Ideologi dan Asuransi

Keyakinan seseorang sangat dipengaruhi oleh cara pandangnya terhadap dunianya. Mengapa harus begini, tidak boleh begitu, harus jadi seperti itu dan membangun masyarakat seperti apa adalah dilandasi oleh dialektika ideologisnya.

Segala bentuk yang kita pikirkan tentang pandangan dunia dari mana kita berasal, kita akan kemana akan tercakup dalam wawasan ideologi seseorang.

Begitu pentingnya ideologi seseorang sebagai landasan bergerak dan berasumsi.

Pandangan dunia tidak ubahnya seperti “bangunan bawah” , sebagai asas dan pondasi dari sebuah pemikiran. Sedangkan ideologi adalah bangunan bagian atas (bentuk) suatu pemikiran.

Seperti yang dikemukakan Murtadha Mutahhari bahwa

Ideologi sebagai ilmu praktis ( hikmah ‘amaliyah) yang dihasilkan dari pandangan dunia. Pandangan dunia merupakan ilmu teoritis ( hikmah nazhariyah).

Meyakini dengan sepenuh hati bahwa alam ini dan manusia hanyalah materi semata berkonsekuensi pada keyakinan keliru bahwa tidak ada yang namanya bahagia “nanti” tidak ada kehidupan setelah kematian atau dunia ini berakhir.

Saya menyebutnya pemikiran di atas sebagai pemikiran Materialisme.

Namun sangatlah berbeda perilaku seseorang yang meyakini bahwa manusia dan alam ini tidak hanya materi belaka, tetapi mempercayai dengan sepenuh hati dengan landasan rasional filosofis.

Anda dan saya yang setuju bahwa pasti akan datang kehidupan setelah kematian, ada kebahagiaan dan kehidupan yang kekal dan abadi, akan menuntun kita untuk berbuat sesuai petunjuk agama.

Jika engkau hendak hidup bahagia di alam sana, maka engkau mesti melakukan sesuatu perbuatan tertentu.

Jika engkau berbuat baik hari ini maka “disana” kelak engkaupun akan berbahagia.

Apa hubungannya dengan Asuransi ?

Untuk apa punya asuransi ? Bukankah dia hanya memberikan penggantian uang setelah saya meninggal, sedangkan adanya kehidupan setelah kematian adalah sesuatu yang tidak perlu saya percayai, diabaikan kalau perlu ditolak.

Memiliki perlindungan asuransi katanya bermanfaat untuk membayar semua hutang saya semasa hidup.

Untuk apa saya membayar hutang ? Jika saya tidak punya keluarga atau keluarga saya lari dari kewajibannya membayar hutang, tentu aman saja. Toh siapa yang akan menagih orang yang sudah mati ?

Cara pandang materialisme seperti ini sangat berbahaya bagi siapapun.

Mereka tidak percaya adanya pembalasan atas perbuatan kita.

Sebaliknya, seseorang yang mempercayai adanya kehidupan setelah mati, mempercayai bahwa Tuhan adalah hakim yang akan mengadili kita kelak, mengukur dan membalas semua kebaikan semasa di dunia akan mendorong kita agar lebih bijaksana dan waspada dalam berhubungan dengan seseorang.

Jika dia percaya bahwa hutang yang tidak terbayar hari ini akan ditagih nanti, maka selayaknya mereka memiliki proteksi asuransi dalam jumlah yang besar.

Karena setelah kita tutup usia, pastilah kita tidak bisa kembali lagi.

Tidak bisa membayarnya selain dengan amalan yang kita miliki atau jika semua amalan kita sudah habis untuk membayar hak orang lain, jika dirasakan tidak cukup maka dosa dan kesalahan orang lain lah yang akan kita pikul.

Jadi, hanya orang yang memiliki cara pandang sempitlah yang akan menolak penawaran agen asuransi.

Memiliki asuransi dapat menghindari kita dari pengabaian kewajiban finansial terhadap keluarga.

Anda meninggalkan warisan 10 Milyar dapatkah hal itu digunakan untuk membayar hutang anda ? Dapatkah digunakan untuk membiayai pendidikan anak anda? Menyiapkan modal bagi buah hati anda? Menyantuni anak yatim dan digunakan untuk kepentingan masyarakat luas ?

Bayangkan betapa berharganya nilai uang anda jika diserahkan pada tangan yang tepat. Asal uangnya ada, ya ?

Jika anda para agen asuransi ditolak nasabah karena merasa tidak perlu untuk menjaga hutang yang tidak terbayar, anda jangan sedih.

Anda sesungguhnya sedang bertemu dengan para penganut ideologi materialistis yang tidak percaya akhir esok.

Carilah orang lain yang bisa menghargai upaya anda untuk memiliki kemuliaan di akherat kelak melalui asuransi.

Mereka yang menolak penawaran anda tidak akan pernah mengerti jalan berfikir anda saat ini meski anda sudah mengingatkannya.

Jangankan dengan anda sebagai agen, mereka dengan Tuhan saja tidak takut?

Merekapun tidak peduli dengan nasib anak istrinya kelak, karena kalau dia sudah tutup usia maka ceritanya akan punah, hilang, kosong dan nihil saja. Seperti orang kentut, setelah mengeluarkan suara menggelegar dan bau busuk yang menyengat, menjadi sirna tak berbekas.

Kenapa harus sedih jika anda akhirnya ketemu dengan kentut ?

Biarlah mereka pergi dari anda bersama kentutnya sekalian.

Moh Sjaiful Alam

29 Agustus 2019

Pejuang Ideologi cinta segitiga.

Cinta Allah, Rasul dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: