Warisan Asuransi jatuh kemana?

Jika mengasuransikan diri sendiri untuk mempersiapkan warisan bagi anak-anak dapatkah diterima oleh anak kita?

Jawabannya, tergantung.

Pada prinsipnya perusahaan asuransi jiwa tidak bisa menyerahkan dana manfaat kepada seseorang jika belum memiliki nomor rekening.

Allianz tidak akan memberikan dana secara tunai, selain secara transfer.

Karena perusahaan asuransi sebesar Allianz senantiasa diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Masalahnya, bagaimana mungkin anak kecil memiliki nomor rekening bank jika belum memiliki KTP?

Disinilah pentingnya peranan seorang wali yang terpercaya.

Orang tua sebaiknya mencantumkan nama wali yang akan membantu merawat anak, selain pasangannya / ibunya, apabila meninggal.

Jika orang tua merasa tidak yakin terhadap wali tersebut, maka buatlah surat wasiat dihadapan notaris.

Wali bisa berasal dari saudara dekat anda.

Pilihlah wali yang benar-benar anda percaya, dan bertanggung jawab sehingga dia akan benar-benar memberikan uang pertanggungjawaban asuransi itu untuk kepentingan si anak.

Kalau si wali tidak bertanggung jawab, bisa-bisa uang pertanggungan asuransi orang tua menguap di mal, sementara anak kita malah terlantar.

Pikirkan hal ini.

Jika anda tidak memiliki warisan cukup besar, siapakah selain istri anda yang benar benar secara tulus merawat dan memperhatikan kebutuhan anak anda seperti diri anda sendiri ?

Jika anda bepergian selama 5 tahun serta menitipkan kunci sebuah brankas yang berisi uang milyaran, penuh dengan emas perhiasan dan sertifikat , apa yang anda inginkan atas isi brankas tersebut?

Benarkah anda berharap agar isinya tetap utuh?

Jika dititipkan pada keluarga anda, dapatkah anda meyakini isinya tetap aman dan tidak berkurang selama 5 tahun?

Siapa yang bisa anda percaya 100% Mungkin jawabannya bisa meragukan anda sendiri.

Tapi, jika anda meninggalkan hidup ini penuh dengan hutang dan anak-anak yang masih kecil, dapatkah anda memastikan bahwa isi brankas saudara anda tidak terkuras karena hutang anda dan untuk membiayai kebutuhan hidup anak yang anda cintai?

Apakah masuk akal bagi anda jika saudara anda yang menanggung semuanya?

Apakah juga cukup masuk akal bagi anda sendiri jika hal itu terjadi sebaliknya?

Bagaimana jika istri anda memiliki masalah yang sama?

Anda punya saudara yang meninggalkan 5 anaknya yang masih kecil untuk selamanya beserta hutang yang menumpuk dan istri anda memiliki adik yang baru saja meninggal dan meninggalkan 5 anak juga. Apa yang anda akan lakukan terhadap 10 orang keponakan anda?

Benarkah hidup anda akan susah jika tidak memiliki penghasilan?

Apakah lebih ringan atau lebih berat jika anda akhirnya yang mengelola dana warisan 10 Milyar yang bersumber dari asuransi Allianz?

Siapa yang bilang jika punya asuransi itu hidupnya bikin susah?

Sidoarjo 22 Maret 2018

Moh Sjaiful Alam

Tukang Service Brankas merek Brother

Disclaimer : Artikel yang dipublikasikan di website ini bersifat pribadi dan tidak mewakili pendapat atau posisi Allianz Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: