Mengatasi Penundaan Prospek untuk memiliki Proteksi Asuransi Allianzoj

Bagaimana Mengatasi Penundaan

Pada umumnya setiap orang takut jika salah membuat keputusan apalagi yang berkaitan dengan keuangan dan pada skala jangka panjang.

Seperti membeli rumah, kendaraan, memilih sekolah/kampus.
Mirip dengan urusan menetapkan seorang pasangan hidup tentu butuh banyak pertimbangan.

Bagaimana dengan asuransi?

Sama saja.

Jika asuransi masih dianggap belum sebagai kebutuhan yang penting dan mendesak, dianggap sbg strategi penempatan dana untuk investasi, jika dianggap untuk menghadapi sesuatu resiko yang berlebihan maka wajar saja mengalami penundaan.

Tetapi sesungguhnya Penundaan adalah termasuk Buying Signal yang positif dan potensial jika anda mampu merubah potensi tersebut menjadi tindakan nyata.

Menunda berbeda dengan menolak. Selama belum mengatakan dengan lugas “Tidak” maka pintu masih terbuka.

Menunda berarti prospek anda menghargai pertemanan. Setiap orang tidak ingin kehilangan teman termasuk anda dan saya.

Perlu sedikit dorongan agar prospek bersedia mengambil resiko kecil terhadap datangnya resiko yang lebih besar, daripada kehilangan sesuatu yang lebih besar nantinya, butuh sikap mental yang benar dari sang konsultan dan butuh teknik yang benar dalam menyajikan informasinya.

Dari 12.000.000 penduduk Indonesia yang keluarganya terserang sakit kritis, 85% nya bangkrut (2012)

Pada prinsipnya Mengatasi Penundaan banyak tekniknya.

Tapi esensinya dipengaruhi oleh beberapa hal :

1. Perhatikan bagaimana kualitas trust/ kepercayaan antara nasabah dgn agen ybs. Pastikan bahwa daftar nama yang sedang anda kerjakan adalah termasuk Hot Prospek.
Bagaimana mengukurnya?

Tanyakan kepada tim anda dengan pertanyaan sederhana, sebutkan 5-20 orang yang anda kenal yang mempercayai anda dalam banyak hal.

Meskipun nama tersebut kecenderungannya sedikit agak beresiko untuk dipresentasi, tetapi dalam banyak kasus closing terjadi lebih mudah. Mengapa? Karena membeli produk asuransi adalah membeli sebuah kepercayaan.

Jika agen anda sangat yakin dirinya cukup dipercaya maka hal ini akan sangat membantu pekerjaan anda selama JFW (joint field work) atau pendampingan agen baru dengan catatat sebagai berikut :

  • Bukan anda yang mendominasi percakapan. Libatkan agen anda untuk menceritakan dengan penuh antusias mengapa dirinya memiliki proteksi, mengapa pula memutuskan untuk menemui prospek, apa motivasinya menemui prospek tersebut, dan tunjukkan bukti kepemilikan polis miliknya sendiri serta berikan beberapa bukti dari teman-teman agen yang dikenal oleh prospek tersebut bahwa dampak sakit kritis mampu membuat siapa saja bangkrut secara finansial.

2. Prospek akan berfikir ulang untuk menunda kepemilikan proteksi jika anda mampu menunjukkan manfaatnya lebih besar dan resikonya lebih kecil dibandingkan tidak memiliki proteksi.

3. Jika anda melibatkan pengambil keputusan keuangan dalam rumahnya untuk berdiskusi. Pastikan anda berbicara dengan pasangannya atau pihak lain yang anda nilai mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Bagaimana cara mengetahuinya ?
Mudah saja, dengan mengajukan pertanyaan yang tepat.

Misalnya, saat anda mengetahui bahwa prospek memiliki rumah, mobil yang membutuhkan uang tanyakan siapa saja yang terlibat dalam keputusan atas pembeliannya.

Dengan anda melibatkan pasangannya, akan menghemat waktu anda dan menghindari teknik pingpong dari prospek, untuk saling melempar tanggung jawab atas resiko pengambilan keputusannya.

4. Jika prospek sudah dapat melihat secara mental apa yang anda ceritakan maka tidak ada alasan baginya untuk menunda.

Masalah yang seringkali terjadi adalah anda memaksanya mengerti sedangkan fikirannya sedang kemana-mana. Karena itulah alat peraga berupa gambar atau video dapat membantu mempercepat proses closing.

70% cara belajar manusia adalah secara visual sisanya menggunakan alat bantu pendengaran dan sentuhan.

5. Penawaran anda haruslah tulus dan terbebas dari segala tendensi diluar kepentingan dirinya.

Ketulusan seseorang dapat dirasakan dari gestur, body language, bahasa tubuh, pergerakan raut wajah anda serta intonasi saat berbicara.

Jadilah komunikator yang handal. Karena pada prinsipnya seorang marketing adalah sedang Telling a Story not Sell a Product.

6. Pada akhirnya sesungguhnya Andalah yang membeli bukan anda menjual sesuatu kepada prospek.

Cobalah pahami esensi pekerjaan anda yang menawarkan solusi keuangan yang menyediakan warisan sebesar berapapun yang dibutuhkan oleh prospek.

You are a Buyer not a Seller.

Andalah, yang memutuskan apa yang sebaiknya prospek perlu miliki untuk meraih hidup yang berkualitas dan hidup yang memberikan arti Legacy bagi keluarganya. Tanpa agen seperti anda tidak mungkin Allianz memproses kontrak perjanjian perlindungan finansial keluarga seumur hidupnya. Tanpa agen seperti anda, pasangan tertanggung akan menderita batin begitu hebat dan berkepanjangan karena kebingungan harus menjual hartanya satu per satu, Tanpa agen seperti anda, jika tertanggung mengalami musibah tutup usia, besar kemungkinan harus mempertanggung jawabkan pembayaran hutang di masa mendiang masih hidup, Tanpa agen seperti anda, akan banyak janda yang melenggang tanpa finansial cukup sehingga masa depan pendidikan anak-anaknya nya bisa jadi akan kandas, dan tanpa agen seperti anda yang gigih mengatakan kebenaran bahwa asuransi adalah proteksi bukan investasi akan mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia yang sudah terkoyak koyak oleh polah tingkah miss selling agen Asuransi, tanpa agen seperti anda yang mengatakan dengan sejujurnya bahwa berapapun polis yang dimiliki oleh nasabah tidak akan cukup untuk mengatasi bencana resiko keuangan karena sakit kritis.

Sekarang anda paham, betapa berharganya profesi anda bagi prospek nasabah anda? Jadi, jangan minder atau salah tingkah saat mereka menunda untuk ikut asuransi Allianz.

Melihat wajah anda saja, saya sudah tertarik apalagi istri anda?

Maksudnya, apalagi istri anda sendiri yang melihat perubahan cara berfikir dan sikap mental suaminya untuk tulus memikirkan kebahagiaan banyak orang.

Wong agen ngganteng sak dunia kok minder ? Ojok minder ngomong asuransi, kudune sing minder karo isin iku prospeke. Tiwas pamer sugih bondo, sayang anak bojo tapi molor-molor melok asuransi. Iku jenenge prospek nggedabrus.

Selamat Membeli atas Prospek Anda.

Hormat Saya,

Moh Sjaiful Alam

Pembeli Asuransi dengan Senyuman Paling Manis

Disclaimer : Artikel yang dipublikasikan di website ini bersifat pribadi dan tidak mewakili pendapat atau posisi Allianz Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: