Bayar asuransi (katanya) 5 tahun saja

asuransi proteksi

Membeli asuransi untuk 5 tahun saja

Saya menjadi agen asuransi Allianz sejak 2013 hingga saat ini. Jika program yang kita tunjukkan kepada nasabah berupa perlindungan finansial seumur hidupnya maka belum pernah saya jumpai ada program yang berani memastikan 100% terlindungi hingga usia 100 tahun dengan hanya membayar premi 5 tahun saja.

Saya tidak tahu, ada atau tidak ada produk seperti itu di luar asuransi Allianz. Karena yang saya yakini polis asuransi adalah kontrak perjanjian yang berkekuatan hukum yang mengikat kedua belah pihak dan seluruh point pada pasal yang tertuang pada polis wajib untuk dilaksanakan kedua belah pihak.

Meminta jaminan kepastian dilindungi seumur hidup nasabah dengan hanya membayar 5 tahun saja seperti anda menyekolahkan anak anda hingga 5 tahun (TK-SD kelas 5) dan untuk selanjutnya anda meminta anak anda yang membayar SPP sekolahnya sejak SMP – Kuliah. Saya rasa jika anda melakukan hal itu maka sesungguhnya anda sedang menipu anak anda sendiri bahwa pendidikan itu sangat penting bagi masa depannya.

“Jadi saya harus bayar premi sampai kapan ?” Maka saya mengajukan pertanyaan kembali, anda ingin diproteksi sampai 5 tahun saja atau selamanya ?

ASURANSINYA BAYAR TERUS YA ?

Wah, berarti saya bayar terus ya ? Saya menjawab dengan mengajukan 2 pertanyaan :

Pertama, apakah ibu punya rekening di bank ? 100 % mereka menjawab pasti punya.

Kedua, berapa tahun lagi rekening bank anda rencananya akan ditutup ? 100% mereka menjawab tidak akan pernah ditutup. Kemudian saya bertanya, mengapa tidak ada niatan ditutup ? Beragam jawaban mereka.

Ada yang bilang untuk apa ditutup ? Lho selama rekeningnya masih hidup anda tetap bayar biaya-biayanya kan ? Iya gak apa-apa pak bayar biayanya kan lebih kecil dibandingkan manfaatnya.

Ada yang mengatakan menutup rekening tabungan membuat kita sendiri menjadi rugi karena tidak bisa lagi melakukan transaksi bisnis dengan orang lain. Bukankah dengan memiliki rekening tabungan maka nasabah memperoleh manfaat menyimpan dananya sehingga bisa diambil kapan saja. Kan berbeda dengan asuransi ? harus bayar terus sedangkan uangnya tidak bisa diambil sewaktu-waktu.

TIGA SUMBER MASALAH 

Berarti, sumber masalahnya adalah anda menganggap asuransi adalah pengeluaran atau biaya atas sesuatu yang tidak dapat anda nikmati, benar demikian ? Yang kedua, seperti ilustrasi rekening tabungan , selama manfaatnya lebih besar daripada biaya yang harus dibayar maka customer tidak perlu menutup atau menghentikan penyetoran dananya, bukan ?

Sumber masalah ketiga, adalah kebanyakan nasabah tidak memahami apa fungsi dan tujuan memiliki asuransi. Mengikuti program asuransi disamakan dengan pembelian barang. Karena ada barang maka ada uang, karena saya mengeluarkan uang maka harus ada barang atau jasa yang bisa saya nikmati saat ini juga.

KONSEP ASURANSI SYARIAH

Berasuransi tergolong hukum mubah atau boleh, sebab hal itu adalah bagian dari ihtiar kita untuk memproteksi diri dan keluarga.
Sehingga boleh saja kita memiliki atau membeli asuransi melalui sebuah perusahaan.
Asuransi syariah, filosofinya adalah saling tolong menolong.
Kita bayar premi itu untuk dikumpulkan sebagai milik peserta, bukan milik perusahaan.
Terus pertanyaannya, perusahaan dapat hasil tidak ?
Nah premi yang kita bayarkan boleh kok jika sebagian untuk perusahaan karena perusahaan asuransi adalah berfungsi sebagai pengelola dana kita.
Selama dana kita dikelola dengan baik maka selama itu pula wajib bagi kita untuk membayar upahnya.

Mari kita pelajari lebih dalam tentang Konsep Asuransi

Konsep asuransi dari aslinya sudah syariah
Mengapa demikian ? Karena konsep asuransi syariah hampir sama dengan konsep konvensional

Asuransi pada satu sisi bisa dipandang sebagai upaya kegiatan sosial untuk meringankan beban finansial orang lain yang terkena musibah.

Dari kegiatan ini, para anggota yang tergabung dalam perkumpulan saling berbagi resiko dengan orang lain.
Jika salah satu pihak menerima dana klaim itu artinya berasal dari bantuan peserta lainnya yang tidak mengajukan klaim.

KALAU TIDAK KLAIM KAN RUGI ?
Jadi jika anda tidak pernah mengajukan klaim berarti harus bersyukur karena seumur hidup anda tidak pernah dijangkiti penyakit kritis yang mematikan,  meskipun setiap orang pasti harus tutup usia. Saat tutup usia barulah klaim akan dibayarkan.

Anda tidak klaim maka Anda tidak rugi malah untung, mengapa ? Bukankah uang premi anda memiliki manfaat menyelamatkan orang lain.

Memiliki asuransi meski belum klaim akan membawa berkah pahala bagi anda bukan ?

TERUS SIAPA YANG RUGI JIKA BANYAK NASABAH KLAIM ?
Jika seluruh nasabah belum ada yang mengajukan klaim hingga kontrak berakhir, maka perusahaan tidak dianggap memperoleh keuntungan, karena dana yang mengendap tidak bisa dipergunakan oleh siapapun.

Jika sebagian besar nasabah banyak yang mengajukan klaim, bukan berarti nasabah merugi karena sumber dananya berasal dari peserta. Perusahaan asuransi berfungsi sebagai provider / pengelola keuangan bukan pemilik modal.

Jadi tidak disebut untung tidak juga disebut rugi.

Terus, siapa yang rugi ?

Justru yang rugi adalah siapa saja yang tidak memliki polis asuransilah yang merugi. Karena kurang cermat dalam mengelola resiko kehidupan.

Apakah anda rela seluruh aset anda terjual habis hanya untuk membayar seluruh biaya pengobatan yang sedemikian besar ?

Tidak pernah ada satupun orang menyimpan dana diniatkan untuk stok obat yang tidak diperlukan. Sangat berbeda dengan tujuan berinvestasi, lebih baik membeli emas atau tanah saat sekarang meski belum dipakai. Tetapi tidak berlaku untuk pembelian obat-obatan.

SIAPA PIHAK YANG MERUGIKAN ASURANSI ?
Sebenarnya ada pula pihak yang merugikan peserta dan perusahaan asuransi, tapi jarang diungkap.

Menurut pendapat saya adalah nasabah yang menghentikan program asuransi sebelum masa kontrak berakhir. Baru ikut dua hingga lima tahun disebabkan oleh alasan apapun, kemudian sisa dana hasil investasi yang telah terbentuk diambil seluruhnya sebelum rekeningnya ditutup permanen.

Mengapa mereka adalah pihak yang merugikan ? Seperti ilustrasi anda mengikuti program arisan di kampung-kampung. Setiap peserta wajib bayar 1 juta. Jumlah pesertanya ada 20 orang. Jika setelah dana terkumpul 20 juta, setelah salah satu peserta dapat lot 20 juta, kemudian peserta lainnya ramai-ramai berhenti melakukan pembayaran arisan. Hanya tersisa 2 orang saja yang komitmen. Kira-kira menurut anda siapa yang merugikan peserta lainnya ? Bagaimana nasib 2 peserta lainnya yang masih komitmen ?
Dalam dunia asuransi, mereka disebut nasabah lapse.

Tahukah anda, bahwa perusahaan asuransi wajib menjaga nilai RBC risk base capital sebesar 120% sesuai ketentuan OJK.
RBC ini berfungsi untuk melindungi kepentingan nasabah bahwa perusahaan asuransi mampu membayar klaimnya pada saat terjadi klausul pengajuan klaim.
Maka pada saat polis nasabah disetujui / inforce maka pada saat itu pula perusahaan asuransi wajib menyetorkan dana garansi UANG PERTANGGUNGAN sebesar 120% dari nilai UP yang disepakati bersama ?
Misalnya anda bayar 1 juta dengan Nilai UP 1 Milyar warisan, baru berjalan setahun, sedangkan perusahaan sudah menjaminkan dana 1,2 Milyar tunai

BISAKAH UANGNYA DIAMBIL JIKA TIDAK PERNAH KLAIM ?
Bagi peserta yang tidak pernah mengalami resiko musibah selama berasuransi, tentunya akan bertanya apa keuntungan bagi dirinya atau apakah uang premi yang dibayarkan bisa kembali ? Karena tidak pernah mengajukan klaim sama sekali.

Apa manfaatnya bagi peserta saat memiliki polis yang masih aktif ? Tentu saja nasabah telah mendapat ketenangan hidup secara finansial selama berasuransi dan juga ihlas uang preminya telah dipakai untuk menolong orang lain.

Apakah uang yang telah anda sumbangkan kepada fakir miskin boleh anda ambil kembali ?

Saya juga tidak pernah melihat seseorang yang memberikan sedekah 20 ribu dengan menggunakan uang pecahan 50 ribu minta si fakir miskin memberikan uang kembalian 30 ribu. Aneh bukan ?

Jadi jika anda tidak klaim dan belum saatnya polis anda ditutup janganlah berfikir untuk minta uang anda kembali. Menurut saya itu tidak etis, kurang bermartabat dan menunjukkan anda hanya mau menangnya sendiri. Kalau anda butuh dana klaim perusahaan asuransi wajib bayar, dan jika anda bosan bayar anda minta uangnya dikembalikan semua.

Kalau anda seorang bos yang mempekerjakan satpam security dan setelah bekerja keras 5 tahun tidak ada kejadian pencurian, bolehkah anda meminta kembali semua uang gaji yang telah anda bayar ?

Kalau anda merasa dizolimi karena sudah menggaji tapi tidak pernah ada kejadian pencurian maka itu tandanya anda bukan bos.

Anda tidak lebih seorang yang berfikir sempit, kerdil dan kurang menghargai profesi seseorang.

Kalau anda murid saya dan mengatakan begitu karena sudah bayar SPP 5 tahun dan tidak juga dapat penghasilan, pasti anda sudah saya setrap nguras kakus atau WC biar tahu bagaimana rasanya membersihkan WC yang tidak pernah anda siram, hanya dipakai buang hajat saja.

univision ads macan

DUA FUNGSI ASURANSI

Fungsi pertama dari asuransi adalah untuk upaya pengalihan atau berbagi resiko. Dan fungsi kedua adalah investasi. Bagi pemegang polis yang tidak pernah mengajukan klaim sebenarnya tetap mendapatkan imbal hasil finansial jika ternyata dalam pengelolaan investasi dan dana derma sosial / tabarru terjadi surplus.
Surplus tersebut bisa dibagikan dengan akad mudharabah antara perusahaan asuransi dan pemegang polis.
Pembagiannya bisa dilakukan berupa deviden setiap tahun dan anda pasti memperoleh laporan tahunan.

Jadi asuransi bagi anda investasi atau proteksi ?
Anda mau ikut asuransi Allianz menginginkan diproteksi untuk berapa lama ? 5 tahun atau selamanya ?
Jika selama anda membayar premi ternyata tidak terjadi klaim anda merasa bersyukur karena menolong orang lain atau merugi ?

Salam sayang dari saya
Moh Sjaiful Alam
Pecinta kopi rentengan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: