Asuransi bukan ajian tolak bala

”Sakit bagi seorang mukmin adalah pembersihan (dosa) dan rahmat. Bagi orang kafir adalah siksaan dan laknat. Sesungguhnya penyakit itu akan senantiasa ada pada seorang mukmin sampai tidak ada satu pun dosa padanya.” (Imam Ali Ar-Ridho)

Pada umumnya masyarakat awam dengan asuransi masih memandang fungsi dan manfaat asuransi pada pemahaman keliru.

Untuk apa ? Bukankah saya selalu sehat hingga saat ini ? Jikalau saya sakit itu saya pasrahkan semuanya kepada keputusan Tuhan Allah SWT.

Sakit adalah takdir, kalau mau dibeti sakit berat atau ringan semua atas kehendak Nya. Manusia tidak bisa menolaknya.

Sakit adalah jalan pembersihan dosa. Menghindarinya berarti merasa dosanya tidak ada.

Demikian kira-kira pendapat umum yang saya dengarkan langsung dari penuturan prospek yang menolak atau menunda memiliki proteksi asuransi.

TUJUAN BERASURANSI

Saya bukanlah perusahaan asuransi yang menggunakan segala cara agar setiap orang membelinya.

Saya, adalah warga negara biasa yang tertarik menjadi agen asuransi Allianz disebabkan oleh beberapa alasan dan pengalaman pribadi.

Sekarang coba anda perhatikan, perusahaan asuransi besar yang berasal dari luar negeri seperti Jerman, Italia, Jepang, Hongkong, China atau dalam negeri Indonesia rata-rata memiliki masa lalu hancur akibat perang dunia.

Dampak peperangan berupa kematian, sakit atau wabah penyakit secara langsung dapat meluluh lantakkan sendi perekonomian keluarga dan bangsa.

Bagaimana mereka cepat bisa pulih dan bangkit kembali jika sumber daya yang mereka butuhkan menipis bahkan sudah sirna ? Disinilah, peranan kekuatan gotong royong untuk saling tolong menolong pada saat bencana dan musibah terjadi.

Proses pemulihan ekonomi yang disebabkan alasan di atas bisa memakan waktu yang lama atau singkat dipengaruhi oleh kemampuan mental dan cadangan keuangan yang mereka miliki.

Perhatikan pula tetangga atau keluarga anda, yang didera sakit berat dan menahun. Berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk pulih kembali ? Bisa beraktifitas dan bekerja lagi ?

Seperti pengalaman pribadi keluarga saya, ibu saya menderita stroke ringan dirawat di rumah sakit selama empat bulan. Setelah pulang ke rumah tidak langsung memasak, membersihkan rumah tetapi terbaring di tempat tidur. Almarhum ibu membutuhkan waktu pemulihan hingga 7 tahun !

Setelah sebentar menunjukkan tanda memiliki kesehatan yang prima sekitar dua mingguan tiba-tiba kondisi ibu langsung drop hingga tutup usia.

Saya tidak bisa membayangkan, seandainya yang mengalami kondisi sakit adalah ayah kandung saya sebagai kepala keluarga, sumber mata pencarian utama bagi ke-5 anaknya yang masih remaja dan mereka belum bekerja?

Jadi, saya meyakini dengan keyakinan yang jelas bahwa tujuan pendirian perusahaan asuransi adalah membantu setiap peserta menghindari resiko kebangkrutan, bukan menghindar dari resiko Sakit atau Tutup Usia.

Asuransi Dapat Untung Jika Nasabah Klaim

Ada pula yang curiga bahwa perusahaan asuransi mempunyai tujuan kurang baik bagi nasabahnya dengan mempersulit pembayaran klaimnya. Artinya semakin banyak klaim tidak dibayar maka semakin untung perusaaannya ? Begitu menurut anda ?

Sesungguhnya praduga itu bisa dijawab dengan dua hal , berasal darimana dana klaim tersebut dan apa tujuan peserta mengikuti program ini ?

Darimana sumber dana klaim asuransi ?

Sumber dana klaim asuransi adalah berasal dari dana patungan seluruh peserta. Setiap pembayaran premi atau kontribusi yang disetorkan peserta melalui rekening perusahaan asuransi, secara otomatis berdasarkan kesepakatan yang tertuang di dalam kontrak polis asuransi disisihkan sebagian untuk alokasi 100% pembayaran klaim peserta lainnya .

Perusahaan asuransi dalam hal ini berfungsi sebagai operator pengelolaan dana klaim nasabah saja.

Jadi tidak bisa disebut untung atau rugi perusahaan asuransi jika ada peserta yang mengajukan klaim. Karena dananya dari peserta untuk sesama peserta.

Mengapa Klaim Asuransi Sulit ?

Lalu mengapa pembayaran dan pencairan klaim asuransi dianggap sulit dan berbeli belit?

Kita berada dalam wilayah hukum negara sehingga semua warga negara dan perusahaan yang beroperasi di wilayah negara republik ini, wajib untuk mengikuti tata cara peraturan yang berlaku.

Mekanisme dan Cara pembayaran klaim asuransi sudah diatur oleh perundang undangan yang berlaku untuk melindungi kepentingan setiap warga negara.

Karena perusahaan asuransi mengelola dana masyarakat Indonesia yang berjumlah jutaan orang, seperti Allianz hingga 2018 ini memiliki 7.000.000 tertanggung, maka mekanisme membayar dana klaim tidak bisa semaunya sendiri. Harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh OJK (otoritas jasa keuangan) dan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa) sebagai lembaga pengawas keuangan.

Bisa anda bayangkan, jika tidak menggunakan regulasi yang ada boleh jadi setiap orang yang tidak memenuhi syarat pengajuan klaim bisa langsung dapat pembayaran klaim ? Ini persis seperti kasus pencairan dana kredit dari bank kepada oknum yang sesungguhnya tidak memenuhi syarat.

Siapa yang dirugikan? Jika pembayaran klaim dibuat begitu mudah dan tanpa pengawasan ketat ? Tentu saja kita semua sebagai peserta bukan ?

Yang memenuhi syarat tidak dibayar dan yang tidak memenuhi syarat dibayar? Menurut anda adil atau tidak ?

Kembali pada pokok pembahasan di atas bahwa tujuan memiliki asuransi adalah menghindari resiko kebangkrutan ekonomi.

Dasar penetapan resiko kebangkrutan harus jelas, terukur dan bisa dibuktikan saat nasabah mengalami sakit dan tutup usia.

Siapa yang boleh menetapkan bahwa nasabah tersebut sakit atau tutup usia ? Orang tuanya, pacarnya, atau tetangganya ?

Pihak yang ditunjuk secara resmi oleh negara adalah lembaga resmi, pejabat resmi yang telah disumpah dan terkait dengan status nasabah, diantaranya :

  • Rumah sakit
  • Dokter
  • Klinik laboratorium
  • Lembaga kepolisian
  • Pengadilan
  • Notaris
  • Dinas kependudukan dan Catatan Sipil
  • Perangkat desa
  • dan lembaga resmi lainnya yang kredibel

Dalam menetapkan kondisi nasabah sakitpun harus melalui uji alat test dan bukti kuat yang menyatakan bahwa nasabah atau pasien tersebut sakit pada golongan tertentu.

Dokter yang menyatakanpun harus dokter spesialis di bidangnya bukan dokter umum. Misalnya sakit jantung harus dokter spesialis jantung. Mengapa demikian ? Karena metodologi cara penanganan pasien jantung oleh dokter spesialis jantung sangat berbeda dengan dokter spesialis paru-paru.

Sebesar apapun klaim asuransi pasti akan dibayar oleh perusahaan asuransi dan klaim sekecil apapun tidak akan dibayar jika statusnya klaimnya palsu

Asuransi tidak menawarkan ajian tolak bala sehingga anda bisa bebas dari rasa sakit atau tutup usia.

Asuransi membantu kita semua sebagai peserta yang mengalami bencana ekonomi akibat sakit dan tutup usia.

Asuransi sesungguhnya tidak diperuntukkan bagi kita yang sakit tetapi lebih kepada anggota keluarga kita yang masih sehat, agar mereka tidak ikut ikutan sakit.

Asuransi bukan untuk anda, tetapi untuk keluarga anda

Jika anda sayang kepada mereka maka jangan alihkan rasa sakit itu kepada mereka.

Karena tidak ada satupun orang di dunia yang bersedia menanggung sakit tetangganya.

Kalau anda punya sopir, mereka bersedia memakai mobil anda untuk mengantar. Kalau anda punya pembantu, mereka bersedia menempati rumah anda. Kalau tubuh anda sakit, siapa yang mau menggantikan sakit di tubuh anda ?

Meski sakit bagi orang beriman bisa menghapuskan dan mengurangi dosa sebagaimana janji Allah SWT melalui hadis nabi, apakah meninggalkan hutang setelah tutup usia karena meminjam uang buat membayar biaya berobat dianggap sebuah pahala kebaikan ?

Apakah berhentinya sekolah anak anak kita, lantaran kita tidak lagi memiliki uang yang cukup adalah sebuah kebaikan, meskipun penyebabnya adalah sakitnya orang tua ?

Mereka yang memiliki asuransi adalah mereka yang memiliki cinta dan kepedulian besar bagi keluarganya. Mereka adalah pejuang tangguh yang tidak begitu saja menyerah saat nanti bencana hadir dalam kehidupan mereka.

Jadi jika anda merasa banyak dosa, maka wajib bagi anda memiliki asuransi . Agar tidak muncul dosa baru akibat kebodohan diri kita sendiri.

Karena setiap manusia telah diberikan akal pikiran, mereka wajib merencanakan dan memperhatikan masa depan hidupnya.

Meski setiap orang ingin hidup baik dan sukses. Namun jalan menuju sukses selalu berisi rintangan. Jadi karena alasan yang tidak jelas bisa saja perjalanan menuju sukses terpaksa harus berhenti karena bencana sakit, kecelakaan, cacat, atau tutup usia.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Semoga dengan waktu yang kita miliki apa yang kita lakukan memberi manfaat bagi diri kita masyarakat dan bangsa ini. Semoga anak keturunan kita menjadi generasi yang lebih baik dari orang tuanya. Semoga kita diberikan kemampuan untuk memiliki rezeki yang berlimpah dan bermanfaat. Dan semoga Tuhan Allah SWT mengampuni dosa kita selama di dunia.

Jayapura, Jumat Pagi 19 Oktober 2018

Moh Sjaiful Alam

I’m Allianz. We are Life Changer

Business Talk Univision Jakarta

Mengapa Kita Mau Bekerja Keras?
Benarkah untuk memenuhi Kebutuhan Keluarga?
Bagaimana Cara Mengatasinya, Jika INCOME STOP?
Adakah BACK UP INCOME untuk memenuhi kebutuhan keluarga?

Bagaimana Cara menaikkan PLAFON REJEKI hingga 100jt/bln?

Apakah PROFESI & INCOME kita saat ini bisa di Wariskan untuk keluarga tercinta?

Temukan Jawabannya di,
Bisnis Talk Tangerang:

📆 Rabu, 17 Oktober 2018
⏰ Jam 18.30 – 21.00
🏙 Tempat: Lugano Cafe
Lantai 3
Ruko mendrisio 1 blok A no 1-3, paramount gading serpong
https://maps.google.com/?q=-6.273503,106.633080

Bisnis Talk APL Tower:

📆 Kamis, 18 October 2018
⏰ Jam 18.30 – 21.00
🏙 Tempat: APL Tower Lt 11, Suite 1

Jl. Letjend. S. Parman Kav 28
Slipi, Jakarta

Tiket Rp. 15.000,- bisa diambil sebelum acara. Hubungi pengundang atau leader anda untuk ketersediaan tempat.

Registrasi online dapat dilakukan dengan klik link berikut : https://bit.ly/2NEX2iF.

Terima kasih…

PS : tiket fisik harus dibawa saat acara

Peran Support System bagi agen asuransi

TANTANGAN DI MASA DEPAN

Terdapat tiga aspek utama yang menjadi pilar penting bagi masa depan bisnis anda yaitu antara lain:

  1. Dukungan regulasi pemerintah Republik Indonesia untuk melindungi warga negaranya dengan program asuransi
  2. Besarnya market di Indonesia
  3. Elemen kombinasi sempurna yang dihadirkan Allianz berupa keunggulan produk, jaringan bisnis di seluruh dunia, reputasi perusahaan, dukungan finansial yang kuat dan stabil, sistem dan komitmen pelayanan bagi nasabah, reward, kompensasi rencana pemasaran, manajemen pengelolaan keuangan nasabah, dan desain business system

Tantangan besar di masa depan atas tiga aspek utama di atas, adalah : Jika Anda tidak tahu bagaimana cara membangun bisnis ini untuk menjadi bisnis yang besar sesuai yang diharapkan oleh Allianz serta pahamilah bahwa saat ini Anda termasuk generasi awal dalam mengembangkan Business System ini mengingat penerapan marketing plan Allianz baru dimulai Januari 2014.

Karena itu kesediaan Anda untuk belajar, bertumbuh, dan berjuang lebih keras dari orang lain serta kehadiran Support System untuk membangun budaya organisasi dan sistem bisnis memegang peranan penting untuk menjawab tantangan diatas.

Support sistem tidak hanya menyediakan sistem edukasi yang bermutu tetapi juga memastikan terciptanya pertumbuhan jumlah organisasi dalam jumlah yang besar dan penghasilan yang stabil dan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Sistem edukasi support system tidak hanya mengarahkan seseorang memiliki pengetahuan mengenai seluk beluk pemasaran produk asuransi tetapi membentuk secara ‘sengaja’ sikap dan skill sebagai seorang pemimpin bisnis yang berhasil dan berkarakter.

Support system univision dirancang dan dijalankan oleh para pelaku yang telah memiliki kompentensi dan dedikasi untuk mengembangkan bisnis asuransi Allianz di Indonesia, mereka sebelumnya telah memiliki beragam pengalaman yang cukup dalam industri pengembangan sumber daya manusia, pengembangan bisnis berbasis jaringan, serta prestasi di dalam industri asuransi.

Cakupan Program support system univision meliputi : training, seminar, business tool / alat bantu (berupa audio book, video tutorial, brosur, leaflet menggunakan saluran online ataupun off line) , program mentoring dan konsultasi bisnis secara personal, program reward dan penghargaan bagi pelaku yang berprestasi, dan segala hal yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan secara mental dan finansial.

Support system juga menghasilkan budaya organisasi yang unik serta mendorong para pelakunya memiliki kepedulian sosial bagi masyarakat luas khususnya di wilayah indonesia. Seluruh program Support System yang tersedia akan dapat anda pahami dan anda rasakan hasilnya jika anda secara aktif mengikutinya.

Pola kerjasama perusahaan asuransi dengan para agennya

Industri Asuransi Jiwa di Indonesia setiap tahun mengalami pertumbuhan berdasarkan data AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) tahun 2012 jumlah total agen mencapai 360.000 dengan pencapaian premi mencapai Rp 133 Trilyun (sumber data : AAJI)

Jumlah ini akan terus ditingkatkan mengingat penetrasi market asuransi Indonesia masih sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia , dengan rasio setiap 100 orang terdapat 4,5 orang yang memiliki proteksi asuransi. Bandingkan dengan rasio negara lainnya : Jepang 1:6

Rendahnya tingkat rasio menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap perlindungan aset dan perencanaan keuangan masa depan. Data ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengambil peran lebih besar bagi industri Asuransi Jiwa di Indonesia.

Pola pemasaran industri asuransi telah bergeser semula berupa Branch System berganti Agency System dan Allianz menganut konsep pemasaran generasi ke -3 yang termodern saat ini disebut dengan Business System.

Pola Business System memungkinkan setiap dari anda memiliki pendapatan yang besar dan tidak terbatas, mendorong terbentuknya jumlah tim kerja lebih besar dalam waktu lebih singkat serta membangun budaya kepemimpinan yang lebih efektif dalam organisasi bisnis anda.

Pola Business System memungkinkan setiap dari anda memiliki pendapatan yang besar dan tidak terbatas, mendorong terbentuknya jumlah tim kerja lebih besar dalam waktu lebih singkat serta membangun budaya kepemimpinan yang lebih efektif dalam organisasi bisnis anda.

Apa itu Univision

Univision adalah organisasi nir laba yang dikelola secara profesional yang dibangun untuk membantu mengembangkan sumber daya manusia para pelaku bisnis pemasaran produk asuransi Allianz melalui program pendidikan, training, seminar, mentoring dan penyediaan alat bantu pengembangan bisnis sehingga setiap anggota Univision dapat memiliki kemakmuran finansial serta meraih kebahagiaan bersama-sama.

Badan hukum Support System Univision berupa yayasan yang berdiri tahun 2014 bernama Yayasan Satu Visi

Karena berbentuk yayasan, jika dalam proses pelaksanaannya support system Univision memiliki kelebihan biaya operasional atau laba maka berdasarkan aturan yang berlaku di Republik Indonesia serta komitmen para pembina dan pengurus yayasan satu visi seluruhnya akan dikembalikan kepada anggota support system.

Para pembina dan pengurus yayasan tidak mendapatkan saham atau profit atas segala kegiatan yang diselenggarakan oleh Univision dan semua transaksi keuangan akan dicatat secara baik dan pada akhir tahun yayasan akan mengumumkan jurnal pembukuan yang dapat diakses oleh seluruh anggota berdasarkan laporan akuntan publik yang terpercaya.

Setiap orang yang telah memiliki nomor keagenan Allianz dapat bergabung menjadi member Univision dan memiliki hak yang sama untuk mengakses dan memanfaatkan program yang telah disediakan.

Filosofi

Support System Univision akan menggunakan bisnis untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan bukanlah menggunakan manusia untuk membangun bisnis.

Budaya Organisasi

Budaya Organisasi yang dibangun oleh Univision dibangun secara sengaja untuk mengembangkan kualitas kepribadian yang beradab dan bermartabat, membangun karakter yang berprinsip kepada nilai kebenaran universal dan kemampuan memimpin organisasi bisnis yang terus menerus mendorong semangat excellency dalam bidang yang ditekuni.

Pemulihan Polis Romli

Anda tentu memahami bahwa Persistency nasabah dalam asuransi sangat penting.

Ada seratus alasan mengapa sebaiknya nasabah berjuang menjaga proteksinya tetap aktif.

Disini tidak kita bahas apa 100 alasan itu, pada lain kesempatan akan penulis bahas.

Dalam sesi konsultasi, seringkali saya menjumpai pertanyaan agen saya :

Dapatkah persistensi saya diperbaiki ?

Tergantung bagaimana anda memahami esensi believe proteksi, kualitas hubungan dengan nasabah serta teknik follow up pemulihan polis.

Persistensi tahun pertama atau kedua tdk bisa dirubah dgn omset baru, selain dgn pemulihan polis saja.

Persistensi tahun ini bisa dirubah dengan dua cara : pemulihan polis dan penambahan omset baru yang lebih besar.

Bagaimana cara hitungnya?
Lihat laporan personal / unit persistensi anda (buka http://www.allianz.co.id)

Perhatikan pada Persistency 1st year / tahun pertama, berapa angka prosentasenya ? (50,60,70 atau 80%)
Tetapkan target 80-95% dari total ALP yang sudah dicatat.

Misal Laporannya seperti ini :

Nama Agen : Budi
First Year Persistency : 50%
Total ALP : 200.000.000
Lapse ALP : 100.000.000
Inforce ALP : 100.000.000
Target Followup (80%)
Total ALP X 80% = A
200.000.000 x 80% = 160.000.000 Alp
Yang INFORCE = B
Target Kekurangan Pemulihan = C
C= A-B (160.000.000-100.000.000)
60.000.000 Alp
Premi yang dibutuhkan buat pemulihan 60.000.000 alp : 12 = Rp 5.000.000 premi

Sekarang lihat nama nasabah yang sudah lapse, perkirakan mana yg memungkinkan untuk di follow up agar memulihkan polisnya ?

Yang anda butuhkan adalah minimal pemulihan premi Rp 5.000.000 karena Persistency anda 50%.
Dalam list akan dijelaskan : No polis, nama nasabah, tgl bulan tahun masuk, dan tanggal lapse, nilai preminya.

Contoh : (jika ada nama nasabah yang sama, atau ada perhitungan yang keliru maka mohon maaf karena penjelasan ini hanyalah ilustrasi saja)

Anda punya 13 nasabah, ada yang lapse dan ada yang inforce.

Ada 3 nama nasabah yang lapse :

1. Budeng Rp 2.483.000 / 29.800.000 alp lapse 13 bulan
2. Katemi Rp 850.000/ 10.200.000 / lapse 10 bulan
3. Romli Rp 5.000.000/ 60.000.000 / lapse 5 bulan

Nasabah no polis 0000123123 Romli tgl masuk 01/01/2017 tgl lapse 01/06/2018. Nilai premi 5.000.000.

Maka untuk kasus di atas, anda butuh minimal pemulihan satu polis saja untuk mencapai Persistency 80%.

Jadi berapa nilai pemulihannya romli, jika saat ini bulan Okt 2018 ?
01/06/2018-01/10/2018 = 5 bulan x Rp 5 Juta (Rp 25 Juta).

Pemulihan Polis Besar atau Kecil Nilainya bagi nasabah ?

Besar atau kecil, menurut anda ?
Tergantung, jika Romli tahu tahun depan dia bakalan sakit berat, dan butuh uang Rp 1 Milyar, maukah menukarnya dgn Rp 25 Juta ? Uang 25 Juta akan terasa Besar atau kecil ?

Jika Romli tak tahu, maukah menukar Rp 25 Juta demi ketenangan anak istrinya ? Maukah istri Romli digaji Rp 25 Juta untuk cari hutangan semilyar buat bos, dan sebulan harus dapat jika tidak dapat, maka istri Romli harus bekerja seumur hidup pd bos tanpa digaji lagi?

Pemulihan polis dengan membayar Rp 25 Juta akan terasa besar jika warisan polis atas nama Romli bukan untuk anak istri Romli tapi buat anak/ istri anda. Benar, demikian ?

Atau kondisi sesungguhnya Romli saat ini sudah mati sebulan lalu, maka pemulihan polis lapse Rp 25 juta tidak ada gunanya lagi buat keluarga Romli, karena ditolak perusahaan asuransi.

Persistency itu tanggung jawab siapa ?

Menurut saya, Persistency tanggung jawab semua peserta. Pihak perusahaan dan agen berupaya keras untuk membantu mengingatkan dan mencarikan jalan keluar alternatif.

Anehnya, Rata-rata solusinya sesungguhnya bukan dengan cara menyuntikkan dana baru buat nasabah tersebut, melainkan membantu nasabah untuk dapat melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Meskipun rata-rata nasabah mengatakan tidak ada dana, ekonomi sedang surut.

Kekeliruan beberapa agen adalah dengan menyuntikkan dari sumber dana pribadi agen. Mengapa harus begitu ? Tidak masuk akal bagi siapapun meskipun fakta itu tidak dipungkiri masih ada.

Menurut anda, agen seperti ini baik atau tidak? Mengapa mereka melakukannya ? Karena persistensi pembayaran premi nasabah mempengaruhi kualitas prestasinya. Itupun masih ditambahi dengan image kurang baik bahwa agen asuransi makan uang nasabah karena komisinya dari uang nasabah.

Payah, bukan?

Kebanyakan orang awam melihat profesi agen asuransi dari persepsi dan mitos keliru.

Bayangkan, seandainya setelah disuntikkan dana pribadi agen agar polis Romli aktif kembali lantas 14 hari kemudian Romli wafat ?

Bolehkah keluarganya mengharapkan uang klaim yang nilainya semilyar? Akan Marah-marah jika klaimnya tidak ditransfer. Padahal pada saat lapse keluarga Romli melarang untuk mengaktifkan lagi karena uangnya sia-sia buat asuransi ?

Semoga agen asuransi yang ikhlas tercatat masuk daftar antrian masuk surga.

Jika anda percaya bahwa nasabah adalah seseorang yang memiliki cinta dan integritas dari apa yang mereka katakan sebagai seorang ayah, suami dan anak maka semua wawasan, inspirasi, motivasi dan tekad tulus anda sebagai agen akan mampu menjadi pemicu munculnya solusi pemulihan polisnya.

Meskipun kadang ada kasus nasabah lapse yang benar-benar tidak bisa diselesaikan dengan negoisasi anda.

Ada yang problemnya sudah mengerak, tidak bisa lagi dicarikan solusi, anda tidak lagi memiliki kontrol atau pengaruh bagi nasabah yang “berhenti melindungi finansial keluarganya” dengan alasan dan kondisi apapun.

Ada nasabah yang mengeluh, kecewa, mengasihani dirinya sendiri, putus asa, marah, benci atau takut dengan kondisi polis mereka, tanpa berbuat sesuatu.

Disinilah anda dapat melihat kualitas seseorang dalam menyelesaikan masalahnya.

Anda akan tahu bagaimana sesungguhnya mental nasabah anda saat keluarganya kelak dalam kondisi gawat dan berbahaya.

Mereka mencari solusi cepat, menyalahkan orang lain atau malah apatis merasa dirinya sebagai korban?

Jika sudah begini, maka hanya tinggal anda sebagai agen, apakah anda masih sanggup menarik garis senyum anda ke atas, menjaga pengharapan dan ketulusan anda ?

Mereka yang membiarkan polisnya lapse – dengan sadar dan sengaja- seperti anda melihat teman anda tenggelam dan mati, mereka tak sudi meraih uluran tangan anda untuk membantu di saat banjir melanda lantaran mereka curiga dengan niat anda.

Mereka lebih baik mati daripada menerima pertolongan.

Mereka mati karena rasa curiga mereka.

Di sisi internal anda sebagi agen tetap perlu melakukan introspeksi diri, karena bisa jadi sumber masalahnya awalnya justru dari kita sendiri sebagai agen.

Sumber masalah turunnya Persistensi

Berdasarkan temuan saya (penulis) di lapangan penyebabnya adalah :

  1. Presentasi nasabah tentang manfaat dan peranan asuransi dalam kehidupan seseorang diposisikan sebagai apa? Asuransi sebagai tabungan, investasi, atau proteksi ? Setengah proteksi setengah investasi, proteksi dengan manfaat tabungan, atau tabungan dengan gratis proteksi ? Anda perlu recheck kembali bagaimana believe anda terhadap asuransi. Perhatikan kembali sesi Business Talk.
  2. Bagaimana anda memilih dan menetapkan nama calon nasabah anda? Apa metode yang anda gunakan? Bagaimana anda bertemu dengan mereka? Proses yang anda jalani sebelum mereka memiliki polis bagaimana?
  3. Kualitas service dan komunikasi anda kepada nasabah seperti apa? Sekali ketemu, jarang ketemu, ketemu saat ada masalah, tidak pernah ingin bertemu lagi, atau takut bertemu kembali? Anda termasuk agen yang disukai nasabah anda atau sebaliknya ?
  4. Teknik berbicara dan skill follow up anda apakah pada level itu-itu saja atau sudah berkembang dengan baik? Apakah anda masih melibatkan orang ketiga pada semua nasabah anda? Anda mengambil peran semuanya? Siapa yang berbicara saat closing terjadi? Anda atau mentor anda? Jika mentor anda yang berbicara apakah tugas anda selanjutnya sudah berakhir? Apakah penjelasan anda sudah tepat ?
  5. Integritas anda sebagai agen. Apa makna Menjadi agen asuransi bagi anda? Sebagai pekerjaan sampingan? Makelar, sarana Batu loncatan, pengisi waktu luang, iseng-iseng berhadiah, sarana untuk dapat liburan dan hiburan gratis, bentuk pelarian rasa kecewa anda kepada pihak lain? Ataukah ada alasan yang cukup bisa diterima oleh nasabah anda bahwa anda profesional dan bertanggung jawab atas bisnis anda?
  6. Believe anda terhadap proteksi anda sendiri? Anda lapse juga atau tidak? Umumnya seorang agen yang polis pribadinya lapse tidak memiliki daya dan keberanian untuk mengajak nasabahnya melakukan hal benar atas polisnya.

Jika anda meyakini bahwa menjadi agen asuransi atau profesi apapun harus diiringi dengan semangat terus belajar dan bertumbuh, berorientasi pada proses yang benar, bertahan untuk lima tahin, bersedia membayar harganya maka cepat atau lambat anda akan sampai di puncak sebagai pemenang.

Dan di hari anda dinobatkan sebagai pemenang, disaat itulah sebagian besar impian anda telah menjadi kenyataan.

Tetap semangat. Keep the Faith

Jayapura, 13 Oktober 2018

Moh Sjaiful Alam

Jadi agen asuransi lupa akheratnya

Menjalani hidup biasa biasa saja adalah musuh besar hidup luar biasa. Bangsa ini berdiri dan dibangun dari mimpi besar menuju masa depan lebih baik, dan bersedia mewujudkannya.

Agama yang saya pahami tidak mengajarkan manusia untuk berfikir sempit, jumud dengan menghindari dunia.

Bagaimana bisa menjadi rahmat seluruh alam semesta jika tidak mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya ?
Tidak ada gunanya Allah SWT berfirman tentang perintah untuk berfikir, memahami alam semesta, bagaimana gunung ditinggikan, binatang dilahirkan? Bukankah peradaban ini diawali dari kesuksesan mahakarya para pendahulu kita di bidang pengetahuan?

Penggunaan teks Dunia berbeda dengan Duniawi. Antara donya ( bahasa jawa) berbeda dengan kedonyan.

Banyak orang miskin yang ‘hidup kedonyan’ karena dia jadikan kelebihan dan kekurangan hartanya masuk dalam hati dan pikirannya.

Melihat segala sesuatu dari ukuran harta, membenci esensi keberlimpahan, mengukur orang lain dari kekayaannya.

Orang seperti ini dalam pikiran saya adalah golongan kedonyan, terperosok belenggu duniawi.

Mereka Benci dengan harta, benci dengan orang yang berjuang meraih kemakmuran tetapi masih membutuhkan.

Orang yang berfikir kaya tahu bahwa harta itu hanyalah harta, tidak lebih.

Harta diletakkan di tangannya, bukan dipikul di hati dan pikirannya. Hanya Tuhan dan Rasul suci yang boleh memenuhi hati pikirannya.

Mereka memiliki misi dan impian besar dengan harta yang dimilikinya.
Orang besar digerakkan oleh tujuan besar.

Mereka memahami bahwa tujuan besar membutuhkan sumber daya besar pula, diantaranya adalah pengetahuan dan kekayaan.

Saya tidak membenci orang kaya tetapi kita dilarang untuk bakhil dan pelit atas apa yang kita miliki.

Saya membenci kebodohan, kedunguan dan pikiran merasa tak berdaya.

Belum berjuang atau gagal berjuang, secepat kilat bersembunyi di balik jubah kesalehan untuk menghindari dunia. Padahal, sumber masalahnya adalah rasa kemalasan, keengganan untuk berubah, dan kehilangan kemampuan mendengar kritik membangun dari teman atau pasangannya.

Mari kita bereksplorasi segenap tenaga di bidang apapun, karena waktu kita begitu terbatas.

Marilah menjadi penemu dan agen perubahan.

Buat apa “hidup” jika waktunya dihabiskan hanya untuk membenci, bersikap apatis terhadap dunia, ingin segera mati dengan bekal yang tidak seberapa di dunia.

Jika anda tidak bisa merubah wajah dunia, setidaknya rubah wajah keluarga dan diri anda sendiri.

Wajah anda nampak tampan di mata istri anda karena peluh keringat dan tekad perjuangan tanpa lelah.

Percayalah, istri anda tidak suka dengan suami yang rajin mengeluh, lemah tak berdaya, alay dan lebay.

Resiko jadi Agen asuransi

Banyak teman saya yang bernada sinis dan pesimis dengan perjuangan menuju tangga sukses.

Sangat wajar jika mau berhasil, setiap agen asuransi wajib mengorbankan waktu dan pikirannya pada satu titik fokus menuju MDiT.

Mereka bekerja setiap hari, bertemu dengan lima hingga sepuluh prospek setiap harinya. Sedikit demi sedikit mereka mengumpulkan prestasi dan pengalaman hingga tanpa terasa bahwa apa yang sudah dikerjakan dan dikumpulkannya bisa menjadi sedemikan besar dan banyak.

Penghasilan yang diperoleh agen asuransi Allianz yang memiliki komitmen menekuni kariernya 10 tahun ke atas bisa sangat fantastis, dari ratusan juta hingga milyaran rupiah setiap bulannya.

Tetapi, tidak jarang hasilnya belum secemerlang rekan lainnya.

100% semua agen asuransi paham dan setuju bahwa harga yang mereka bayar untuk sukses adalah berupa penolakan, dijauhi teman, kehilangan teman, jadi pusat gosip bahkan dituduh melakukan perilaku tak pantas untuk sukses.

Saya tidak bisa lagi ingat dan menghitung berapa ratus orang yang sudah menolak untuk ikut asuransi selama sesi presentasi yang kami lakukan.

Saya tidak peduli dengan pilihan mereka. Mau ikut atau tidak.

Jika mereka enggan membayar premi, faktanya mereka harus siap bayar klaim. Entah kapan musibah sakit akan datang ? Entah berapa banyak uang yang akan menguap sia-sia saat ayar klaim. Itu emua, karena tak mau bayar premi.

Kedua, saya menilai orang yang tidak membayar premi asuransi dengan alasan apapun, tak lebih dari seorang kepala keluarga yang tak peduli dengan masa depan anaknya. Mereka begitu tega memaksa istrinya mencari pekerjaan dan hutangan buat bayar obat di masa ‘nanti’ saat usia sudah tidak lagi muda.

Jangan tawarkan asuransi, nanti dijauhi teman-temanmu’

Suara itu, sering kali berkecamuk dalam lintasan pikiran saya selama jadi agen asuransi.

Dan itu, cukup efektif menyurutkan semangat saya untuk memulai presentasi pertama saya.

Faktanya, mereka yang merasa setia sebagai teman saat teman lainnya sakit hanya membantu seikhlasnya, bahkan dengan nilai yang sekedarnya saja.

Belum pernah saya melihat teman-teman saya mengirimkan uang cash dua ratus juta atau semilyar kepada saudaranya sendiri apalagi kepada keluarga teman-temannya.

Saat anda bangkrut, hanya tinggal sedikit yang bersama anda. Percayalah, saya pernah mengalaminya.

Saat bangkrut dan tubuh sehat saja tidak ada yang hadir apalagi saat anda sakit ?

Teman-teman saya yang takut memulai bisnisnya karena takut kehilangan teman justru kehilangan teman duluan sebelum ditawari asuransi.

Mana ada sahabat yang menolak untuk ikut ajakan sahabatnya ? Jangan-jangan anda menganggap mereka sahabat, padahal mereka anggap anda hanya obyek pelengkap kesuksesan mereka saja. Anda dibutuhkan saat anda punya, dan anda ditinggal saat tidak lagi menguntungkan buat mereka.

Jadi agen asuransi, jadi lupa akheratnya.

Ini juga statement yang saya tidak mengerti apa maknanya.

Seakan-akan mereka sudah pernah kesana?

Petuah yang nampak bijak dan dibalut cita rasa agama kelihatannya cukup masuk akal didengarkan.

Bukankah, memiliki proteksi asuransi justru menghindarkan diri kita dari tuntutan hutang di akherat kelak?

Jika yang dimaksudkan adalah, karena begitu sibuknya melakukan presentasi sehingga lupa sholat, zakat, bersedekah, dan ibadah ritual lainnya maka disinilah saya mulai takjub dengan cara pandang teman saya tentang orang lain.

Saya bersangka baik bahwa mereka mengatakan hal itu bukan lantaran karena cemburu atas kesuksesan orang lain. Mungkin benar-benar mereka mengingatkan untuk lebih saleh dan taat kepada TuhanNya.

Tetapi, mengapa justru peran itu yang mereka ambil? Mengamati hingga pada area sensitif setiap orang?

Yang saya pahami jika, seseorang mulai merasa tidak nyaman dengan profesinya, mulai merasa kurang berhasil, mulai merasakan bahwa asuransi bidang yang sulit, mulai jarang datang di pertemuan, lebih banyak bergaul dengan orang lain yang belum berhasil di bidang ini, merasa semakin kalah jauh dari prestasi orang lain, mulai menyempatkan diri melihat peluang lainnya, dan mulai merasa terasing dari cara berfikir teman-temannya, maka sangat wajar untuk mencari sisi kesetimbangan dalam dirinya.

Harus ada alasan yang bisa diterima dirinya sendiri mengapa tidak sesukses harapannya ? Dan mulai membuat pengecualian. Lebih baik ibadahku baik daripada pekerjaanku sukses.

Untuk apa giat mengejar kesuksesan duniawi jika lupa akheratnya ?

Dalam bahasa saya, Karena karier bisnis sayalah maka ibadah saya kurang sempurna.

Untuk apa giat berjuang jika hasilnya tidak ada, karena saya kehilangan gairah di bisnis ini ?

Yang membuat kebanyakan orang sulit berhasil bukanlah karena kegagalan, tetapi cara berfikir yang buruk tentang diri sendiri dan orang lain yang membuat kita kesulitan melihat masa depan

Ingin Gagal tanpa pernah berani sukses

Jangan sampai anda sukses karena kebetulan saja, sehingga tidak bisa membangun pola yang dapat diduplikasi tim anda, serta jangan biarkan Kegagalan anda menjadi kebiasaan, pada setiap kali mendaftarkan diri pada sebuah bisnis apapun.

Orang yang mengalami kegagalan bisa karena banyak sebab : karena tidak tahu, tidak pernah belajar dari kegagalannya atau karena sejak awal sudah berfikir pasti gagal sebelum sempat meraih apapun.

Berfikir Sukses membutuhkan perubahan, menjadi sukses butuh keberanian

Berfikir gagal membutuhkan kebiasaan, menjadi gagal butuh peneguhan.

Life is Choice

Surabaya, 4 Oktober 2018

Moh Sjaiful Alam

Blog di WordPress.com.

Atas ↑