Cincin Nasrudin yang hilang

Suatu hari, Nasrudin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari cincin. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari cincin kesayangannya. Tetapi selama empat jam mereka berdua mencari cincin warisan orang tuanya itu tidak ketemu juga.

Tetangganya bertanya, “Cincinnya jatuh dimana, sih (sambil memijit mijit kepalanya)?”

“Cincinnya ya jatuh di dalam kamar mandi,” jawab Nasrudiin enteng.

“Walah, kalau cincinnya bisa jatuh di dalam kamar mandi, kenapa kita dari tadi mencarinya di luar?” Tanya tetangganya (dan wajahnya mulai berubah merah padam)

Dengan ekspresi tanpa dosa, dan nada cengengesan Nasruddin menjawab,  “Karena di dalam gelap, di luar kan terang”.

 “Assalamakatak…, Din kamu ini!” Tetangganya sambil garuk-garuk kepala…

Begitulah, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan keindahan. Seringkali kita mencarinya di luar diri kita dan akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar akan selalu berujung pada bukan apa-apa. Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari kebahagiaan dan keindahan, umumnya berawal saat mencarinya di luar”

Sudahkah Anda menemukan yang terang dari sisi tergelap dalam diri Anda ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: