Menjadi Master karena sikap bukan genetika

Seorang Master tetap saja masih Belajar.
Mereka secara sengaja- konsisten mengedukasi dirinya sendiri, dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada dirinya sendiri untuk dicari jawabannnya. Master juga belajar dari kesalahan-kesalahanya dan membuat dirinya selalu berkumpul, bergaul dengan orang-orang yang lebih cerdas dari dirinya.

Seorang master tidak pernah merasa matang meski dia memahami dan menyadari pengalaman sebelumnya sangat membantu dirinya.

Mereka terus belajar dan bersedia berubah.

Merasa matang membuat pikiran anda cepat membusuk. Mari Terus belajar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: