Asuransi bukan ajian tolak bala

”Sakit bagi seorang mukmin adalah pembersihan (dosa) dan rahmat. Bagi orang kafir adalah siksaan dan laknat. Sesungguhnya penyakit itu akan senantiasa ada pada seorang mukmin sampai tidak ada satu pun dosa padanya.” (Imam Ali Ar-Ridho)

Pada umumnya masyarakat awam dengan asuransi masih memandang fungsi dan manfaat asuransi pada pemahaman keliru.

Untuk apa ? Bukankah saya selalu sehat hingga saat ini ? Jikalau saya sakit itu saya pasrahkan semuanya kepada keputusan Tuhan Allah SWT.

Sakit adalah takdir, kalau mau dibeti sakit berat atau ringan semua atas kehendak Nya. Manusia tidak bisa menolaknya.

Sakit adalah jalan pembersihan dosa. Menghindarinya berarti merasa dosanya tidak ada.

Demikian kira-kira pendapat umum yang saya dengarkan langsung dari penuturan prospek yang menolak atau menunda memiliki proteksi asuransi.

TUJUAN BERASURANSI

Saya bukanlah perusahaan asuransi yang menggunakan segala cara agar setiap orang membelinya.

Saya, adalah warga negara biasa yang tertarik menjadi agen asuransi Allianz disebabkan oleh beberapa alasan dan pengalaman pribadi.

Sekarang coba anda perhatikan, perusahaan asuransi besar yang berasal dari luar negeri seperti Jerman, Italia, Jepang, Hongkong, China atau dalam negeri Indonesia rata-rata memiliki masa lalu hancur akibat perang dunia.

Dampak peperangan berupa kematian, sakit atau wabah penyakit secara langsung dapat meluluh lantakkan sendi perekonomian keluarga dan bangsa.

Bagaimana mereka cepat bisa pulih dan bangkit kembali jika sumber daya yang mereka butuhkan menipis bahkan sudah sirna ? Disinilah, peranan kekuatan gotong royong untuk saling tolong menolong pada saat bencana dan musibah terjadi.

Proses pemulihan ekonomi yang disebabkan alasan di atas bisa memakan waktu yang lama atau singkat dipengaruhi oleh kemampuan mental dan cadangan keuangan yang mereka miliki.

Perhatikan pula tetangga atau keluarga anda, yang didera sakit berat dan menahun. Berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk pulih kembali ? Bisa beraktifitas dan bekerja lagi ?

Seperti pengalaman pribadi keluarga saya, ibu saya menderita stroke ringan dirawat di rumah sakit selama empat bulan. Setelah pulang ke rumah tidak langsung memasak, membersihkan rumah tetapi terbaring di tempat tidur. Almarhum ibu membutuhkan waktu pemulihan hingga 7 tahun !

Setelah sebentar menunjukkan tanda memiliki kesehatan yang prima sekitar dua mingguan tiba-tiba kondisi ibu langsung drop hingga tutup usia.

Saya tidak bisa membayangkan, seandainya yang mengalami kondisi sakit adalah ayah kandung saya sebagai kepala keluarga, sumber mata pencarian utama bagi ke-5 anaknya yang masih remaja dan mereka belum bekerja?

Jadi, saya meyakini dengan keyakinan yang jelas bahwa tujuan pendirian perusahaan asuransi adalah membantu setiap peserta menghindari resiko kebangkrutan, bukan menghindar dari resiko Sakit atau Tutup Usia.

Asuransi Dapat Untung Jika Nasabah Klaim

Ada pula yang curiga bahwa perusahaan asuransi mempunyai tujuan kurang baik bagi nasabahnya dengan mempersulit pembayaran klaimnya. Artinya semakin banyak klaim tidak dibayar maka semakin untung perusaaannya ? Begitu menurut anda ?

Sesungguhnya praduga itu bisa dijawab dengan dua hal , berasal darimana dana klaim tersebut dan apa tujuan peserta mengikuti program ini ?

Darimana sumber dana klaim asuransi ?

Sumber dana klaim asuransi adalah berasal dari dana patungan seluruh peserta. Setiap pembayaran premi atau kontribusi yang disetorkan peserta melalui rekening perusahaan asuransi, secara otomatis berdasarkan kesepakatan yang tertuang di dalam kontrak polis asuransi disisihkan sebagian untuk alokasi 100% pembayaran klaim peserta lainnya .

Perusahaan asuransi dalam hal ini berfungsi sebagai operator pengelolaan dana klaim nasabah saja.

Jadi tidak bisa disebut untung atau rugi perusahaan asuransi jika ada peserta yang mengajukan klaim. Karena dananya dari peserta untuk sesama peserta.

Mengapa Klaim Asuransi Sulit ?

Lalu mengapa pembayaran dan pencairan klaim asuransi dianggap sulit dan berbeli belit?

Kita berada dalam wilayah hukum negara sehingga semua warga negara dan perusahaan yang beroperasi di wilayah negara republik ini, wajib untuk mengikuti tata cara peraturan yang berlaku.

Mekanisme dan Cara pembayaran klaim asuransi sudah diatur oleh perundang undangan yang berlaku untuk melindungi kepentingan setiap warga negara.

Karena perusahaan asuransi mengelola dana masyarakat Indonesia yang berjumlah jutaan orang, seperti Allianz hingga 2018 ini memiliki 7.000.000 tertanggung, maka mekanisme membayar dana klaim tidak bisa semaunya sendiri. Harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh OJK (otoritas jasa keuangan) dan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa) sebagai lembaga pengawas keuangan.

Bisa anda bayangkan, jika tidak menggunakan regulasi yang ada boleh jadi setiap orang yang tidak memenuhi syarat pengajuan klaim bisa langsung dapat pembayaran klaim ? Ini persis seperti kasus pencairan dana kredit dari bank kepada oknum yang sesungguhnya tidak memenuhi syarat.

Siapa yang dirugikan? Jika pembayaran klaim dibuat begitu mudah dan tanpa pengawasan ketat ? Tentu saja kita semua sebagai peserta bukan ?

Yang memenuhi syarat tidak dibayar dan yang tidak memenuhi syarat dibayar? Menurut anda adil atau tidak ?

Kembali pada pokok pembahasan di atas bahwa tujuan memiliki asuransi adalah menghindari resiko kebangkrutan ekonomi.

Dasar penetapan resiko kebangkrutan harus jelas, terukur dan bisa dibuktikan saat nasabah mengalami sakit dan tutup usia.

Siapa yang boleh menetapkan bahwa nasabah tersebut sakit atau tutup usia ? Orang tuanya, pacarnya, atau tetangganya ?

Pihak yang ditunjuk secara resmi oleh negara adalah lembaga resmi, pejabat resmi yang telah disumpah dan terkait dengan status nasabah, diantaranya :

  • Rumah sakit
  • Dokter
  • Klinik laboratorium
  • Lembaga kepolisian
  • Pengadilan
  • Notaris
  • Dinas kependudukan dan Catatan Sipil
  • Perangkat desa
  • dan lembaga resmi lainnya yang kredibel

Dalam menetapkan kondisi nasabah sakitpun harus melalui uji alat test dan bukti kuat yang menyatakan bahwa nasabah atau pasien tersebut sakit pada golongan tertentu.

Dokter yang menyatakanpun harus dokter spesialis di bidangnya bukan dokter umum. Misalnya sakit jantung harus dokter spesialis jantung. Mengapa demikian ? Karena metodologi cara penanganan pasien jantung oleh dokter spesialis jantung sangat berbeda dengan dokter spesialis paru-paru.

Sebesar apapun klaim asuransi pasti akan dibayar oleh perusahaan asuransi dan klaim sekecil apapun tidak akan dibayar jika statusnya klaimnya palsu

Asuransi tidak menawarkan ajian tolak bala sehingga anda bisa bebas dari rasa sakit atau tutup usia.

Asuransi membantu kita semua sebagai peserta yang mengalami bencana ekonomi akibat sakit dan tutup usia.

Asuransi sesungguhnya tidak diperuntukkan bagi kita yang sakit tetapi lebih kepada anggota keluarga kita yang masih sehat, agar mereka tidak ikut ikutan sakit.

Asuransi bukan untuk anda, tetapi untuk keluarga anda

Jika anda sayang kepada mereka maka jangan alihkan rasa sakit itu kepada mereka.

Karena tidak ada satupun orang di dunia yang bersedia menanggung sakit tetangganya.

Kalau anda punya sopir, mereka bersedia memakai mobil anda untuk mengantar. Kalau anda punya pembantu, mereka bersedia menempati rumah anda. Kalau tubuh anda sakit, siapa yang mau menggantikan sakit di tubuh anda ?

Meski sakit bagi orang beriman bisa menghapuskan dan mengurangi dosa sebagaimana janji Allah SWT melalui hadis nabi, apakah meninggalkan hutang setelah tutup usia karena meminjam uang buat membayar biaya berobat dianggap sebuah pahala kebaikan ?

Apakah berhentinya sekolah anak anak kita, lantaran kita tidak lagi memiliki uang yang cukup adalah sebuah kebaikan, meskipun penyebabnya adalah sakitnya orang tua ?

Mereka yang memiliki asuransi adalah mereka yang memiliki cinta dan kepedulian besar bagi keluarganya. Mereka adalah pejuang tangguh yang tidak begitu saja menyerah saat nanti bencana hadir dalam kehidupan mereka.

Jadi jika anda merasa banyak dosa, maka wajib bagi anda memiliki asuransi . Agar tidak muncul dosa baru akibat kebodohan diri kita sendiri.

Karena setiap manusia telah diberikan akal pikiran, mereka wajib merencanakan dan memperhatikan masa depan hidupnya.

Meski setiap orang ingin hidup baik dan sukses. Namun jalan menuju sukses selalu berisi rintangan. Jadi karena alasan yang tidak jelas bisa saja perjalanan menuju sukses terpaksa harus berhenti karena bencana sakit, kecelakaan, cacat, atau tutup usia.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Semoga dengan waktu yang kita miliki apa yang kita lakukan memberi manfaat bagi diri kita masyarakat dan bangsa ini. Semoga anak keturunan kita menjadi generasi yang lebih baik dari orang tuanya. Semoga kita diberikan kemampuan untuk memiliki rezeki yang berlimpah dan bermanfaat. Dan semoga Tuhan Allah SWT mengampuni dosa kita selama di dunia.

Jayapura, Jumat Pagi 19 Oktober 2018

Moh Sjaiful Alam

I’m Allianz. We are Life Changer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: