Ealah ternyata kerja di asuransi

untuk berhasil dalam hal apapun, kita harus membentuk pendapat kita sendiri berdasarkan fakta dan penelitian yang kuat.
Walaupun demikian, seringkali orang mendengarkan pendapat dari orang lain yang tidak memiliki informasi cukup, bisa jadi orang itu hidupnya merasa tidak aman secara kejiwaan atau orang itu sudah terlatih dan terbentuk dengan kebiasaan berprasangka dulu meski tidak pernah ada di dalamnya.

Hal ini berlaku juga dengan asuransi.

Boleh jadi orang itu bermaksud baik untuk melindungi anda karena berbagai alasan. dalam setiap usaha barus seperti bisnis ini, kerabat atau teman2teman kita akan mencoba menyelamatkan
kita dari bahaya dengan menceritakan hal negatif yang mereka dengar atau pengalaman buruk yang mereka alami.
Meskipun informasi itu hampir selalu salah, seseorang yang baru bergabung di bisnis ini mungkin akan merasa bodoh telah membuat keputusan bergabung di bisnis asuransi, sebagai agen asuransi.

Mereka percaya menjadi agen asuransi bisa membuatnya menjadi orang kaya secara finansial. Mengapa karena faktanya ada.

Persepsi Keliru tentang Profesi Agen Asuransi

agen asuransi terkaya dari Allianz

Beberapa persepsi keliru yang pernah saya dengar langsung saat ngobrol dengan prospek :

  1. Masalah Sumber Income berasal dari uang nasabah, mereka kaya karena makan uang nasabah. Benarkah demikian ? Faktanya saat mereka setor titipan premi yang pertama tidak langsung dipotong oleh agen asuransi, seperti halnya anda gesek tunai kartu kredit atau mengajukan kredit ke pinjol. Terdapat perbedaan uang yang diterima dengan yang dicatat sebagai hutang. Jika nasabah bayar premi tahun ke 6 dan tahun seterusnya juga tidak ada alokasi dana untuk agen asuransi tersebut.
  2. Menyalahgunakan uang nasabah : Tidak ada agen asuransi yang kaya raya dengan menggelapkan dana nasabah karena perbuatan ini tergolong pidana. Mungkin dia melakukannya karena sengaja atau karena tidak disengaja, tetapi peristiwa ini bersifat kasuistis dan tidak berlaku umum. Itulah sebabnya perusahaan asuransi mengembangkan metode pembayaran melalui auto debet rekening atau kartu kredit untuk menghindari penggelapan dana titipan premi nasabah. Beberapa perusahaan asuransi menerapkan peraturan yang ketat dan sangsi yang tegas bagi para agennya untuk tidak menggunakan dana titipan premi untuk kepentingan pribadi agen yang bersangkutan. Karena itulah penting sekali nasabah memperhatikan karakter agen tersebut apakah layak dipercaya dan bekerja secara profesional. Ada agen asuransi yang melakukan tugasnya sebagai pekerjaan sampingan dan mengabaikan tanggung jawabnya sehingga mengabaikan nasabah. Perusahaan asuransi biasanya menerapkan peraturan 2×24 jam dana titipan premi secara tunai harus sudah disetorkan.
  3. Cara kerja agen asuransi mengabaikan nilai agama. Persoalan seperti ini tergolong usang karena isu ini muncul karena persaingan bisnis sesama pembangun jaringan ataukah murni karena mau menghukumi sebuah profesi ? Majelis Ulama Indonesia sudah menyepakati fatwa bahwa asuransi adalah halal termasuk profesi para agen asuransinya. Dari Lembaga Keagamaan terbesar di Indonesia seperti Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah tidak ada satupun yang berselisih pendapat mengenai keabsahan praktek berasuransi. Kecuali ada kelompok minoritas dalam pemahaman agama yang tidak mengakui legitimasi MUI, NU dan Muhammadiyah maka pasti akan menolak seluruh fatwanya. Jadi mereka yang menyatakan bahwa asuransi tergolong riba , gharar , maysir , tadlis, rishwah, zalim dan haram pada umumnya adalah para ulama yang memiliki manhaj pemahaman agama cenderung keras, radikal, anti toleran lah yang berani berbicara asuransi itu dilarang dalam agama. Sebagian besar teman-teman saya yang mendukung khilafah dan anti NKRI lah yang seringkali mengatakan jangan menjadi agen asuransi karena asuransi itu haram.
  4. Level status sosial Agen asuransi itu rendah. Tidak bisa dipungkiri peluang menjadi agen asuransi di masa silam masih dianggap sebagai pilihan terakhir bagi para pekerja atau para profesional untuk mencari penghasilan. Selama masih ada peluang yang lain itu lebih baik daripada menjadi agen asuransi. Lebih baik jualan nasi bungkus daripada harus menjadi agen asuransi. Saya tanya mengapa ? karena untuk apa dapat uang banyak jika harus makan uang mereka, dan dari cara yang tidak sah. Apalagi didukung oleh fakta-fakta yang bersifat kasuistis, seorang agen tetangganya dari perusahaan asuransi yang bernama XYZ pernah menjanjikan bahwa :
    • bayar asuransi itu cuma 5 tahun atau 10 tahun saja selanjutnya gak usah bayar tetapi tetap diproteksi hingga usia 100 tahun
    • ikut asuransi yang paling dibutuhkan orang tua buat pendidikan anak-anaknya sehingga bayar premi 10 hingga 15 tahun berharap uanganya akan bisa diambil uang bayar spp atau uang pangkal masuk sekolah SMP, SMA atau Universitas.
    • ikut asuransi buat manfaat investasi karena prospek unit link selalu menguntungkan dibandingkan dengan menabung di bank atau memiliki deposito.
    • ikut asuransi itu yang penting percaya sama agennya tidak perlu mempelajari isi polis, selain ribet, tebel dan nasabah juga gak ngerti. jadi selama ada agen semuanya aman.

Obrolan seperti di atas itulah yang menyebabkan posisi agen asuransi terasa terpojok dan terbukti bahwa karena ada tetangganya yang berbuat salah sebagai agen asuransi maka semua agen asuransi sama dengan tetangganya. Ini jelas logika yang keliru dan menyesatkan.

Ditambah lagi jika ada tetangganya yang dipanggil seorang ustadz, tidak pernah belajar ilmu fiqh mualamah, belajar ilmu mantiq, lemah pengetahuan agamanya dan tidak pernah berkecimpung dalam industri moneter atau keuangan yang lebih modern secara lantang memfatwakan bahwa asuransi itu merugikan, gara-gara dicurhati ibu-ibu pengajian yang cantik rupawan tetapi tidak pernah membaca isi kontrak perjanjian. Karena berniat membela ibu tersebut maka jadilah sebuah fatwa sosial bahwa semua asuransi termasuk profesi agen asuransi tidak dianjurkan karena terbukti menzalimi seorang ibu-ibu yang rupawan cantik jelita.

Jadi meski banyak pendapat negatif di luar sana tentang fenomena keberadaan agen asuransi tapi fakta menunjukkan bahwa bisnis asuransi bertahan melawan setiap kritik.

PERUSAHAAN ASURANSI MERUGIKAN MASYARAKAT ?

JIka industri asuransi merugikan mengapa mereka ada di negara Indonesia sebagai perusaahan yang legal bahwa diatur oleh Undang – Undang ?

Baca Undang Undang Perasuransian di sini : https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/regulasi/asuransi/undang-undang/Documents/uu292_1389086128.pdf

Jika perusahaan asuransi dan agen asuransi merugikan masyarakat mengapa mereka mengumumkan secara publik pendapatan, pengeluaran, dan segala macam kegiatannya secara meluas kepada khalayak publik ?

Jika asuransi merugikan masyarakat, mengapa seluruh bank di Indonesia menjual produk asuransi sebagai mitra pemasaran ? Apakah pihak perbankan tidak kuatir jika kehilangan kepercayaan dari masyarakat karena menjadi mitra perusahaan yang ilegal dan selalu merugikan ?

logo Allianz

Berapa pendapatan Allianz ? Apakah Besar ? Jika Asuransi diniatkan untuk merugikan masyarakat dengan adanya praktek menipu atau memanipulasi dana yang disetor berupa premi mengapa mereka melaporkan secara berkala ? Melaporkan berapa pendapatan premi brutonya ?
Melaporkan berapa klaim yang telah dibayar ?
Melaporkan berapa hasil pengelolaan investasi ?

fakta klaim asuransi allianz 2017

Jadi meski banyak pendapat negatif di luar sana tentang fenomena keberadaan agen asuransi tapi fakta menunjukkan bahwa bisnis asuransi bertahan melawan setiap kritik.

silakan anda baca laporan prestasi perusahaan ini https://finance.detik.com/moneter/d-5590750/naik-431-allianz-life-bayar-klaim–manfaat-rp-112-t-di-2020

Kalau asuransi niatnya mau ngemplang dana nasabah, mempersulit klaim cair, mengapa mempublikasikan klaim yang sudah dibayar ?
Jika anda kaya raya dari hasil merampok, maka tidak mungkin anda malah mengumumkan berapa hasil rampokan anda, dan berapa duit yang anda keluarkan sebagai pengeluaran, kan ?

Diterbitkan oleh alamtrust

Business Partner New Univision

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: