Cara Rekrut Agen dengan 2 Ibu Jari

HUKUM BERKOMUNIKASI POLANYA TELAH BERUBAH

Ya benar. Pola berkomunikasi dalam 10 tahun terakhir benar-benar berubah.

Hukum permainannya menjadi berubah seiring dengan berubahnya pola berkomunikasi sesama orang.

Coba anda ingat kembali 10-15 tahun lalu saat tahun 2000-2008 ?

Gadget apa yang anda miliki? Bagaimana anda menggunakannya? Apa yang anda lakukan terhadap handphone anda? Fitur dan aplikasi apa saja yang anda tanam di dalamnya?

Masihkah anda ingat bahwa di jaman itu penggunaan nada ringphone yang unik menjadi penting, bahkan dijual oleh provider?

Semakin nyaring bunyinya, semakin aneh dan bervariasi nadanya berarti anda termasuk golongan kelas atas dalam penggunaan gadget?

Saat tahun 2000, berapa banyak yang menggunakan aplikasi whatsapp? Sedikit atau sebanyak hari ini?

Saat ini cara berkomunikasi didominasi oleh fitur Voice / suara.

Anda nampak keren saat itu jika menelpon teman anda, sembari menempelkan hape di telinga anda agar orang lain tahu tipe hp seperti apa yang anda gunakan?

Penggunaan fitur SMS sudah mulai ditinggalkan karena terbatas informasinya.

Beberapa generasi muda mulai menggunakan BlackBerry messenger untuk menghemat anggaran.

Rasanya sedang berada di level kelas anak ABG jika berbicara tanpa suara dan menggunakan teks.

Berbicara dengan orang penting menggunakan teks nampak dianggap tidak sopan dan dianggap tidak punya uang cukup.

Menggunakan fitur messenger atau teks tanpa berbicara langsung melalui telepon pasti karena pulsanya minim. Masih ingat, jaman itu?

Tiba-tiba keadaan berubah drastis, semua orang mulai beralih menggunakan teks dengan BBM messenger. Dan sekarang WhatsApp, Telegram yang memiliki fitur lebih banyak dengan daya jelajah lebih luas.

Saat ini di 2018 permainannya benar-benar berubah.

Aplikasi yang ditanam berisi beragam sistem canggih untuk terhubung dengan belahan dunia manapun. Main game melalui hape, browsing, belanja produk online, pesan taxi dan makanan, lihat video, baca chart, menyimak analisa berita, membagikan berita benar dan berita hoax, mengungkapkan cinta dan hujatan semuanya menggunakan pola yang berbeda 180 derajat dari masa sebelumnya.

Sekarang, jamannya 2 ibu jari. Bahkan banyak gadget yang menggunakan satu jari telunjuk saja, atau dengan pola sapuan telapak tangan tanpa menyentuh hape.

Saat ini sangat jarang pengguna gadget membunyikan suaranya, bahkan dianggap tidak sopan, rata-rata hanya getar getar saja, bzzz, bzzz. Hape tidak lagi lebih sering nempel di telinga tapi berada dalam genggaman jika sedang berbicara.

BISNIS JARINGAN TURUT KENA IMBASNYA

Membangun bisnis jaringan yang besar membutuhkan banyak prospek yang bersedia bergabung sebagai nasabah atau agen di dalam tim.

Jaman dulu, jika anda ingin memiliki banyak orang yang anda rekrut caranya adalah seperti ini :

  • Tulis sebanyak mungkin daftar nama, dan buat klasifikasi.
  • Undang mereka dengan telepon jangan dengan SMS.
  • berbicaralah terburu-buru dan segera tutup telepon anda, sebelum prospek anda bertanya terlalu banyak.
  • Yang penting prospek bisa datang.

Jadi cara mengundang prospek adalah dengan menggunakan suara anda langsung.

CARA LAMA BERKOMUNIKASI

Jika anda ingin sukses, maka perlu memiliki puluhan atau ribuan orang yang bergabung dalam tim anda. Tetapi, mereka sebelumnya harus dipresentasi dahulu. Dan satu-satunya cara adalah dengan mengundangnya.

Mengundang adalah tahap yang paling sulit dan menegangkan selama 20 tahun saya menekuni bisnis jaringan. Dan banyak yang tumbang ! Bukan karena tidak bisa presentasi, tapi tidak adanyang datang karena takut berbicara melalui telepon saat mengundangnya.

Persoalannya klasik, bagaimana cara memulai, jika ditanya bagaimana menjawabnya dan berharap prospek tidak tanya banyak langsung mengiyakan untuk datang.

Masalahnya, saat ditelepon prospek selalu bertanya (dalam hatinya) mengapa saya dihubungi bukan orang lain.

MARI KITA BUAT SIMULASI SEDERHANA

CARA LAMA

Mari kita buat simulasi sederhana. Jika saya meminta anda untuk menelpon 100 orang teman anda, apa yang anda rasakan? merasa berat atau mudah? Berapa persen prospek anda dapat dihubungi secara langsung ?

Jika ada 20 agen yang diberi tugas menelpon 100 temannya, berapa banyak agen baru yang berhenti menelpon di bawah 10 daftar nama orang sebelum menyelesaikan semuanya ? Dan berapa banyak yang mampu menyelesaikan berbicara dengan 100 orang melalui telepon?

Hukum permainannya telah berubah. Cara berkomunikasi dalam bisnis saat ini telah berubah dari penggunaan voice menjadi teks.

Jika anda ingin membantu tim baru anda sukses dengan cara lama apakah anda setuju dengan ide di bawah ini ?

Mereka menggunakan aplikasi mesengger seperti WhatsApp atau Telegram.

Pertanyaannya :

Berapa banyak agen baru yang berhenti dan menyerah menelpon prospek? Berapa agen yang mampu menyelesaikan telepon 100 orang?

Adakah perbedaanya? Apakah lebih banyak? Lebih cepat? Lebih produktif dengan cara ini?

Lebih banyak prospek yang bisa di chat?

Benar demikian?

Jika saya simpulkan, caranya harus :

FAST

EASY

ACTION

RESULT

MARI KITA BANDINGKAN ANTARA LAMA DAN BARU

Dengan tugas yang sama, anda tetap diminta berkomunikasi dan membuat janji dengan 100 orang.

Metode yang anda gunakan adalah : Anda menulis apa yang penting, yang menarik, sambil menuangkan kutipan, gambar dan link video untuk menguatkan permintaan anda.

Anda mungkin melakukannya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp, telegram, Facebook messenger atau Line

Seberapa cepat anda berhasil membagikan informasi anda ( melalui menu berbagi / share) ?

Seberapa banyak anda mampu membagikannya ? Lebih hemat waktu, dengan sekali ketik langsung copy paste saja tanpa harus mengulang dari awal seperti anda berbicara dengan orang melalui telepon

Seberapa besar kemungkinannya bagi agen anda untuk langsung action?

Apakah lebih mudah dan lebih hemat waktu menulis WhatsApp dibandingkan berbicara satu persatu dengan menelpon?

Jika ada 20 agen dengan loading tugas membuat janji dengan 100 orang dapat dilakukan 100% oleh mereka, berapa besar kemungkinannya untuk berhasil?

CARA LAMA :

20 AGEN X 100 NAMA

Yang mencoba 10 orang, yang takut 10. Yang gagal menyelesaikan 8 dan yang berhasil menyelesaikan 2 orang, maka hasilnya adalah 2 x 100 nama = ada 200 kemungkinan orang bersedia dipresentasi dan bergabung.

CARA BARU :

20 AGEN X 100 NAMA

Yang membuat narasi 1 orang, yang copy paste 20 orang. Yang berhasil mengirimkan berita 20 orang. Maka hasilnya adalah 20 x 100 nama = ada 2000 kemungkinan orang bersedia dipresentasi dan bergabung. Dana ada 2000 orang yang membagikannya kepada orang lain karena informasi anda begitu berguna.

Kuncinya sekarang adalah desain informasi yang anda miliki harus menarik.

Jika anda tidak bisa berbicara, selama 2 ibu jari anda masih utuh atau telunjuk anda masih berfungsi anda memiliki peluang besar untuk membuat banyak janji ketemu dengan ribuan daftar nama anda.

Tetapi ingat metode ini hanya terbatas pada informasi awal untuk membuat janji.

Mempresentasikan konsep produk asuransi tetap membutuhkan sesi tatap muka, karena asuransi bukanlah seperti menjual barang yang bisa ditunjukkan spesifikasi dan bentuknya.

Sangat tidak etis jika anda mengirimkan gambar atau video seseorang yang sedang bangkrut karena tidak bersedia membayar premi asuransi san terpaksa harua bayar klaim sendiri.

Dan tidak ada satupun nasabah yang bersedia memiliki asuransi setelah dikirimkan gambar buku polis asuransi !

Asuransi bukan seperti jajan kelanthing yang membuat prospek jadi ngiler pingin beli setelah gambarnya dikirim !

Anda mau merekrut banyak orang? Pastikan ibu jari anda tetap sehat dan kuat.

Salam 2 ibu Jari !

Moh Sjaiful Alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: