Kapan uang saya di asuransi bisa diambil?

Kapan uang saya bisa diambil jika saya ikut asuransi ?

Hal di atas adalah salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh nasabah, benar demikian ?

Kebanyakan pertanyaan ini diajukan oleh nasabah yang belum mengerti fungsi dan tujuan memiliki asuransi.

Asuransi adalah proteksi bukan investasi

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki kesadaran tentang asuransi sebagai ikhtiar dan strategi proteksi. Umumnya mereka menganggap asuransi adalah sebagai strategi investasi.

Kondisi ini diperparah oleh persepsi keliru yang menimbulkan kerancuan pemikiran nasabah yang masih awam bahwa memiliki asuransi sama dengan menabung di bank. Mengambil dana polis asuransi seperti mengambil uang tabungan. Nasabah teracuni dengan penjelasan sesat bahwa mengambil uang asuransi bisa kapan saja dan nilainya tetap UTUH.

Apakah menyetor dana premi Rp 1.000.000 tiap bulan selama 24 bulan saldo yang terbentuk adalah Rp 24.000.000 ? Jika saya sudah setor sejumlah 24 juta berapa yang bisa saya ambil ?

Kalimat di atas adalah statemen yang sering ditanyakan bukan ?

Untuk menjawab pertanyaan nasabah di atas, penting kita pahami beberapa hal ini :

  • Mengapa nasabah bertanya seperti itu ? Apa pemahaman yang sudah dimiliki sehingga melandasi pertanyaan tersebut ?
  • Mengapa nasabah bertanya kepada anda ? Jika anda sebagai agen dan merasa sudah menjelaskan dengan benar, mengapa masih bertanya ?
  • Apakah statemen yang diajukan benar-benar suatu pertanyaan karena tidak mengerti atau sedang menguji pemahaman anda atau sedang mengukur kesabaran anda, atau nasabah sedang mencari pengertian baru atas produk yang anda tawarkan, hitung hitung atau coba coba siapa tahu perusahaan asuransi anda bisa seperti itu.
  • Apa makna di balik pertanyaan nasabah ?

Hal ini penting anda pahami, mengapa demikian ? Semakin dalam anda memahami aspek psikologi seseorang nasabah semakin mudah anda menentukan jawabannya.

Sebagai contoh :

Anda baru saja melamar seorang janda dan anda memujinya dengan segala kata kata terindah yang pernah anda milik. Dan anda mengatakannya dengan sungguh sungguh. Saat sang janda menunjukkan tanda senang dan setuju tiba-tiba dia berseloroh ” Ah.. paling kamu cuma bohong, itu rayuan palsu, omonganmu tidak lebih hanya pura pura saja. Palingan kalau ada yang lebih muda dan cantik, kamu akan ninggalin aku, benar kan ? ”

Untuk membuatnya mengerti anda tidak perlu mengajaknya Ke kantor polisi meminjam alat tes kebohongan / lie detector kan ? Atau anda panggil warga kampung untuk diadakan acara sumpah pocong kan ?

Anda perlu memahami bagaimana solusi yang tepat untuknya. Apakah janda kembang desa kampung sebelah ini butuh penjelasan fakta data dari anda, atau hanya butuh ketegasan dari anda. Bisa jadi solusinya cukup dengan hal yang sederhana : anda memandangnya, sambil tersenyum dan memeluknya erat erat tanpa perlu meremas apapun.

Kembali kepada topik diatas,

Pertama, Sikap dan respon anda terhadap pertanyaan prospek atau nasabah bisa menjadi kunci jawabannya. Hasilnya bisa menggembirakan atau sebaliknya.

Kedua, mari kita dalami cara berfikir nasabah mengenai arti pertanyaannya.

Jika asuransi sama dengan dengan menabung di bank, maka apakah anda pernah mendengar nasabah bank :

  1. mendapatkan santunan dana tunai sebesar Rp 1 Milyar saat sakit kritis meski sudah menjadi nasabah loyal bank selama puluhan tahun ?
  2. Apakah mendapatkan dana tunai Rp 1 Milyar saat tutup usia ?
  3. Apakah mendapatkan fasilitas penghentian pembayaran premi hingga usia 65 tahun digantikan oleh pihak asuransi saat nasabah mengalami sakit kritis ?
  4. Jika saldo di bank Rp 2 juta bertahan selama tujuh bulan dananya tidak diambil, saat dicairkan berapa maksimal dana yang bisa ditarik ? Kurang dari 2 juta atau lebih dari 10 Juta ?
  5. Di asuransi, meskipun baru membayar premi tujuh bulan sebulannya Rp 2 juta saat sakit kritis klaim faktanya ada pencairan dana sebesar Rp 83.000.000. Berarti apakah asuransi sama dengan menabung di bank? Tentu saja, TIDAK Sama bukan ?

Karena itu penting sekali nasabah memahami tujuannya saat menempatkan dananya.

Menjadi nasabah bank sangat bermanfaat untuk tujuan tarik tunai.

Menjadi nasabah asuransi sangat tepat untuk melindungi dana tunainya yang berada di bank, bahkan asuransi dapat melindungi asetnya agar tidak terjual saat mengalami resiko sakit atau tutup usia yang menyebabkan tidak mampu lagi mencari income buat keluarga.

Jika sudah paham asuransi berbeda dengan tabungan di bank, mengapa nasabah masih bertanya ?

Kemungkinan pertama nasabah kurang yakin dengan diri anda. Kurang yakin dengan pengetahuan anda bahwa hak nasabah di dalam perusahaan asuransi dilindungi oleh negara, selama hak dan kewajibannya dipenuhi dengan baik.

Bahasa mudahnya, nasabah kuatir uangnya akan hilang karena andanya yang kurang meyakinkan baginya. Nasabah kuatir anda tidak bertanggung jawab atas penjelasan anda.

Karena itu penting sekali bagi seorang agen untuk membacakan klausul yang tertulis di dalam kontrak perjanjian nasabah asuransi.

Seorang agen perlu menjelaskan beberapa biaya yang wajib dikeluarkan sebagai konsekuensi logis atas fasilitas yang diterima. Karena tidak ada makan siang gratis, meskipun calon istri anda sang janda kembang memiliki warung kopi bukan berarti kopi panas yang anda seruput, bubuk kopinya diperoleh secara gratis di pasar pabean.

Apa saja biaya yang harus dibayar oleh nasabah ?

1. Biaya akuisisi atau Ujrah selama 5 tahun di awal. Berdasarkan akad muwakalah bil ujrah, karena perusahaan Allianz mengelola dana anda hingga kontrak dihentikan atau selambatnya usia anda mencapai 100 tahun maka biaya akan dialokasikan dari premi yang anda setorkan.

  • Biaya Akuisisi

TAHUN 1 : 75 % dari premi anda. Alokasi Investasi 25%

TAHUN 2 : 40%. Alokasi investasi 60%

TAHUN 3 : 15%. Alokasi investasi 85%

TAHUN 4 : 7,5%. Alokasi investasi 92,5%

TAHUN 5 : 7,5%. Alokasi investasi 92,5%

TAHUN 6 dst : 0%. Alokasi investasi 105,26%

  • Biaya asuransi yang besarannya berbeda tergantung dari faktor usia, jenis kelamin, nilai manfaat, jenis pekerjaan dan riwayat kesehatan. Biaya asuransi atau Tabarru ini setiap tahunnya nilainya naik seiring dengan bertambahnya usia.
  • Biaya administrasi yang bilangannya tetap seumur hidup, misalnya Rp 27.500 / bulan nilainya tetap selamanya.
  • Biaya lain lain : pemeliharaan investasi

Setelah dipotong biaya biaya, maka sisanya akan dialokasikan ke dalam instrumen investasi unit link.

Perhatikan ketentuan penarikan dana investasi yang tertulis di polis asuransi anda (pasal 14).

Beberapa hal penting diantaranya :

  • Bahwa peserta dapat sewaktu waktu menarik sebagian atau seluruh hasil investasi dengan mengikuti ketentuan yang ada
  • Penerimaan dana diterima 7 hari sejak pengajuan penarikan diterima oleh Allianz
  • Jika penarikan hasil investasi dibawah masa kurun 3 tahun, maka dikenakan pajak oleh negara

Kapan Uang asuransi saya bisa saya ambil ?

Jawabannya, tergantung.

Tergantung dari apa ? Tergantung dari tujuan anda ikut untuk apa dan untuk siapa.

Anda semua tentu memiliki rekening tabungan bukan ?

Jika saya asumsikan pertanyaan yang sama, kira kira kapan bisa uang anda bisa diambil ? Aneh kan pertanyaannya ? Apakah saya harus setor terus ? Berapa lama saya harus setor ? 5 tahun atau 10 tahun ?

Ada lagi yang lebih aneh, kapan rencana rekening tabungan anda akan ditutup ?

Rata rata Jawabannya semua sama, ya tidak akan ditutup. Benar demikian ?

Karena itu, bagi saya agak janggal seorang prospek yang merasa sudah paham asuransi justru mengajukan pertanyaan di atas.

Asuransi sesungguhnya manfaatnya diperuntukkan bagi kelangsungan masa depan finansial anak dan istri kita, bukan untuk diri kita. Jadi mengapa harus sayang keluar biaya ? Bukankah pada ujungnya nanti kita semua termasuk saya, tidak bisa menjamin akan terhindar dari resiko sakit apalagi kematian?

Maksudnya yang mau saya ambil adalah hasil investasinya

Jika yang dimaksud adalah hasil investasinya, tentu jawabannya tidak rumit. Karena prinsip investasi bagi saya adalah miliki asetnya dan selanjutnya lupakan. Mengapa demikian ? Karena investasi anda dalam bentuk unit link, reksadana atau saham jika ingin hasilnya besar maka membutuhkan waktu yang lama dan nilai yang besar.

Semakin besar uang yang anda tanam maka semakin besar hasilnya nanti. Dan semakin lama dana anda mengendap maka semakin besar pula hasilnya.

Penting sekali bagi agen asuransi pemula untuk mengikuti pelatihan dasar tentang asuransi Basic Training Program (BTP) yang diselenggarakan ASN Allianz agar tidak salah menjelaskan atau salah memasarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: