Bagaimana mengatasi agen asuransi putus asa

Sambil tertunduk lesu Romli menuturkan betapa dia berupaya keras untuk bisa mensponsori orang baru di Allianz namun hasilnya masih belum menampakkan hasil.

Sambil sesekali mengusap hidungnya dengan kertas tisu karena keluar lendir putih atau umbel.

Romli si pedagang majun ini sudah dua tahun lebih bergabung di Allianz sebagai agen. Dia pernah merasakan penghasilan yang stabil namun tetap saja gelisah karena semakin hari bisnisnya bukan semakin melesat tapi justru semakin turun.

Hal ini dibuktikan dengan semakin tingginya pengeluaran sehari hari yang tidak bisa dibayar. Hutang semakin menumpuk sedangkan penghasilannya tetap saja.

Dengan tatapan kosong berkata kepada Bunali, “ Saya tetap berjuang di sini pak sampai saya berhasil”. Entah kapan berhasilnya. Untuk mencapai peringkat sebagai BePe saja benar-benar harus melalui proses yang panjaaaang dan berliku. Itupun belum juga sampai.

Semoga saja tahun ini bisa tercapai pak.

Romli sudah mulai memasuki fase putus asa meskipun masih memiliki harapan untuk sukses.

Kembali Bunali menjelaskan bahwa bisa memahami dengan jelas apa yang sedang dirasakan oleh Romli karena sebelumnya juga mengalami hal yang sama dulu.

Selanjutnya Bunali menceritakan bagaimana perjuangannya dia sebelumnya meski tidak sama tapi serupa dengan Romli. Sampai akhirnya Bunali menemukan kliknya, menemukan momentumnya untuk bangkit berdiri hingga mencapai level mental haqqul yakin hingga saat ini.

Berbagai strategi yang pernah dilakukan berdasarkan dari hasil konsultasinya kepada mentornya diceritakan detail kepada Romli sambil berharap agar bisa menahan rasa kantuk yang berat lebih lama.

Karena sejak Bunali cerita pelan tapi pasti Romli mulai ketip ketip , sesekali menguap dan sesekali tidur meski sambil duduk.

Li… Romli… ngantuk yo ? ojo turu ae rek.. diceritani solusi kok malah turu.
Terhenyak Romli dari tidurnya, dia lanjutkan ngunyah jajan gedang goreng yang sejak tadi masih terjejal penuh dimulutnya.

Maap pak, nguantuk aku pak. Ada rokok ta pak ? ben ga ngantuk.

Kembali Bunali menceritakan perjalanan spritualnya sejak bergabung di Allianz. Bahwa kondisi putus asa seseorang seringkali membuat kita semakin dekat dengan Tuhan.

Mungkin karena inilah bisnisnya kembali menemukan gairahnya kembali sehingga satu per satu prestasi berhasil dicapai Bunali.

Bunali membuka dan membacakan catatan dari sebuah ayat suci Al Quran :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Arab-Latin: Qul yā ‘ibādiyallażīna asrafụ ‘alā anfusihim lā taqnaṭụ mir raḥmatillāh, innallāha yagfiruż-żunụba jamī’ā, innahụ huwal-gafụrur-raḥīm

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Kata Bunali :
“ Ini adalah sindiran Allah SWT kepada orang-orang yang melampaui batas, kebanyakan mereka cenderung untuk putus asa kepada Allah.” Kata yang digunakan untuk menjelaskan melampaui batas adalah dengan kata الَّذِينَ أَسْرَفُوا.

Kata Israf sering pula yang dikaitkan dengan konteks bahasan dengan sikap boros (Israf dan tabdzir) seperti kata mubazir hampir sama maknanya dengan israf.

Ada sementara kalangan yang mengatakan bahwa haram hukumnya membelanjakan harta dalam jumlah besar meskipun dalam hal-hal yang mubah.

Pernyataan ini didasarkan pada riwayat yang dikeluarkan oleh sahabat Abdullah bin Umar. Beliau mengatakan pernah Rasulullah melewati Saad yang ketika itu sedang berwudhu. Beliau berkata, “Untuk apakah berlebih-lebihan ini wahai Saad?”. Maka jawabnya, “Apakah dalam berwudhu ada berlebih-lebihan?”. Jawab Rasul, “Ya. Sekalipun kamu berada di sungai yang mengalir”.

Secara etimologis, boros dalam bahasa Arabnya adalah israf atau tabdzir. Israf bentukan dari akar kata sarafa, yang artinya melalaikan, mengabaikan, tidak mengetahui, melewati / melalui, dan memakan daunnya ( sarakat as-surfatu as-sajarah ).

Dapat pula diartikan melampaui batas ( jawadza al-had ).

Jika disebut asrafa al-mal maka sama dengan badzarahu yang artinya memboroskan atau membuang-buang. Sedangkan pelakunya disebut musrifin.

Sinonimnya adalah al-tabdzir, yang berasal dari akar kata badzara. Artinya al-habba yang berarti menabur ( benih ), menanam, menumbuhkan, tumbuh-tumbuhan, menyebarkan, memboroskan dan menghambur-hamburkan harta. Orang yang menghambur-hamburkan harta disebut al-mubadziru atau al-mubadzriku.

Jika kata tabdzir dipergunakan dalam kalimat: badzara al-mal tabdziran ( menghambur-hamburkan harta ), maknanya satu akar kata dengan israfan dan badzratan.

Perasaan putus asa seringpula dikaitkan dengan persoalan ujian kehidupan dan perintah untuk bersabar.
Allah berfirman dalam surat Al Ankabut ayat 2

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Arab-Latin: Ahasiban naasu an yutrakuu an yaquuluu aamannaa wa hum laa yuftanuun

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan dengan hanya mengatakan : “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji ?”

Allah berfirman :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Arab-Latin : Wa la nabluannakum bisyai-in minal khaufi wal juu’i wa naqshin minal amwaali wal anfuusi wats tsamarat, wa basysyiril shaabiriin

“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar.

Rasulullah SAW juga bersabda :

Arab-Latin : Matsalul mu’mini kamatsaliz zar’i, laatazaalur riihu tamiiluhu, walaa yazaalul mu’minu yushiibuhul bala’.
Perumpamaan seorang mu’min tak ubahnya seperti tanaman, angin akan selalu menerpanya, ia akan selalu mendapat cobaan (H.R Imam Muslim).

Terus apa hubungannya dengan masalahku ?

Menurut pendapat saya pribadi itu begini loh Romli, bahwa kalimat yang digunakan dalam penggalan surat Az Zumar yang menjelaskan adanya poin penting yang saling terkait dalam urusan putus asa, bagaimana cara mengatasinya, dan nampak pula ada hubungan antara 8 hal penting yaitu :

  1. Orang yang berlebihan terhadap dirinya
  2. Dilarang memiliki perasaan putus asa
  3. Dari Rahmat atau kasih sayang Allah
  4. Urusan dosa manusia
  5. Allah Maha Pengampun dan Allah Maha Penyayang
  6. Kembali kepada Tuhan
  7. Berserah diri
  8. Datangnya azab dan Tidak ada pertolongan

Lihatlah lagi terjemahannya :

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

(QS. Az Zumar: 53-54).

Kebanyakan mereka yang terjebak rasa putus asa dalam menekuni bisnis jaringan di Allianz memiliki level kegiatan yang sudah berlebihan seperti halnya orang yang menghambur hamburkan sesuatu. Kalau tidak menghamburkan uang atau waktu. Mereka bekerja siang malam seperti orang gila lari sana, lari sini, kejar sana dikejar di sini.

Romli, kamu masih ingat Si Parmin yang memelihara banyak pitik (ayam) di rumahnya ?

Iya ingat, dia kan pedagang Gobis di pasar Larangan Sidoarjo itu kan?

Bayangkan si Parmin mengejar pitiknya yang tidak kena-kena, lari kiri kanan, maju mundur, jatuh bergulung gulung, ketawa ketawa saat kena dan marah marah saat luput dari tangkapannya.
Jika orang lain tau perilakunya dia seperti itu karena mengejar ayam, maka mereka akan memaklumi. Iya kan ?
Iya benar. Wajar saja karena mengejar ayam pakai tangan tidak mudah.

Lha, coba kamu bayangkan seandainya ayamnya tidak ada dan si Parmin mengejar lari sana sini, ketawa dan marah sendiri kira-kira pendapat orang lain bagaimana ?

Yo, dikira orang gila Li.. .

Itu Benar. Dikiro wong edan.

Seperti itulah orang lain melihat kita di bisnis Allianz ini. Bunali menjelaskan Romli sambil berlarian membawa sandal mencari kecoak yang sembunyi dibawah tumpukan sandal setelah sempat melewati kepala dan lehernya.

Kita ini, Setiap Rabu atau Jumat hadir di pertemuan sampai malam, seminar setiap bulan pada hari Minggu dari pagi sampai sore.

Membaca buku, mendengarkan epro setiap hari, presentasi banyak orang padahal tidak dibayar sepersen pun ama Allianz jika tidak ada closing nasabah.

Jadi panitia Live Today berhari-hari juga ga berharap apapun. Kadang nasi bungkus membawa sendiri dari rumah tetapi melayani ratusan orang agar berubah cara berfikirnya. Semuanya kita sudah jalani.

Bayar tiket pertemuan prospeknya tidak datang ? Itu kan sudah biasa, kan.

Faktanya sebagian dari kita ada yang sukses ada juga yang belum. Mengapa bisa begitu ? Bahkan ada banyak yang seperti kamu merasakan putus asa.

Sepertinya 8 hal (delapan) yang saya bahas tadi perlu kita kaji saat menghadapi rasa putus asa :

Pertama, kamu dan aku bisa jadi orang yang sudah berlebihan terhadap diri kita sendiri.

Seperti orang gila yang mengejar pitik ga dapat-dapat. Dan kita diajak bicara oleh Allah SWT pencipta alam jagad raya ini. Sang Maha Kuasa yang tidak membutuhkan apa-apa masih mau berbicara sama kita. Lha kita ini apa?

Kan cuma agen asuransi yang belum berbuat apa-apa, sukses juga masih jauh, cocoklah kalau jadi gedibal atau gombal mukiyo saja.

Tapi bagaimanapun juga kita ini masih ada artinya di mata Allah SWT karena masih diingatkan, berarti kita ini masih diperhatikan dan disayangi, bukan ?

R :Iya benar juga.
B : Kita dilarang merasa putus asa itu saja. Karena Rahmat Allah itu sangatlah luas.

B : Kedua, kita wajib menyayangi siapapun termasuk prospek kita yang mokong, mayak dan mbelgedhes itu. Agar Allah mengasihani kita. Kamu mau sukses tidak di Allianz ?

R : Ya sangat maulah . Aku juga pengen seperti kamu paling tidak buat menyelesaikan masalah keuanganku sudah lebih tenang, proteksi juga punya, waktu ya banyak bisa kapan saja pergi jalan-jalan bersama anak dan istri.

B : Ketiga, ini yang lumayan berat, kita harus mau mengakui perbuatan bosok dan dosa yang pernah kita lakukan.

Kita wajib tobat atas dosa berat yang telah kita lakukan dan sering mengingat dosa kecil yang terus menerus kita tumpuk. Karena hal itu akan menjauhkan kita dari kesuksesan dan mendekatkan kita kepada rasa putus asa.

Jika kita mau mengakui kesalahan kita dan berjanji mau memperbaikinya. Allah SWT menjelaskan bahwa Dia mengampuni seluruh dosa manusia. Kalau dosa saja sudah diampuni , bukannya kesuksesan akan datang segera ?

R : Lha teman kita Mat Rombeng kok sukses loh, padahal dia kan bandar judi Togel dan merangkap rentenir nganakno duit ?

B : Ya itu sukses kan menurutmu. Apakah kamu Tanya langsung pada Mat Rombeng apakah dia merasakan kedamaian , sukses luar dalam ?

R : Ya belum pernah sih, aku ga berani mampir rumahnya, soale cicilan kredit panci istriku belum tak bayar dua bulan. Bojone Mat Rombeng iku ngamukan dan suka ngundat ngundat tetangga yang belum bayar cicilan.

B : Kembali pada topik putus asa. Artinya dosa dan kesalahan yang kita lakukan sangat berhubungan dengan perasaan putus asa dan kesuksesan kita.

Karena itu, yang Keempat kita harus kembali kepada Tuhan dan meyakini bahwa hanya Dia yang bisa mengampuni dosa hambaNya dan hanya Dia yang selalu menyayangi kita meskipun bothekan dan aib kita begitu besar.

Ayo kita perbaiki dan tambahi ibadah kita kepada Tuhan. Meskipun melakukan presentasi itu juga ibadah, tapi saya percaya jika kita melibatkan Allah SWT dalam meniti karir di Allianz tidak ada yang tidak bisa kita capai .

Mau BP atau MDiT itu urusan mudah. Dan kita harus percaya hal itu, Li.

Yang Kelima, kita wajib berserah diri, pasrah dan ihlas menerima apapun yang terjadi.

Kita kembalikan semuanya sebagai persembahan kita yang terbaik kepada Allah SWT.

Dengan sikap mental seperti itu saya rasa pelan tapi pasti prospek yang kamu presentasi akan bisa menangkap intisari dari penjelasanmu bahwa memiliki asuransi adalah ibadah bagi keluarga, melindungi finansial keluarga adalah kewajiban setiap suami.

Menyiapkan dana warisan yang cukup adalah sebagai ihtiar terbaik yang bisa kita lakukan dalam menjalani hidup yang serba tidak pasti dan tidak menentu ini.

Jika semua urusan kamu kembalikan kepada Tuhan, terus kamu merasa prospek tidak pernah menolak dirimu secara pribadi, dan kamu tidak pernah mengakui apapun kata-kata buruk yang dilontarkan oleh prospek maka mana bisa kamu ditolak ?

Seorang agen akan putus asa jika setuju bahwa dia telah gagal.

Seorang agen akan putus asa jika dia menerima semua perlakuan buruk prospek yang tidak bertanggung jawab kepada keluarganya.

Seorang agen seperti kita akan putus asa jika hanya kesenangan materi atau uang saja yang kita kejar.

Kita perlu meyakini bahwa hidup yang berkualitas tidak saja dibangun dari kemegahan finansial tetapi sukses itu juga dibangun dari keluhuran budi pekerti.

R : Wah kamu kok puitis gitu sekarang ?

B : Faktanya memang begitu loh Romli. Bahwa kesuksesan yang dialami oleh semua agen yang telah meraih predikat sebagai MDiT bukanlah sebuah pencapaian pribadi.

Mereka para mentor di Univision menyadari bahwa MDiT adalah Milion Dollar Income Team sebagai predikat sukses bersama sama.

Sebuah kesuksesan yang diperoleh karena Tuhan telah begitu baik dan memberikan anugerah kepada kita sedemikian besar.

Jadi karena kita merasa bahwa Tuhan telah memberikan segalanya kepada kita maka kita menjadi MDiT bukan karena kita jadi MDiT maka kita baru sadar bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang.

Yang keenam. Ini yang penting dan harus kita perhatikan. Bahwa datangnya azab musibah dan ketiadaan sebuah pertolongan itu akan segera kita alami jika kelima hal tadi yang sudah aku jelaskan tidak kita pahami dan tidak kita lakukan.

Bersabarlah saat menjalani proses ujian. Bertahanlah dan tetaplah percaya bahwa pertolongan Allah pasti akan datang buat kita.

Saat kamu belum mendapatkan frontline baru, bersabarlah. Tetaplah membuat janji dengan orang lainnya yang bersedia melindungi keluarganya dengan asuransi dari Allianz.

Tetaplah melakukan presentasi standar dengan membawa buku presentasi dan memfollow up mereka dengan perasaan antusias meski di dalam hatimu sedang kalut dan kepikiran segala macam kekuatiran.
Pasrahkan semuanya kepada Allah semata.

Yakinilah bahwa Allah sedang bersama kita dan Dia sedang menguji kita bukan manusia yang menguji kita.
Dan janganlah kamu mengeluh kepada siapapun karena itu akan semakin membuatmu lemah. Tetaplah kamu tersenyum, berbicara dengan santuk dan berdiri dengan tegak.

Saya pernah mendengar seorang yang bersyair :

Apabila engkau mendapat musibah, maka bersabarlah seperti kesabaran manusia yang mulia. Memang begitulah seharusnya. Apabila engkau mengeluh kepada makhluk, maka sesungguhnya engkau telah mengeluhkan Allah Yang Maha Penyayang kepada makhluk yang tidak menyayangi.

Bacalah doa saat kamu menghadapi kesulitan apapun :

Yaa hayyu yaa qayyumu bi rahmatika astaghiits”.

Ya Allah yang Maha Hidup kekal. Ya Allah, Rabb Yang terus menerus mengurus hambaNya. Dengan rahmatMu aku meminta pertolongan. (H.R Imam at Tirmidzi dari Anas bin Malik).

Usaplah keringat yang mengalir membasahi keningmu, angkatlah ke atas dagumu yang tertunduk layu, jangan menyerah, jangan mengalah, bangunkan dan bangkitkan semangat juangmu hingga membara, bersukurlah, berbanggalah, karena kamu, aku dan kita semua di Univision adalah SANG JUARA.

B : Kamu setuju tidak bahwa sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk menolong dan membantu mengingatkan siapa saja yang jalannya telah tersesat ?

R : Setuju

B : Meski ekonomi kamu lebih rendah dari prospekmu ? meski prospekmu lebih kaya dan memiliki mobil lebih banyak ?

Apakah kamu bersedia melakukan presentasi kembali kepada siapa saja tanpa pandang bulu hanya berharap mendapat ridho, ampunan dan kasih sayang dari Allah SWT ?

R : Bersedia.

B : Oke bagus sekali, berarti saya saat ini sedang berbicara dengan orang yang tepat. Univision mencari orang seperti itu. Univision mencari orang seperti kamu.

R : Terima kasih ya Bunali…

B : Sekarang, bisa aku minta bantuan kepadamu ?

R : Iya siap, apa ?

B : Tolong gantian belikan aku gedang goreng lagi dan kopi rentengan di warung depan, dari tadi jatahku ga pernah bisa tak makan ludes duluan kamu makan.

Moh Sjaiful Alam

Pecinta kopi rentengan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: