Asuransi? Bisnis Utama atau Sambilan?

Serapan omset industri asuransi Indonesia masih kecil, menurut data OJK 2016 sekitar 11,81% dari potensi seharusnya. 

Dengan pasar sekecil itu Allianz sebagai salah satu pioner perusahaan asuransi di Indonesia sudah mampu melahirkan 197 orang Milyuner penghasilan 1 M-17 M/tahun (data Allianz 2016). Jumlah tersebut dihasilkan dari 21.000 total agen yang teregister di OJK

Berarti sekitar 1% dari total agennya mencapai level kesuksesan secara finansial.

Jika komposisi ini tetap dipertahankan sebagai acuan, maka suatu saat nanti setelah Allianz Indonesia mampu mencetak 600.000 agen sebagaimana total jumlah agen asuransi di 150 perusahaan, maka 600.000 x 1 % = 6.000 agen yang berpenghasilan Rp 1 Milyar ke atas per tahunnya.

Jika terdapat 6000 agen yang telah sukses, dapatkan anda membayangkan sebesar apa panggung yang dibutuhkan untuk menampung mereka?

Dibutuhkan panggung sebesar apa jika 6000 orang yang sukses ini naik di atas panggung?

Kembali kepada topik,

Faktanya Serapan omset pada industri seluruh MLM Indonesia (yang teregister APLI) lebih kecil lagi, tidak lebih dari 10% dibandingkan total volume omset seluruh perusahaan asuransi.

Pernah salah seorang eksekutif perusahaan Multi Level yang ternama dari berasal dari Amerika Serikat dalam sesi diskusi mengemukakan satu topik penting : 

Siapa kompetitor yang sesungguhnya dari perusahaan MLM ? Apakah perusahaan MLM lain di negara kita ?

Bukan ! Kompetitor yang paling harus diperhitungkan adalah perusahaan asuransi.

Asuransi memiliki kemiripan dalam struktur organisasinya dengan MLM tetapi dengan reward dan kompensasi yang lebih besar serta stabil.

Jika anda bekerja di bank sebagai apapun, pimpinan anda tidak terlalu khawatir jika anda nyambi sebagai mack larren properti atau otomotif karena tidak berdampak apapun thd industri per bank an. Tahu mack larren ? mediator atau penyambung lidah atau makelar.

Dia juga tidak terlalu kuatir jika anda nyambi jualan produk MLM seperti panci, toples, kalung, kosmetik, pembalut, obat perangsang, pelangsing atau air isi ulang. Meskipun beberapa kasus bisa dikuatirkan mengganggu fokus anda dalam bekerja tapi tidak berhubungan dengan bisnis perbankan. Meskipun anda jualannya kepada nasabah yang baru meletakkan dana deposito ratusan juta di bank anda, tetap saja tidak berdampak siginifikan.

Tapi, jika anda jual produk asuransi Allianz atau merek apapun selama berbeda dengan bank anda maka akan terjafi conflict of interest, benturan kepentingan. 

Mana ada bank yang tidak menjual produk asuransi? Hanya perusahaan perbankan kelas kambing yang tidak menjual asuransi.

Bahkan asuransi menjadi salah satu andalan produk perbankan. Mengapa ? Daripada mencari nasabah memasukkan uang besar lantas bank kerja pontang panting memberikan bunga atau keuntungan kepada nasabah yang bersangkutan setiap bulannya lebih mudah jika diserahkan kepada perusahaan asuransi. Selain dapat komisi besar, beban memberikan laba/bunga dialihkan resikonya kepada industri reksadana. Nasabah tidak lagi bisa menuntut menerima bunga tetap setiap bulan tetapi dirubah menjadi profit fluktuatif tahunan. Sama-sama enak, sama-sama tenang. Nasabah dapat proteksi penggantian income, dana warisan dan profit fluktuatif yang bisa diambil sewaktu2.

Jadi, bank adalah saluran distribusi yang paling besar dari perusahaan asuransi.

Jika bank besar saja punya sambilan jualan produk asuransi, mengapa anda yang masih por ketepor dalam kondisi finansial merasa malu menjual asuransi? 

Mana yang lebih cerdas memilih, bank atau anda ?

Bank mengucurkan kredit rumah, asuransi kebakaran dijual pula. Mengucurkan kredit mobil, asuransi mobil dijual pula, menerima deposito, asuransi pendidikan dijual pula, mengucurkan kredit usaha, asuransi jiwa dijual pula. Begitu seterusnya. Asuransi adalah produk lanjutan setelah menjual produk perbankan.

Jadi mana yang sampingan dan yang utama ? Silakan anda yang menilainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: