Aku Lagi Ana Perkoro Gedhe

Aku Lagi Ana Perkara Gedhe

Ono kancaku, Mei Sin. Nangis sesenggukan nang juragan keong – Marjuki.

Laopo sin nangis ngunu?

Tulung..

aku wis ra kuwat… Tulung ya… Sing isa tak andhalke mek kowe wae… Aku ra iso ngomong karo bosku meneh.

Ono opo, bosmu ?

Wis, pokoke aku gak nyaman gumbul karo bosku lawas. Pikirane ga sehat, saben nyawang rupaku.

Seje nek sampean. Soale sampean Luwih waton lan waskito.. sopo sing gak eruh Juragan Keong Marjuki? Mei sin ngrayu bos keong ben ditulungi.

Wis intine ono opo se Sin?

Ngene, aku lagi ana perkara gedhe banget… Aku sampek mati-matian ora isa ngrampungake iki… Piye ya… Nek tak omongke ngerepoti ora ya… Aduh piye iki… Ya wis iki perkarane… Aja ngamuk, nangis, lan liya-liyane lho…

.... eeh

Upin lan Ipin kuwi anake sapa

?

UNIKNYA BISNIS JARINGAN

Dalam bisnis jaringan, anda akan bertemu dengan beragam karakter manusia.

Ada yang membuat anda suka ada yang sedih dengan cerita kehidupan mereka.

Karena setiap yang bergabung di Allianz tentu menginginkan kesuksesan lebih cepat untuk selesaikan masalah finansialnya (yang telah ditumpuk puluhan tahun sebelumnya) maka harapan untuk sukses dan kaya raya cepat justru membuat jebakan bagi dirinya sendiri.

Bagaimana mungkin bisa cepat kaya jika yang dimiliki saat ini untuk sukses hanya bermodalkan semangat dan masalah yang berat? Apakah cukup ? Tentu saja tidak.

Bisnis Allianz adalah bisnis yang berhubungan dengan manusia. Semakin bagus memahami manusia maka akan semakin efektif memimpin dan mengarahkan mereka.

Semakin banyak agen yang bergabung semakin besar pula yang bersedia memberikan kontribusi omset dalam grupnya. Artinya incomenya akan semkin meroket pula.

MASALAH NYATA

Masalahnya, masih banyak agen yang memiliki problem internal dalam keluarganya sebelum dia bergabung sebagai agen baru. Dan hal ini sering mengganggu konsentrasi pikirannya.

Mau tidak mau, suka tidak suka. Para leader perlu untuk menyediakan dirinya menjadi konsultan atau setidaknya mendengarkan keluh kesahnya.

Masalah lainnya, mereka baru bergabung dan ingin sukses cepat. Maka kesadaran untuk memiliki sikap yang benar dan pengetahuan teknis untuk membangun man power agen yang efektif harus segera dikuasai. Sedangkan keluh kesah problem internal rumah tangganya seringkali muncul lebih sering.

Mana yang harus didahulukan?

Menguasai skill dan teknik bisnis dan mengabaikan persoalan internal mereka atau menyelesaikan dulu cara pandangnya terhadap problem keluarganya baru membahas know how tentang bisnis Allianz?

Problem internal itu bisa berupa macam-macam seperti :

  • Rendahnya kepercayaan terhadap dirinya sendiri,
  • Cara pandang yang pesimis tentang kesuksesan, bisakah sukses karena belum pernah di bidang asuransi
  • Kendala keuangan dalam rumah tangganya, mulai dari menumpuknya hutang, dihantui perasaan takut hingga tidak punya uang untuk biaya operasional bisnis, seperti menemui prospek, membeli tiket pertemuan atau kebutuhan sehari
  • Perlakuan tidak pantas dari pasangannya atau keluarga besarnya, menyebabkan bergabung sebagai agen asuransi
  • Merasa tidak berharga dan tidak mampu untuk meyakinkan orang lain,
  • Rendahnya skill with people atau strategi membangun organisasi.
  • Belum lagi, minimnya pengetahuan tentang konsep business system dalam asuransi dan bagaimana support sistem bisa bekerja untuknya.

Beberapa upline berupaya mengatasi persoalan ini dengan menggunakan alat bantu yang telah tersedia untuk meningkatkan kapasitas berfikir seluruh anggota timnya.

Namun, dari pengalaman saya Buku, Kaset / CD pembelajaran digital Epro dan Pertemuan reguler tidak cukup memadai jika tanpa konsultasi tatap muka dengan mentor yang lebih berpengalaman.

Pada sesi konsultasi inilah kadangkala timbul masalah baru, diluar masalah yang sudah ada sebelumnya.

Konsultasi one on one yang mulanya ditujukan untuk memberikan arahan seputar bisnis, memberi arahan apa yang harus dilakukan agar bonusnya semakin meningkat, agar man power yang malas menjadi semangat kadangkala berkembang dan berubah menjadi obrolan seputar pribadi yang rentan terjadinya keintiman dan perubahan persepsi dari pihak konselor atau yang menerima konseling bisnis.

Semuanya bisa terjadi secara alami, begutu saja dan tanpa sengaja.

Apakah kasus seperti ini hanya terjadi di bisnis jaringan saja?

Saya tidak yakin. Karena di berbagai profesi juga pernah terjadi. Meskipun ini bersifat kasuistis.

Saya pernah melihat film Basic Instinct bahwa terjadi hubungan asmara antara pasien dengan konselornya.

Beberapa teman pengacara dan konsultan hukum saya juga pernah mengalami hal yang sama.

Meskipun hal ini sangat tabu dibicarakan tetapi faktanya hal ini telah terjadi.

MENGAPA PERLU KONSULTASI ?

Apakah konsultasi diperlukan? Sepenting apakah konsultasi dalam bisnis seperti ini?

Jawabannya tergantung. Bisa iya bisa tidak.

Konsultasi dalam bisnis jaringan bukanlah seperti sebuah seremoni ritual yang kosong dengan tujuan atau sasaran. Untuk apa konsultasi jika tidak tahu yang dikonsultasikan. Apalagi jika tidak melakukan apapun selama sebulan penuh.

Konsultasi baru terasa efektif jika :

  1. Anda melakukan bisnis ini, dan membutuhkan saran dari ahli apakah yang dilakukan sudah tepat, bekerja di titik mana yang bisa memberikan efek positif, apa cara pandang yang perlu diperbaiki dan dipertahankan, dan lain-lain.
  2. Anda konsultasi kepada upline yang berada dalam garis sponsorisasi di atas anda. Karena hanya merekalah yang memiliki kepentingan paling kuat terhadap kesuksesan anda. Tapi pastikan beliau memiliki reputasi dan kesuksesan lebih dari skala bisnis anda saat ini.
  3. Konsultasilah kepada upline yang konsultasi. Mengingat ini bisnis jaringan dan mengedepankan duplikasi maka yakinlah bahwa tidak mungkin seorang bisa sukses tanpa konsultasi.
  4. Sikap anda benar saat konsultasi. Bukan hanya konsultasi tapi melakukan.
  5. Jangan berpindah pindah jalur konsultasi. Apapun yang terjadi, sebelum mentor anda sebelumnya yang meminta anda untuk mencari pelatih lainnya. Akan menyulitkan langkah anda sendiri kelak jika sekarang konsultasi dengan upline A bulan depan upline B tiga bulan lagi upline C,D, dan balik lagi dengan B. Berganti-ganti mentor dapat merugikan diri anda sendiri. Karena konsultasi banyak memberikan konsekuensi bagi para konselornya selain gratis bagi anda.

HARAPAN PENERIMA KONSULTASI

Sebenarnya apa harapan dari penerima konsultasi ?

Dalam buku psikologi konseling karya Latipun (2011) Dennis Palazzo dalam penelitiannya tentang dinamika konsultasi mengungkapkan beberapa harapan penerima bantuan konselling dapat bermacam-macam sebagai berikut:

  1. Untuk memperoleh kesempatan membebaskan diri dari kesulitan.
  2. Untuk mengetahui lebih jauh model konseling yang sesuai dengan masalahnya.
  3. Untuk mengetahui masalah yang dialami sebenarnya.
  4. Memperoleh kepercayaan dan ketenangan diri.
  5. Memahami alasan yang ada di balik perasaan dan perilakunya.
  6. Mendapat dukungan tentang apa yang harus dilakukan.
  7. Memperoleh kepercayaan dalam melakukan tindakan baru yang berbeda dari orang lain.
  8. Mengetahui perasaan apa yang sebenarnya dialami dan bagaimana seharusnya bertingkah laku.
  9. Mendapatkan saran atau nasihat agar memiliki hidup yang bermakna dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
  10. Agar orang lain menanggapi sebagaimana layaknya.
  11. Agar dapat melakukan kontrol diri yang lebih baik.
  12. Agar memperoleh sesuatu secara langsung seperti yang terpikirkan dan dirasakan.
  13. Melepaskan diri dari masalah-masalah khusus.

Seorang mentor harus menggabungkan antara teori yang ingin digunakannya dengan harapan penerima konsultasi. Karena teori merupakan dasar seorang konselor untuk berpijak dalam menangani problem downlinenya. Sementara harapan adalah dasar seorang downline datang kepada mentor.

Bukankah hal ini akan berbahaya bagi bisnisnya jika dibiarkan berlarut larut?

Tentu saja.

Apakah masuk akal ?

Mungkin saja tidak.

Masalahnya konsultasi bisnis tidak dilakukan sekali tetapi setiap bulan dan berlangsung selama bertahun tahun bahkan dengan mentor yang sama?

Karena dalam bisnis jaringan tidak bisa berkonsultasi dengan sembarang mentor, apalagi dengan cross line / seseorang yang berbeda garis. Maka keberadaan seorang mentor yang berada di garis yang lebih tinggi jadi penting.

Bagaimana solusinya ?

Jujur saya tidak tahu, selain sebuah harapan bahwa setiap orang pasti menginginkan yang terbaik dari dirinya dan seorang mentor pasti ingin timnya lebih sukses dan lebih berprestasi dari dirinya.

Selama setiap orang diberikan kesempatan untuk dapat memperbaiki kesalahannya maka selama itu pula setiap orang akan bisa bertahan lebih lama. Begitu pula sebaliknya, semakin kaku perlakuan organisasi maka semakin sedikit orang bisa bernaung di dalamnya.

Kedua, mentalitas saling melindungi itu penting.

Dalam pepatah jawa ada kalimat mikul dhuwur mendem jero.

Meskipun, hal ini tidak ditujukan untuk membiarkan dan melindungi sebuah kesalahan yang dilakukan personal tetapi yang saya yakini keseimbangan dan harmoni akan tetap terjaga jika bisa saling asih, saling asah dan saling asuh.

Ketiga, kepemimpinan menjadi sangat dibutuhkan untuk memastikan keadaan berubah menjadi lebih baik.

Saya teringat film perang yang pernah saya lihat beberapa waktu silam. Jika kondisi sedang tidak menentu, dan pertolongan belum juga datang selain sebuah harapan untuk menang, sedangkan persediaan bahan makanan untuk bertahan hidup sudah habis maka peranan seorang pemimpin yang matang dan bijaksana menjadi penting.

Bagi saya tidak mudah menjadi pemimpin. Sangat berat menjadi seorang pemimpin apalagi jika orang yang dipimpinnya banyak yang alay dan lebay.

Mana yang lebih berat menurut anda, menjadi pemimpin pasukan singa atau pemimpin pasukan domba ?

Bagi saya sama saja. Selemah lemahnya kawanan domba, pemimpinnya harus berjuang keras menaikkan level mentalnya. Dan sekuat kuatnya kawanan singa, pemimpinnya membutuhkan sikap kebijaksanaan dari keganasan dan garangnya naluri para singa.

Salah bertindak, bisa muncul masalah baru.

Ki Hajar Dewantara pernah berkata Ing Ngarsa sung tuladha ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

slogan ki hajar dewantara

Sebuah slogan dan filosofi yang sangat dalam.

Jika bisnis ini adalah bisnis kepemimpinan. Maka, siapapun yang bergabung di dalamnya akan mengemban posisi yang sama sebagai pemimpin pula.

Pernah terjadi dalam grup saya diskusi dan gosip liar tentang perilaku leadernya yang dianggap kurang pantas dan salah.

Seorang yang masih sangat pemula dalam industri ini seringkali terjebak dalam fatamorgana dengan mengajukan standar tinggi kepada pemimpinnya harus ini dan itu. Harus lebih sukses, harus lebih bijak, tidak boleh bersikap buruk, tidak boleh berbuat ini dan itu.

Sedangkan mereka sendiri tidak melakukan seperti apa yang mereka katakan.

Itu persis seperti penonton sepakbola yang mengatakan pemain kesayangannya begitu bodoh dan goblok saat berlaga tanding sehingga kalah. Terdengar celotehan dan omelan yang nampak lucu tapi menyakitkan hati, padahal sang penonton kakinya buntung.

Begitu mudahnya menilai dan memberikan cap pada seseorang padahal belum tentu dirinya mampu melaluinya dengan baik.

Mengapa? Masalahnya karena mereka belum mengalami. Itu saja.

Bagaimana sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin jika :

  • Melihat uplinenya atau downlinenya adalah orang yang lemah? Pernah gagal, memiliki masa lalu yang tidak baik.
  • Melihat timnya sedang kelelahan, ingin bangkit tapi terasa berat dan berkali gagal mencoba.
  • Merasakan bahwa tanggung jawab untuk menjadi teladan semuanya hanya bertumpu pada diri satu orang saja yaitu diri sendiri ?

Akan banyak sekali list di atas, jika anda menjadi pelaku di industri yang luar biasa ini.

Selamat datang di bisnis kepemimpinan. Welcome to the club.

Satu respons untuk “Aku Lagi Ana Perkoro Gedhe

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: