Bagaimana sikap agen terhadap nasabah lapse ?

Butuh keberanian, pikiran positif dan ketulusan untuk menolong nasabah lapse agar terhindar dari resiko bangkrut.

Hanya karena tidak paham saja sehingga beberapa nasabah kita jadi tolol dan pendek cara berfikirnya.

Kebanyakan orang yang menghayalkan sukses tapi hidupnya biasa-biasa saja, tidak bisa membedakan antara cara yang menyenangkan dengan hasil yang menyenangkan.

Untuk meraih hasil yang menyenangkan membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan keluar dari zona nyaman.
Sedangkan menggapai cara menyenangkan hanya nyaman sekarang tapi bisa ruwet di masa depan nanti.

Sekarang pertanyaannya : mau bayar premi atau bayar klaim ?
Tidak mau bayar premi tidak apa-apa. Tidak akan membuat agen asuransi menjadi miskin atau merugi. Tetapi kegagalan mantan nasabah untuk bayar klaim rumah sakit dengan uang sendiri, benar-benar sungguh menyakitkan.
Bagaimana pendapat anda ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: