Problem Leader Asuransi pada Business System Allianz

Setiap Konsep yang diperkenalkan memiliki potensi masalah yang berbeda-beda, begitu pula dalam industri Asuransi.

Apa masalah-masalah konsep Business System Allianz ?

Secara umum desain kerjasama antara pihak perusahaan Asuransi dengan pihak angkatan kerjanya terbagi atas tiga model :

  1. Branch System : model paling tradisional menempatkan para agen nya separuh karyawan separuhnya konsultan finansial. Karir mereka dipengaruhi keputusan manajemen yang lebih tinggi di atasnya. Mereka masuk kantor layaknya staf ada absensi, training wajib karena menerima tunjangan bulanan dan tunjangan operasional kerja yang dianggarkan kantor.
  2. Agency system : pola mayoritas perusahaan asuransi pada umumnya. Hampir 90 % masih berafiliasi Agency System. Para agen diberikan kebebasan mengelola sendiri manajemen pemasarannya, diberikan hak menggunakan nama perusahaan tetapi menyediakan secara mandiri dana operasional nya hingga kantor atau ruko harus disediakan sendiri. Agar biaya operasional dan administrasi dapat tercover maka dibuat peringkat karir dari 4-5 level ke atas. Tujuannya terdapat selisih alokasi dana yang cukup memadai untuk tetap berjalan dengan lancar.
  3. Business System . Model terkini saat ini yang diperkenalkan pertama kali oleh Allianz Indonesia. Hubungan antara perusahaan dengan para agen murni Partnership. Mereka ditempatkan sebagai partner bisnis dengan tujuan meningkatkan jumlah omset penjualan dan dapat mendongkrak jumlah man power dengan peringkat yang sama. Jika sistem agency berupaya menjaga adanya perbedaan peringkat, pada Business System justru sebaliknya mereka didorong sesegera mungkin meraih peringkat tertinggi dalam waktu yang singkat tanpa kehilangan resiko berkurang nya income nya. Semakin banyak jumlah Business Partner maka semakin besar pula penghasilan nya. Bayangkan sesama Business Partner level di atas nya hingga 5 generasi tetap memperoleh bonus 10% dari total akumulasi omset yang diterima selama 2 tahun! Sehingga jika dijumlahkan 10% x 5 generasi sama dengan 50 % dari total omset selama 2 tahun. Itu belum komisi dasar penjualan pribadi sebesar 61 % dari total akumulasi omset selama 5 tahun. Masih ditambah lagi dengan 15% dari total akumulasi omset jika terdapat selisih peringkat tanpa batas kedalaman. Di Allianz peringkat hanya ada dua saja : Business Executive dan Business Partner sebagai posisi tertinggi.

Apa masalah para Business Partner Allianz ?

90 % problematikanya seputar manajemen man power dan sisanya seputar regulasi perusahaan dan teknik dan strategi pemasaran serta maintenance nasabah khususnya menjaga persistency pembayaran premi nasabah selama masa proteksi.

MASALAH BUSINESS SYSTEM

1. Cepat Puas

Memiliki man power besar dengan peluang perolehan bonus tertinggi bisa jadi masalah jika mereka belum cukup matang dalam menekuni bisnis asuransi.

Mereka bisa menjadi cepat puas karena dengan jumlah omset yang tidak seberapa saja menerima bonus cukup fantastis selama 5 tahun. Sekali kerja dibayar 5 tahun atau 60 kali siapa yang tidak mau? Sedangkan di tempat lain bekerja 30 hari full time dibayar satu kali saja.

Bonus yang diberikan Allianz sepengetahuan saya adalah yang tertinggi dan terbesar dari perusahaan lainnya. 

Saya bukan sedang mengemukakan data kosong tanpa fakta. Sebagai tambahan reputasi yang saya raih adalah tahun 2016 menjadi delegasi Allianz mengikuti TAA AAJI Award di Medan dan terpilih sebagai Leader Top Recruiter Juara 2. Di tahun sebelumnya 2015 pada event bergengsi yang sama di Makassar Direct Agen saya Kurniawan Barus dinobatkan sebagai Leader Top Recruiter Juara 3. Dan yang paling membanggakan du tahun 2017 ini kembali Direct Agen saya Ali Azhari dinobatkan sebagai Leader Top Recruiter TAA AAJI Award Juara 1. Bahkan saya sangat yakin Direct Upline saya Medi Wendarta pada tahun 2014 adalah Leader Top Recruiter TAA AAJI pula hanya terganjal nama proxy. Medi Wendarta adalah Zainur Rofiq alias Jenik merupakan Presiden support system Univision.

2. Keterbatasan sumberdaya untuk Memimpin

Ketakutan para agen adalah mengelola banyak agen dan keinginan para agen adalah memiliki banyak agen. Aneh bukan ? Keinginan sekaligus kekuatiran. 

Banyak yang masih meyakini lebih mudah memiliki ratusan Nasabah daripada puluhan agen. Mengapa demikian ? Karena belum pernah mengalami indahnya memiliki ribuan bahkan puluhan ribu agen asuransi, itu saja !

Ibarat sama-sama mempunyai anak manis, mana yang lebih repot saat mereka masih balita atau sudah dewasa ? 

Kebutuhan untuk menjadi leader yang terus menerus belajar dan bertumbuh, tidak pernah berhenti memberikan teladan yang baik dengan tetap memasukkan orang baru, terus mensponsori 2-3 agen baru setiap minggunya, terus menjaga kebiasaan sebagai Core Person, terus menjaga harapan selama memimpin timnya, menjaga sikap mental positif dan merasa belum jadi siapa-siapa adalah kecerdasan yang sangat dibutuhkan.

3. Kekurangan dukungan dari sistem

Memiliki agen asuransi dalam jumlah ribuan atau puluhan ribu bukanlah urusan mudah jika menggunakan sistem kontrol manajemen tradisional dan manual. 

Superman saja butuh orang lain untuk membantu dirinya apalagi agen asuransi ?

Bisa mati berdiri jika semua urusan bertumpu pada satu orang saja. Mulai dari merekrut, melatih, mengawasi proses kerja bisa berjalan dengan benar, menjaga harapan dan semangat merwka yang sering kali naik turun tanpa sebab yang jelas, terutama agen asuransi yang masih pemula dan memiliki kesibukan yang lain di luar asuransi. Belum lagi jika ada yang mengalami gesekan persaingan, konflik internal yang mereka alami.

Menjadi agen asuransi yang berkualitas mulanya hanya mengurusi konsultasi seputar bisnis lama kelamaan bisa menjadi konsultan perkawinan !

4. Mentalitas Kekurangan

Memiliki grup besar dan income yang besar bisa membuat dirinya sendiri lupa kepada masa lalunya, lupa kepada mentornya, lupa kepada keluarganya,, bahkan bisa lupa kepada Tuhannya.

Itulah sebabnya hukum kepantasan selalu benar. Orang besar memiliki masalah besar tanpa perlu dibesar-besarkan !

5. Masalah Keuangan 

Aneh bukan? Itulah faktanya. Di sini saya tidak siap membahas hal ini sebelum saya membuktikan nya. 

Bukan masalah keuangan karena tidak ada uang buat beli makanan tetapi justru kelebihan uang yang menjadi sumber masalahnya. 

Itulah sebabnya Univision secara terencana menyelenggarakan acara gathering kepemimpinan seperti CORE LEADER WEEKEND untuk membekali mereka sebelum masalah datang.

Core Leader akan menghadirkan 19 materi penting bagi masa depan Bisnis anda dan saya.

Sampai jumpa di Core Leader Weekend !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: