Wisata Rumah Sakit : destinasi penuh makna

BERWISATA KE RUMAH SAKIT

Jalan jalan ke lokasi wisata nan indah-indah di daerah wisata dalam negeri atapun luar negeri atau ke mall, merupakan hal yang sering kita dengar. Bahkan kita pun sering melakukannya.

Tetapi jalan jalan ke Rumah Sakit merupakan sesuatu yang wajib kita lalukan..

Beberapa hari saya di rumah sakit dirawat, banyak hal yang perlu kita jadikan refleksi kehidupan. Moga pengalaman ini bisa sebagai bahan renungan bagi kita semua

Sekali waktu jalan-jalanlah Ke Rumah Sakit, jangan ke Mall saja. Di sana Anda akan menemukan orang-orang yang nasibnya tidak seberuntung Anda.

Masuklah ke ruang ICU.

Lihat, Anda akan menyaksikan pasien yang sedang berjuang mempertahankan nyawanya. Mereka terlihat sangat lemah, sehingga hidupnya dibantu berbagai macam peralatan. Mulai dari peralatan monitor untuk memantau denyut nadi dan jantung serta pernapasan. Mulut dipasang selang untuk memasukkan bahan nutrisi. Di hidungnya terpasang selang untuk mengalirkan oksigen sebagai alat bantu pernapasan. Selang lainnya terpasang untuk mengeluarkan urine, cairan lambung dari bagian tubuh lain. Jika mereka sadar mungkin mereka dihantui ketakutan akan malaikat maut yang siap siaga menjemputnya.

Bandingkan dengan Anda saat ini. Hidup Anda relatif tidak dibantu alat apapun. Bernapas dengan leluasa di alam bebas tanpa harus dibantu oksigen. Jantung berdegup dengan normal tanpa bantuan alat. Sehingga Anda bisa beraktifitas dengan leluasa. Berkumpul dengan keluarga.

Tengok pula ruang Kemoterapi.

Di sana Anda akan menyaksikan orang-orang yang tengah berjuang dengan penyakit kankernya. Lihatlah wajah-wajah mereka. Tidak ada keceriaan. Tubuh mereka terlihat kurus, Kulit mereka relatif menghitam, sementara rambut mereka semakin hari semakin menipis. Bandingkan dengan Anda. Kini mungkin Anda sedang berdandan di depan cermin. Sambil siap-siap jalan-jalan bersama teman mencari tempat yang cocok untuk ber-swa foto.

Kunjungi pula ruang Hemodialisa.

Di sana puluhan orang berjejer berbaring di ranjang dengan tangan terikat selang. Mesin hemodialisa sedang menggantikan peran ginjal mereka yang tidak berfungsi alias gagal ginjal. Mereka bolak-balik ke Rumah Sakit seminggu dua kali selama seumur hidup. Di luar itu, mereka tidak bebas makan dan minum seperti orang sehat.

Bandingkan dengan hidup Anda. Ginjal anda berfungsi dengan normal tanpa bantuan apapun dan siapa pun. Anda pun leluasa memakan dan meminum apa saja. Tidak seperti pasien gagal ginjal. Minum tidak boleh sesuka hati. Makan buah-buahan menyebabkan sesak nafas.

Tengok pula ruang rawat inap…

Di sana Anda akan menemukan pasien beraneka macam penyakit. Mulai dari yang sesak napas, susah buang air besar, stroke, jantung, diabetes, hingga pasien yang mengalami penyakit berat seperti radang paru-paru, kanker, hingga bocor jantung.

Dan terakhir

Jangan lupa Anda tengok juga ke bagian administrasi. Anda akan menyaksikan keluarga pasien menyerahkan uang jutaan bahkan puluhan jutaan rupiah sebagai biaya pengobatan salah satu anggota keluarganya.

Wallahu a’lam, mungkin uang yang diserahkan ke pihak rumah sakit itu hasil tabungan selama bertahun-tahun ataupun uang pinjaman. Terlihat wajah sembilu mereka setelah menyelesaikan administrasi. Di satu sisi gembira karena anggota keluarganya bisa pulang ke rumah. Namun di sisi lain sedih karena kehilangan uang yang tidak sedikit jumlahnya.

Bandingkan dengan Anda… Uang anda mungkin kini aman di dompet atau bank sehingga dengan leluasa bisa Anda gunakan untuk keperluan apapun. Sungguh, orang-orang yang sehat harus benar-benar bersyukur atas kesehatan yang Allah berikan kepada kita. Dan pasien-pasien yang kini berada di Rumah Sakit lah yang akan mengingatkannya.

Dengan menyaksikan orang-orang yang kini terbaring di rumah sakit ini selayaknya hati kita tergugah untuk benar-benar tunduk dengan ayat :

_“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?”_

Semoga kita selalu sehat, menjadi ikhtiar dan syukur kita semua menuju dan menjaga kesehatan diri yang Allah SWT berikan. Aamiin

Nikmat Allah yang mana lagi yang kau dustakan, maka bersyukurlah kepada Allah SWT yang masih memberikan kesehatan kepada kita.

Sehat itu mahal.. maka jagalah kesehatan..

Sumber :
Unknown friend
(Berbagi pengalaman pd saat Ayahanda dirumah sakit kemarin, dan betul adanya cerita ini)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: