Klaim asuransi bisa ditolak jika Pemegang SIM pengendara mati.

Klaim asuransi bisa ditolak jika Pemegang SIM pengendara mati.

Ada enam prinsip universal yang melandasi dibuatnya syarat dan ketentuan dalam sebuah asuransi.

Pertama, prinsip insurable interest atau orang yang berasuransi harus memiliki kepentingan dengan objek pertanggungan.

Kedua, prinsip utmost good faith atau penanggung maupun tertanggung asuransi harus punya itikad baik dalam proses berasuransi, mulai dari pengajuan hingga proses klaim. Kalau itikad tidak baik, klaim bisa ditolak.

Ketiga, prinsip indemnity atau pihak asuransi akan memberikan penggantian klaim sebatas kerugian riil objek pertanggungan. Misal, apabila rumah terbakar sebagian, maka ganti rugi asuransi bukan seluruh nilai rumah.

Keempat, prinsip proximate cause atau pihak asuransi akan memproses klaim berdasarkan apa penyebab utama kerugian. Dengan kata lain, jika penyebab utama sesuai dengan polis, maka asuransi akan membayar klaim.

Kelima, prinsip contribution, dimana jika Tertanggung memiliki dua atau lebih polis asuransi, maka tertanggung akan mendapatkan pembayaran klaim sebatas kepada nilai kerugian riil saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari keuntungan dari pembayaran klaim.

Keenam, prinsip subrogation, di mana jika asuransi sudah membayar klaim, lalu ada pihak lain yang ingin memberikan kompensasi finansial kepada tertanggung, maka kompensasi itu diberikan kepada penanggung.

Sekali lagi, ini untuk menghindari tertanggung mendapatkan keuntungan dari proses klaim asuransi.

Mengapa perusahaan asuransi mengecualikan pelanggar hukum dari pencairan klaim?

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Sudyar Achmad Dalimunthe : Perusahaan asuransi pada dasarnya pasti membayar klaim asuransi dari para nasabahnya.

“Namun, ada prinsip-prinsip yang dipegang perusahaan asuransi, yakni memastikan asuransi itu bersih, clear dan tidak menjadi objek mencari keuntungan, mulai dari pembuatan polis sampai dengan proses klaim,”

Asuransi tidak akan mengakomodir hal-hal yang ilegal, sehingga seluruh prosedur akan patuh dengan regulasi yang berlaku. Jadi kalau regulasi menyatakan kendaraan harus memiliki SIM yang sah, maka itu berlaku,” kata Dody.

Namun, tidak menutup kemungkinan, perusahaan asuransi bisa mencairkan klaim pemegang polis, meski pemegang polis bersangkutan tidak memenuhi ketentuan isi polis.

Penyelesaian Sengketa Asuransi

Penyelesaian Sengketa Asuransi ex-Gratia itu apa ? Secara sederhana, ex gratia diartikan sebagai pembayaran klaim secara kebijaksanaan untuk klaim yang sebenarnya tidak dapat dikenakan.

Pembayaran klaim ini semata-mata atas pertimbangan faktor-faktor non teknis, seperti hubungan baik.

Untuk menghindari klaim ditolak, setiap pemilik polis wajib mencermati, mempelajari, dan memahami isi polis.

Bila merasa tidak puas dengan alasan penolakan, pemilik polis bisa meminta bantuan badan yang khusus mengurusi kasus-kasus sengketa asuransi

Contoh kasus Personal Accident tahun 2016 di Sulawesi Selatan secara ex-gratia.

Ceritanya, ahli waris dari Tertanggung menuntut Penanggung untuk membayar manfaat polis sebesar Rp150 juta karena Tertanggung kehilangan satu anggota tubuhnya, yaitu kaki kirinya, termasuk biaya perawatan di Rumah Sakit sebesar Rp30 juta.

Jumlah tuntutan ini sesuai isi polis, termasuk penyebabnya yakni kecelakaan tertusuk paku.

Namun setelah diinvestigasi, perusahaan asuransi menolak mencairkan klaim tertanggung lantaran penyebabnya bukan dikarenakan kecelakaan, melainkan akibat penyakit gula yang diderita oleh tertanggung.

Setelah bermediasi, perusahaan asuransi dan nasabah menyepakati klaim diselesaikan secara ex-gratia, tetapi hanya untuk penggantian biaya perawatan selama di rumah sakit, yakni sebesar Rp30 juta.

Contoh SIM dengan nama lucu :

Sudah perpanjangan SIM belum ?

Berita diambil dan diolah dari berbagai sumber.

Moh Sjaiful Alam

Cara Jual HSC Premier Allianz

Cara Jual HSC Premier Allianz (volume 1)

Rider HSC Premier memiliki sejumlah keunggulan antara lain:

  1. Menanggung biaya perawatan SESUAI TAGIHAN (as charged).
  2. Klaim pakai kartu cashless di Indonesia dan luar negeri, sesuai wilayah pertanggungan.
  3. Plan didasarkan pada jumlah tempat tidur, bukan harga kamar.
  4. Akomodasi untuk pendamping bagi pasien di bawah usia 15 tahun dan di atas 55 tahun.
  5. Menanggung transplantasi dan donor organ
  6. Menanggung perawatan kanker dan cuci darah sesuai tagihan
  7. Kondisi penyakit yang sudah ada (preexisting) ditanggung setelah 24 bulan.
  8. Masa tunggu kanker dan penyakit kritis katastropik hanya 90 hari.
  9. Memberikan santunan tunai hingga 500 juta untuk penyakit katastropik
  10. Menanggung pengobatan tradisional China
  11. Menanggung peralatan medis dan anggota tubuh buatan.
  12. Menanggung perawatan paliatif (perawatan untuk penyakit yang tidak diharapkan dapat sembuh)
  13. Dilengkapi opini medis kedua (expert medical opinion)
  14. Dilengkapi manfaat booster untuk menambah limit tahunan.
  15. Klaim dapat dilakukan secara cashless di seluruh dunia (untuk plan Infinite)
  16. Klaim reimburse dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Allianz Eazy Claim.
  17. Tersedia dalam produk syariah (Allisya Protection Plus)

Blog di WordPress.com.

Atas ↑