasnya tentu tidak banyak. Jika anda mempresentasi prospek antar meja maka komunikasinya akan terbatas dan tidak jelas. Sehingga idealnya ada 1-3 prospek baru saja.

Ingat, Anda yang menentukan siapa yang akan dipresentasi bukan agen baru anda !

Saat anda melakukan presentasi, pastikan peran agen baru anda menjadi asisten yang efektif agar peka saat presentasi berlangsung. Buatlah kesepakatan dengan agen baru anda tentang :

  1. Apa yang harus disiapkan untuk dibawa dan dipinjamkan kepada prospeknya
  2. Apa yang nanti akan dibicarakan saat anda melibatkan agen baru anda sebelum dan sesudah presentasi berlangsung
  3. Jam dan tempat pelaksanaanya
  4. Tugas dan peran yang anda harapkan untuk dilakukan oleh agen baru anda.

SETELAH SESI PRESENTASI SELESAI

Setelah sesi presentasi standart yang anda sajikan selesai, maka penting sekali untuk mulai menetapkan jadwal follow up selanjutnya. Idealnya, dilakukan 2×24 jam kemudian.

Saat Follow Up berlangsung, pastikan anda ditemani oleh agen baru anda dan beranikan diri anda untuk mengajukan pertanyaan penting kepada prospek .

Pertanyaan apa saja yang perlu diajukan ?

  • Mana yang anda sukai, setelah dijelaskan 2 hari lalu mengenai produk proteksinya atau tentang peluang bisnisnya ?
  • Mana yang terasa sulit dipahami, adakah kesulitan yang mungkin terjadi di lapangan saat akan menjalani usaha ini ?
  • Mengapa anda tidak suka ?

Orang yang berhasil berani untuk meminta, karena kebanyakan orang enggan untuk melakukannya.

Saat follow up penting sekali bagi anda untuk mengajukan pertanyaan dan meminta prospek untuk menjelaskan apa yang mereka pikirkan, mereka rasakan atau apa yang mereka harapkan, apa yang tidak mereka harapkan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: